Al-Ahzab, ayat 56

Disunatkan pula membaca salawat dalam penutup doa. Imam Turmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Daud, telah menceritakan kepada kami An-Nadr ibnu Syamil, dari Abu Qurrah Al-Asadi, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Umar ibnul Khattab yang telah mengatakan, bahwa doa itu dihentikan di antara langit dan bumi, tiada sesuatu pun dari doa itu yang dapat naik sebelum dibacakan salawat untuk nabimu.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ayyub ibnu Musa, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Umar ibnul Khattab. Mu’az ibnul Haris telah meriwayatkannya dari Abu Qurran, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Umar secara marfu’.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Razin ibnu Mu’awiyah di dalam kitabnya secara marfu’ dari Nabi Saw. yang telah bersabda:

“الدُّعَاءُ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، لَا يَصْعَدُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيَّ، فَلَا تَجْعَلُونِي كَغُمَر الرَّاكِبِ، صَلُّوا عَلَيَّ أَوَّلَ الدُّعَاءِ وَأَوْسَطَهُ وَآخِرَهُ”

Doa itu dihentikan di antara langit dan bumi, tidak dapat naik sebelum dibacakan salawat untukku, maka janganlah kalian jadikan diriku bagaikan wadah air seorang pengendara (yakni habis manis sepah dibuang); bacalah salawat untukku di permulaan doa, di akhirnya, dan juga di tengah-tengahnya.

Tambahan ini hanyalah diriwayatkan melalui Jabir ibnu Abdullah yang ada di dalam kitab Musnad Imam Abdu ibnu Humaid Al-Kasysyi, karena dia telah mengatakan dalam hadisnya bahwa:

حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، أَخْبَرَنَا مُوسَى بْنُ عُبَيدة، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ جَابِرٌ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَا تَجْعَلُونِي كَقَدَحِ الرَّاكِبِ، إِذَا عَلَّقَ تَعَالِيقَهُ أَخَذَ قَدَحَهُ فَمَلَأَهُ مِنَ الْمَاءِ، فَإِنْ كَانَ لَهُ حَاجَةً فِي الْوُضُوءِ تَوَضَّأَ، وَإِنْ كَانَ لَهُ حَاجَةً فِي الشُّرْبِ شَرِبَ وَإِلَّا أَهْرَاقَ مَا فِيهِ، اجْعَلُونِي فِي أَوَّلِ الدُّعَاءِ، وَفِي، وَسَطِ الدُّعَاءِ، وَفِي آخِرِ الدُّعَاءِ”.

telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Aun, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ubaidah, dari Ibrahim ibnu Muhammad ibnu Ibrahim, dari ayahnya yang mengatakan bahwa Jabir pernah mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada kami (para sahabat): Janganlah kalian jadikan diriku seperti wadah air pengendara, yaitu apabila gantungannya telah dicantolkan, maka wadahnya diambil, lalu dipenuhi dengan air. Jika pemiliknya mempunyai keperluan untuk wudu, maka ia wudu darinya, dan jika mempunyai keperluan untuk minum, maka ia minum dari airnya. Dan jika tidak mempunyai keperluan lagi, maka airnya ditumpahkan (dibuang). Jadikanlah diriku (bacalah salawat untukku) pada permulaan doa, pertengahannya, dan di akhirnya.

Hadis ini garib, dan Musa ibnu Ubaidah orangnya daif dalam periwayatan hadis.

Dan termasuk hal yang paling disunahkan membaca salawat ialah dalam doa qunut, karena berdasarkan apa yang.telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan para pemilik kitab sunan, juga Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Imam Hakim melalui hadis Abul Jauza:

عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: علَّمَني رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُولَهُنَّ فِي الْوَتْرِ: “اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هديت، وعافني فيمن عافيت، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِّي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ [رَبَّنَا] وَتَعَالَيْتَ”

dari Al-Hasan ibnu Ali r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah mengajarkan kepadanya doa yang dibaca dalam salat witir, yaitu: Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, maafkanlah aku bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri maaf tolonglah aku bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri pertolongan, dan berkatilah aku dalam pemberian-Mu, dan peliharalah aku dari takdir buruk yang telah Engkau tetapkan, karena sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang memutuskan dan tiada seorang pun yang mempunyai keputusan terhadap-Mu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang yang Engkau tolong, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahasuci Engkau, ya Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau.

وَزَادَ النَّسَائِيُّ فِي سُنَنِهِ بَعْدَ هَذَا: وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ.

Imam Nasai di dalam kitab sunannya menambahkan sesudah doa tersebut bacaan, “Dan semoga Allah melimpahkan salawat kepada Muhammad.”

Termasuk pula hal yang disunahkan membaca salawat ialah pada hari dan malam Jumat, dianjurkan banyak-banyak membaca salawat padanya.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ الجَعْفِي، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ الثَّقَفِيِّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: “من أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ”. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ تُعْرَضُ عَلَيْكَ صَلَاتُنَا وَقَدْ أرمتْ؟ -يَعْنِي: وَقَدْ بَلِيتَ -قَالَ: “إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ”.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Husain ibnu Ali Al-Jufri, dari Abdur Rahman ibnu Yazid ibnu Jabir, dari Abul Asy’as As-San’ani, dari Aus ibnu Aus As-Saqafi r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Termasuk hari yang mulia bagi kalian ialah hari Jumat, karena Adam diciptakan pada hari Jumat dan diwafatkan pada hari Jumat pula. Tiupan sangkakala terjadi pada hari Jumat, dan hari kiamat pun terjadi pada hari Jumat. Maka perbanyaklah oleh kalian membaca salawat untukku (pada hari Jumat), karena sesungguhnya bacaan salawat kalian untukku ditampakkan kepadaku. Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, begaimanakah salawat kami ditampakkan kepadamu, sedangkan engkau telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Rasulullah Saw. menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada tanah memakan jasad para Nabi.

Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalu hadis Husain ibnu Ali Al-Ju’fi, dan hadis ini dinilai sahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Ad-Daruqutni, dan Imam Nawawi di dalam kitab Al-Azkar-nya.

Hadis lain.

قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ بْنُ مَاجَهْ: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ سَوَّاد الْمِصْرِيُّ ، حَدَّثَنَا عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ أَيْمَنَ ، عَنْ عُبَادة بْنِ نُسَيّ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ؛ فَإِنَّهُ مَشْهُودٌ تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ. وَإِنَّ أَحَدًا لَا يُصَلِّي عَلَيَّ إِلَّا عُرضت عَلَيّ صَلَاتُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا”. قَالَ: قُلْتُ: وَبَعْدَ الْمَوْتِ؟ قَالَ: ” [وَبَعْدَ الْمَوْتِ] ، إِنِ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ” [فَنَبِيُّ اللَّهِ حَيٌّ يُرْزَقُ]

Abu Abdullah alias Ibnu Majah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Sawad Al-Masri, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Wahb, dari Amr ibnul Haris, dari Sa’id ibnu Abu Hilal, dari Zaid ibnu Aiman, dari Ubadah ibnu Nissi, dari Abu Darda yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Perbanyaklah membaca salawat untukku pada hari Jumat, karena sesungguhnya hari Jumat itu adalah hari yang disaksikan, para malaikat menyaksikannya. Dan tidak sekali-kali seseorang membaca salawat untukku pada hari Jumat melainkan salawatnya itu ditampilkan kepadaku sehingga ia selesai dari bacaan salawatnya. Abu Darda bertanya, “Sekalipun sesudah engkau tiada?” Rasulullah Saw. menjawab: Sesungguhnya Allah telah mengharamkan bumi memakan jasad para nabi. Nabi Allah tetap dalam keadaan hidup lagi diberi rezeki.

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.