Al-Ahqaf, ayat 29-32

Ibnu Mas’ud r.a. melanjutkan bahwa pada mulanya kami bersama Nabi Saw. di suatu malam. Tiba-tiba kami merasa kehilangan beliau, maka kami mencarinya di lembah-lembah dan lereng-lereng sekitar kami berada, hingga ada yang mengatakan bahwa beliau dibawa terbang dan ada pula yang mengatakan diculik. Malam itu kami jalani dengan penuh kecemasan, dan pada pagi harinya tiba-tiba muncullah beliau dari arah Hira.

Maka kami berkata, “Wahai Rasulullah, kami merasa kehilangan engkau, dan kami telah mencari engkau kemana-mana, tetapi kami tidak menjumpai engkau. Akhirnya kami jalani malam ini dengan penuh kegelisahan yang pernah dialami oleh suatu kaum.” Beliau Saw. bersabda:

“أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ، فَذَهَبْتُ مَعَهُمْ، فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ”

Telah datang kepadaku undangan dari jin, maka aku berangkat bersama mereka dan aku bacakan kepada mereka Al-Qur’an.

Maka Rasulullah Saw. membawa serta kami dan memperlihatkan kepada kami jejak mereka dan bekas perapian mereka. Para sahabat bertanya kepada beliau saw. tentang makanan yang dikonsumsi oleh jin, maka beliau Saw. menjawab:

“كُلُّ عَظْمٍ ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ يَقَعُ فِي أَيْدِيكُمْ أَوْفَرَ مَا يَكُونُ لَحْمًا، وَكُلُّ بَعْرَةٍ أَوْ رَوْثَةٍ عَلَفٌ لِدَوَابِّكُمْ”. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “فَلَا تَسْتَنْجُوا بِهِمَا، فَإِنَّهُمَا طَعَامُ إِخْوَانِكُمْ”

Semua tulang hewan yang disebutkan nama Allah (saat menyembelihnya) yang berada di tangan kalian dalam keadaan masih ada dagingnya, dan semua kotoran atau tahi hewan ternak kalian. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda: Maka janganlah kalian beristinja (bersuci) dengan memakai keduanya, karena sesungguhnya keduanya adalah makanan saudara kalian.

Jalur lain diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a.

Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepadaku pamanku, telah menceritakan kepadaku Yunus, dari Az-Zuhri, dari Ubaidillah yang mengatakan bahwa sesungguhnya Abdullah ibnu Mas’ud r.a. pernah mengatakan bahwa ia telah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

“بِتُّ اللَّيْلَةَ أَقْرَأُ عَلَى الْجِنِّ رُبْعًا بِالْحَجُونِ”

Tadi malam aku semalamam membacakan Al-Qur’an kepada jin sambil berdiri di Al-Hujun.

Jalur lain, menyebutkan bahwa Abdullah ibnu Mas’ud ra di malam yang lain ikut bersama Rasulullah Saw. di malam pertemuannya dengan jin.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Abdur Rahman ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami pamanku Abdullah ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab, dari Abu Usman ibnu Syabbah Al-Khuza’i, salah seorang ulama penduduk Syam yang telah menceritakan bahwa sesungguhnya Abdullah ibnu Mas’ud r.a. pernah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepada para sahabatnya ketika masih di Mekah:

“مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَحْضُرَ أَمْرَ الْجِنِّ اللَّيْلَةَ فَلْيَفْعَلْ”.

Barang siapa di antara kalian yang ingin menghadiri urusan dengan jin malam ini, ia dapat ikut.

Maka tiada seorang pun dari mereka yang datang selain diriku (Ibnu Mas ud).

Ibnu Mas’ud melanjutkan kisahnya, “Lalu kami berangkat Ketika kami sampai di dataran yang palingtinggi di Mekah, maka Rasulullah Saw. membuat garis dengan kakinya dan memerintahkan kepadaku untuk duduk di garis itu.

Kemudian Nabi Saw. menjauh dariku dan mulai membaca Al-Qur’an Maka beliau dikerumuni oleh makhluk yang banyak sekali jumlahnya sehingga menghalang-halangi pandanganku untuk dapat melihat beliau Saw. dan aku pun tidak dapat mendengar lagi suaranya. Kemudian mereka bubar bagaikan kumpulan awan yang bergerak pergi sehingga hanya segolongan dari mereka (jin) yang masih ada bersama beliau.

Tetapi Rasulullah Saw. terkejut dengan tibanya waktu fajar, lalu beliau pergi buang air di tempat yang lapang, setelah itu beliau mendatangiku dan bertanya kepadaku, ‘Kemanakah rombongan jin itu?’ Aku menjawab ‘Itulah mereka, wahai Rasulullah,’ lalu Rasulullah Saw. memberi mereka tulang dan kotoran hewan yang telah kering sebagai bekal mereka Kemudian beliau melarang seseorang bersuci dengan memakai kotoran hewan yang telah kering atau tulang.”

Ibnu Jarir meriwayatkan pula hadis ini dari Muhammad ibnu Abdullah ibnu Abdul Hakam, dari Abu Zar’ah dan Wahb ibnu Rasyid, dari Yunus ibnu Yazid Al-Aili dengan sanad yang sama.

Imam Baihaqi telah meriwayatkan hadis ini di dalam kitab Dala’il-nya melalui hadis Abdullah ibnu Saleh juru tulis Al-Lais, dari Yunus dengan sanad yang sama. Ishaq ibnu Rahawaih telah meriwayatkan hal yang sama dengan hadis di atas, dari Jarir, dari Qabus ibnu Zabyan, dan ayahnya, dari Ibnu Mas’ud r.a., lalu disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas Al-Hafiz AbuNa’im telah meriwayatkannya melalui jalur Musa ibnu Ubaidah, dari Sa’id ibnul Haris, dari Abul Ma’la, dari Ibnu Mas’ud r.a., lalu disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas.

Jalur lain. Abu Na’im mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Malik, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad ibnu Hambal, telah menceritakan kepadaku ayahku yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan dan Iknmah, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Mu’tamir, bahwa ayahnya menceritakan kepadanya bahwa telah menceritakan kepadaku Abu Tamimah, dari Amr, barangkali dia mengatakan Al-Bakkali Amr menceritakan kepadanya dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a. yang mengatakan, “Rasulullah Saw. pernah membawaku serta pergi, hingga sampailah kami di suatu tempat, lalu beliau membuat sebuah garis di tanah sebagai pembatas untukku seraya bersabda:

“كُنْ بَيْنَ ظَهْرِ هَذِهِ لَا تَخْرُجُ مِنْهَا؛ فَإِنَّكَ إِنْ خَرَجْتَ مِنْهَا هَلَكْتَ”

‘Tetaplah engkau berada di luar garis ini, janganlah engkau keluar darinya; karena sesungguhnya jika engkau keluar darinya, niscaya engkau akan binasa (mati)’.

Lalu disebutkan hadis dengan panjang lebar yang di dalamnya terdapat hal yang sangat aneh.

Jalur lain. Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abdul Ala, telah menceritakan kepada kami Ibnu Saur, dari Ma’mar, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abdullah ibnu Amr ibnu Gailan As-Saqafi bahwa ia pernah bertanya kepada Abdullah ibnu Mas’ud r.a., “Aku mendengar berita bahwa engkau bersama Rasulullah Saw. di malam delegasi jin.” Ibnu Mas’ud menjawab, “Benar.” Abdullah ibnu Amr ibnu Gailan bertanya, “Bagaimanakah ceritanya?” Maka Abdullah ibnu Mas’ud menceritakan hadis ini dan menyebutkan bahwa Nabi Saw. membuat pembatas untuknya berupa sebuah garis seraya bersabda:

“لَا تَبْرَحْ مِنْهَا”

Jangan kamu tinggalkan tempat ini!

Lalu ibnu Mas’ud r.a. menyebutkan bahwa ia melihat sekumpulan debu yang berwarna hitam, lalu menutupi diri Rasulullah Saw. dan kumpulan debu itu disingkirkannya sebanyak tiga kali. Ketika waktu sudah dekat fajar, Nabi Saw. mendatanginya dan bertanya, “Apakah engkau tidur?” Aku menjawab, “Tidak, demi Allah, sesungguhnya aku berkali-kali berniat akan meminta tolong kepada orang lain, hingga aku mendengar engkau memukul mereka dengan tongkatmu seraya berkata, “Duduklah kalian!” Maka Rasulullah Saw. bersabda:

“لَوْ خَرَجْتَ لَمْ آمَنْ أَنْ يَخْطَفَكَ بَعْضُهُمْ”.

Seandainya kamu keluar dari garis ini, aku tidak dapat menjamin keselamatanmu bila ada sebagian dari mereka yang menyambarmu.

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.