Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Raja, telah menceritakan
kepada kami Abdul Aziz ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Hilal ibnu Abu Hilal, dari Ata ibnu Yasar, dari Abdullah ibnu Amr yang menceritakan
bahwa ayat berikut ada dalam Al-Qur’an, yaitu firman-Nya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan.
(Al-Maidah: 90) Menurut Abdullah ibnu Amr, di dalam kitab Taurat perihal khamr disebutkan seperti berikut, “Sesungguhnya Allah menurunkan perkara yang
hak untuk melenyapkan perkara yang batil dengannya, juga untuk melenyapkan permainan yang tak berguna, seruling, tarian, dosa-dosa besar (yakni khamr barabit),
gendang, tambur, syair dan khamr sekali, bagi orang yang meminumnya. Allah bersumpah dengan menyebut nama-Nya Yang Mahaagung, ‘Barang siapa yang meminumnya
sesudah Kuharamkan, Aku benar-benar akan membuatnya kehausan di hari kiamat. Dan barang siapa yang meninggalkannya sesudah Kuharamkan, Aku benar-benar
akan memberinya minum khamr di hadapan-Ku Yang Mahasuci’.”
Sanad asar ini sahih.
حَدِيثٌ آخَرُ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْب: أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الحارث؛ أَنَّ عَمْرَو بْنَ شُعَيب حَدَّثَهُمْ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ سُكْرًا مَرَّةً وَاحِدَةً، فَكَأَنَّمَا
كَانَتْ لَهُ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا فَسُلِبَهَا، وَمَنْ تَرَكَ الصَّلَاةَ سُكْرًا أَرْبَعَ مَرَّاتٍ، كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ
طينة الْخَبَالِ”. قِيلَ: وَمَا طِينَةُ الْخَبَالِ؟ قَالَ: “عُصَارَةُ أَهْلِ جَهَنَّمَ”.
Hadis lain diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris; Amr ibnu Syu’aib pernah menceritakan kepada mereka bahwa
ayahnya pernah menceritakan dari Abdullah ibnu Amr ibnul As, dari Rasulullah Saw. yang telah bersabda: Barang siapa yang meninggalkan salat sekali karena
mabuk, maka seakan-akan dia memiliki dunia dan semua isinya, lalu dirampas darinya. Dan barang siapa yang meninggalkan salat sebanyak empat kali karena
mabuk, maka sudah seharusnya bagi Allah memberinya minum dari tinatul khabal. Ketika ditanyakan, “Apakah tinatul khabal itu?” Rasulullah Saw. menjawab:
Perasan keringat penduduk neraka Jahannam.
Imam Ahmad meriwayatkannya melalui jalur Amr ibnu Syu’aib.
حَدِيثٌ آخَرُ: قَالَ أَبُو دَاوُدَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ عُمَرَ الصَّنْعَانِيُّ، قَالَ: سَمِعْتُ النُّعْمَانَ
-هُوَ ابْنُ أَبِي شَيْبَةَ الجَنَدي-يَقُولُ عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “كُلُّ مَخمَّر
خَمْر، وَكُلُّ مُسْكِر حَرَام، وَمَنْ شَرِبَ مُسْكِرًا بُخِسَتْ صَلَاتُهُ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا، فَإِنْ تَابَ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَإِنْ عَادَ الرَّابِعَةَ
كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُسقيه مِنْ طِينة الخَبَال”. قيل: وما طينة الْخَبَالِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: “صَدِيدُ أَهْلِ النَّارِ، وَمَنْ سَقَاهُ
صَغِيرًا لَا يَعْرِفُ حَلَالَهُ مِنْ حَرَامِهِ، كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يَسْقِيَهُ مِنْ طينة الخبال”
Hadis lain diriwayatkan oleh Abu Daud, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Rafi’, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Umar As-San’ani
yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar An-Nu’man (yaitu Ibnu Abu Syaibah Al-Jundi) meriwayatkan dari Tawus, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Saw. yang telah
bersabda: Semua minuman yang dibuat melalui proses peragian adalah khamr, dan semua yang memabukkan hukumnya haram. Barang siapa yang meminum minuman yang
memabukkan, maka hapuslah (pahala) salatnya selama empat puluh pagi (hari); dan jika ia bertobat, Allah menerima tobatnya. Dan jika ia kembali lagi minum
untuk keempat kalinya, maka pastilah Allah akan memberinya minum dari tinatul khabal. Ketika ditanyakan, “Apakah tinatul khabal itu, wahai Rasulullah?
Rasulullah saw. menjawab: Nanah penghuni neraka, dan barang siapa yang memberikan minuman yang memabukkan kepada anak kecil yang belum mengetahui halal
dan haramnya, maka Allah pasti akan memberinya minuman dari tinatul khabal.
Hadis diriwayatkan oleh Abu Daud secara munfarid.
حَدِيثٌ آخَرُ: قَالَ الشَّافِعِيُّ، رَحِمَهُ اللَّهُ: أَنْبَأَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا، ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا حُرمها فِي الْآخِرَةِ”.
Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Syafii rahimahullah, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Nafi’, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Barang siapa yang meminum khamr di dunia, kemudian ia tidak bertobat dari perbuatannya itu, Allah mengharamkan khamr baginya kelak di akhirat.
Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui hadis Malik dengan sanad yang sama.
وَرَوَى مُسْلِمٌ عَنْ أَبِي الرَّبِيعِ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “كُلُّ مُسكر خَمْرٌ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمنها وَلَمْ يَتُبْ مِنْهَا لَمْ يَشْرَبْهَا
فِي الْآخِرَةِ”.
Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Rafi’, dari Hammad ibnu Zaid, dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu Umar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah
bersabda: Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap yang memabukkan adalah haram. Dan barang siapa minum khamr, lalu mati dalam keadaan masih kecanduan
khamr dan belum bertobat dari perbuatannya itu, maka kelak di akhirat ia tidak dapat meminum khamr (surga).
حَدِيثٌ آخَرُ: قَالَ ابْنُ وَهْب: أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَسار؛ أنه سمع سالم بن عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: قَالَ عَبْدُ
اللَّهِ بْنُ عُمَرَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “ثَلَاثَةٌ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْعَاقُّ
لِوَالِدَيْهِ، والمُدْمِن الْخَمْرَ، والمنَّان بِمَا أَعْطَى”.
Hadis lain diriwayatkan oleh Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadanya Umar ibnu Muhammad, dari Abdullah ibnu Yasar; ia pernah mendengar Salim ibnu Abdullah
menceritakan bahwa Abdullah ibnu Umar menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Ada tiga macam orang yang Allah tidak memandang mereka (dengan
pandangan rahmat) kelak di hari kiamat, yaitu orang yang menyakiti kedua orang tuanya, orang yang kecanduan khamr. dan orang yang menyebut-nyebut pemberian
yang telah diberikannya.
Imam Nasai meriwayatkan dari Amr ibnu Ali, dari Yazid ibnu Zurai’, dari Umar ibnu Muhammad Al-Umari dengan sanad yang sama.
وَرَوَى أَحْمَدُ، عَنْ غُنْدَر، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ قَالَ: “لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ منَّان وَلَا عَاقٌّ، وَلَا مُدْمِن خَمْرٍ”.
Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Gundar, dari Syu’bah, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Mujahid, dari Abu Sa’id, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Tidak
dapat masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang yang suka menyakiti (kedua orang tuanya), dan tidak (pula) orang yang kecanduan
khamr.
Imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari Abdus Samad, dari Abdul Aziz ibnu Aslam, dari Yazid ibnu Abu Ziyad, dari Mujahid dengan lafaz yang sama; juga
dari Marwan ibnu Syuja’, dari Khasif, dari Mujahid dengan lafaz yang sama.