Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Bazzar dari Muhammad ibnu Umar ibnu Hayyaj Al-Kufi, dari Abdullah ibnu Musa, dari Fudail ibnu Marzuq dengan sanad yang sama. Kemudian ia mengatakan bahwa tidak dikenal riwayat ini melalui Abu Sa’id kecuali melalui jalur Fudail Ibnu Marzuq, dari Atiyyah, dari Abu Sa’id. Dan di akhir riwayat ini disebutkan:
“فَيَقُولُ اللَّهُ: إِيَّايَ عَصَيْتُمْ فَكَيْفَ بِرُسُلِي بِالْغَيْبِ؟ ”
Maka Allah berfirman, “Kalian durhaka kepada-Ku, maka bagaimanakah iman kalian kepada utusan-utusan-Ku yang telah tiada.”
Hadis ketujuh, diriwayatkan melalui Mu’az ibnu Jabal r.a.
قَالَ هِشَامُ بْنُ عَمَّار وَمُحَمَّدُ بْنُ الْمُبَارَكِ الصُّورِيُّ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ وَاقِدٍ، عَنْ يُونُسَ بْنِ حَلْبَسٍ، عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيِّ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، عَنْ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يُؤْتَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِالْمَمْسُوخِ عَقْلًا وَبِالْهَالِكِ فِي الْفَتْرَةِ، وَبِالْهَالِكِ صَغِيرًا. فَيَقُولُ الْمَمْسُوخُ: يَا رَبِّ، لَوْ آتَيْتَنِي عَقْلًا مَا كَانَ مَنْ آتَيْتُهُ عَقْلًا بِأَسْعَدَ مِنِّي -وَذَكَرَ فِي الْهَالِكِ فِي الْفَتْرَةِ وَالصَّغِيرِ نَحْوَ ذَلِكَ-فَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: إِنِّي آمُرُكُمْ بِأَمْرٍ فَتُطِيعُونِي؟ فَيَقُولُونَ: نَعَمْ، فَيَقُولُ: اذْهَبُوا فَادْخُلُوا النَّارَ -قَالَ: وَلَوْ دَخَلُوهَا مَا ضَرَّتْهُمْ-فَتَخْرُجُ عَلَيْهِمْ قَوَابِصُ، فَيَظُنُّونَ أَنَّهَا قَدْ أَهْلَكَتْ مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ، فَيَرْجِعُونَ سِرَاعًا، ثُمَّ يَأْمُرُهُمُ الثَّانِيَةَ فَيَرْجِعُونَ كَذَلِكَ، فَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: قَبْلَ أَنْ أَخْلُقَكُمْ عَلِمْتُ مَا أَنْتُمْ عَامِلُونَ، وَعَلَى عِلْمِي خَلَقْتُكُمْ، وَإِلَى عِلْمِي تَصِيرُونَ، ضُمِّيهِمْ، فَتَأْخُذُهُمُ النَّارُ”
Hisyam ibnu Ammar dan Muhammad ibnul Mubarak As-Suri mengatakan, telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Waqid, dari Yunus ibnu Jalis, dari Abu Idris Al-Khaulani, dari Mu’az ibnu Jabal, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Kelak di hari kiamat dihadapkan seorang yang kurang akalnya, orang yang mati di masa fatrah, dan orang yang mati masih kecil. Maka berkatalah orang yang kurang akalnya, “Wahai Tuhanku, seandainya Engkau memberiku akal, tentulah orang yang Engkau beri akal tidaklah lebih bahagia keadaannya daripada aku.” Kemudian orang yang meninggal dunia di masa fatrah dan orang yang meninggal dunia pada waktu masih berusia kecil (belum balig) mengatakan hal yang sama: Maka Tuhan yang Mahaagung lagi Mahamulia berfirman, “Sesungguhnya Aku- akan memerintahkan sesuatu kepada kalian, apakah kalian akan taat kepada-Ku?” Mereka menjawab, “Ya.” Allah berfirman, “Pergilah dan masuklah kalian ke dalam neraka.” Nabi Saw. bersabda, “Seandainya mereka langsung masuk ke dalam neraka, tentulah neraka tidak akan membahayakan mereka.” Maka pijar-pijar api neraka keluar dari dalam neraka menyambut mereka, sehingga mereka menduga bahwa neraka akan membinasakan segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah. Karena itulah maka mereka kembali dengan cepat. Kemudian Allah memerintahkan hal itu kepada mereka untuk kedua kalinya, tetapi mereka kembali lagi sama dengan sebelumnya. Maka Tuhan berfirman, “Sebelumnya Aku menciptakan kalian, Aku mengetahui segala sesuatu yang akan kalian kerjakan. Penciptaan kalian telah berada di dalam pengetahuan-Ku dan tempat kembali kalian telah berada di dalam pengetahuan-Ku. Hai neraka, Ambillah mereka!” Maka neraka mengambil mereka.
Hadis kedelapan, diriwayatkan melalui Abu Hurairah.
Hadis ini telah disebutkan jauh sebelum ini, yang riwayatnya digabungkan menjadi satu dengan riwayat Al-Aswad ibnu Sari’. Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui sahabat Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
“كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدانه ويُنَصِّرَانه ويُمَجِّسانه، كَمَا تُنْتِجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ، هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟ ”
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka hanya kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, atau seorang Nasrani, atau seorang Majusi. Perihalnya sama dengan binatang ternak yang melahirkan anaknya, dalam keadaan utuh, maka sudah barang tentu kalian tidak akan menjumpai adanya cacat tubuh pada anaknya.
Di dalam riwayat lain disebutkan seperti berikut:
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَرَأَيْتَ مَنْ يَمُوتُ صَغِيرًا؟ قَالَ: “اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu tentang anak kecil yang meninggal dunia?” Rasulullah Saw. menjawab, “Allah lebih mengetahui apa yang bakal mereka kerjakan (bila dewasa).”
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ قُرَّة، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ ضَمْرَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -فِيمَا أَعْلَمُ، شَكَّ مُوسَى-قَالَ: “ذَرَارِيُّ الْمُسْلِمِينَ فِي الْجَنَّةِ، يَكْفُلُهُمْ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ”
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Daud, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Sabit, dari Ata ibnu Qurrah, dari Abdullah ibnu Damrah, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi Saw.—menurut sepengetahuanku—(dalam hal ini Musa, salah seorang perawinya merasa ragu), bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: Anak-anak kaum muslim berada di dalam surga, mereka dipelihara oleh Nabi Ibrahim a.s.
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan sebuah hadis melalui Iyad ibnu Hammad, dari Rasulullah Saw., bahwa Allah Swt. telah berfirman:
“إِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ وَفِي رِوَايَةٍ لِغَيْرِهِ “مُسْلِمِينَ”.
Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif. Menurut riwayat lainnya disebutkan: dalam keadaan muslim.
Hadis kesembilan, diriwayatkan melalui Samurah r.a.
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Barqani di dalam kitabnya Al-Mustakhraj ‘Alal Bukhari telah meriwayatkan melalui hadis Auf Al-A’rabi, dari Abu Raja Al-Utaridi, dari Samurah r.a., dari Nabi Saw. yang telah bersabda:
“كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ” فَنَادَاهُ النَّاسُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَأَوْلَادُ الْمُشْرِكِينَ؟ قَالَ: “وَأَوْلَادُ الْمُشْرِكِينَ”
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah.” Maka orang-orang mengajukan pertanyaannya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan anak-anak kaum musyrik?” Nabi Saw. bersabda, “Begitu pula anak-anak kaum musyrik.”
قَالَ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَحْمَدَ، حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ الضَّبِّي، عَنْ عِيسَى بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي رَجَاء، عَنْ سَمُرَةَ قَالَ: سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَطْفَالِ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ: “هُمْ خَدَمُ أَهْلِ الْجَنَّةِ”
Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Ahmad, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram Ad-Dabbi, dari Isa ibnu Syu’aib, dari Abbad ibnu Mansur, dari Abu Raja, dari Samurah yang menceritakan, “Kami pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang anak-anak kaum musyrik, maka beliau Saw. bersabda: ‘Mereka (akan menjadi) pelayan penghuni surga’.”
Hadis kesepuluh, dari paman Khansa.
قَالَ [الْإِمَامُ] أَحْمَدُ: [حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، يَعْنِي الْأَزْرَقَ] ، أَخْبَرَنَا رَوْح، حَدَّثَنَا عَوْفٌ، عَنْ حَسْنَاءَ بِنْتِ مُعَاوِيَةَ مَنْ بَنِي صَرِيمٍ قَالَتْ: حَدَّثَنِي عَمِّي قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ فِي الْجَنَّةِ؟ قَالَ: “النَّبِيُّ فِي الْجَنَّةِ، وَالشَّهِيدُ فِي الْجَنَّةِ، وَالْمَوْلُودُ فِي الْجَنَّةِ، وَالْوَئِيدُ فِي الْجَنَّةِ
Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Auf, dari Khansa binti Mu’awiyah, dari Bani Sarim. Khansa mengatakan, pamannya telah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, siapa sajakah orang yang masuk surga itu?” Nabi Saw. menjawab: Nabi masuk surga, orang mati syahid masuk surga, anak yang baru lahir masuk surga, dan anak yang dikubur hidup-hidup masuk surga.