Asy-Syu’ara’, ayat 213-220

Ahmad ibnu Abdul Jabbar mengatakan bahwa Ibnu Ishaq hanya mendengarnya dari Abdul Gaffar ibnul Qasim Abu Maryam, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Abdullah ibnul Haris.

وَقَدْ رَوَاهُ أَبُو جَعْفَرِ بْنُ جَرِيرٍ، عَنِ ابْنِ حُمَيْدٍ، عَنْ سَلَمَةَ، عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ الْغَفَّارِ بْنِ الْقَاسِمِ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، فَذَكَرَ مِثْلَهُ، وَزَادَ بَعْدَ قَوْلِهِ: “إِنِّي جِئْتُكُمْ بِخَيْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ”. “وَقَدْ أَمَرَنِي اللَّهُ أَنْ أَدْعُوَكُمْ إِلَيْهِ، فَأَيُّكُمْ يُؤَازِرُنِي عَلَى هَذَا الْأَمْرِ عَلَى أَنْ يَكُونَ أَخِي، وَكَذَا وكذا”؟ قال: فأحجم الْقَوْمُ عَنْهَا جَمِيعًا، وَقُلْتُ -وَإِنِّي لَأَحْدَثُهُمْ سِنًّا، وأرمصُهم عَيْنًا، وَأَعْظَمُهُمْ بَطْنًا، وَأَحْمَشُهُمْ سَاقًا. أَنَا يَا نَبِيَّ اللَّهِ، أَكُونُ وَزِيرَكَ عَلَيْهِ، فَأَخَذَ يَرْقُبُني ثُمَّ قَالَ: “إِنَّ هَذَا أَخِي، وَكَذَا وَكَذَا، فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا”. قَالَ: فَقَامَ الْقَوْمُ يَضْحَكُونَ وَيَقُولُونَ لِأَبِي طَالِبٍ: قَدْ أَمَرَكَ أَنْ تَسْمَعَ لِابْنِكَ وَتُطِيعَ

Abu Ja’far ibnu Jarir telah meriwayatkannya dari Ibnu Humaid, dari Salamah, dari Ibnu Ishaq, dari Abdul Gaffar ibnul Qasim Abu Maryam, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Abdullah ibnul Haris, dari Ibnu Abbas, dari Ali ibnu Abu Talib, lalu disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas. Hanya ditambahkan dalam riwayat ini hal berikut: Sesungguhnya aku menyampaikan kepada kalian kebaikan dunia dan akhirat. Dan sesungguhnya Allah telah memerintah­kan kepadaku untuk mengajak kalian agar menyembah-Nya. Maka siapakah di antara kalian yang menjadi wakilku dalam menyampaikan perkara ini, dia kelak akan menjadi saudaraku dan beroleh anu dan anu. Ali melanjutkan kisahnya, bahwa semua kaum yang hadir diam, dan ia saat itu adalah orang yang paling muda di antara hadirin, paling kurang awas matanya, paling besar perutnya dan paling kecil betisnya, lalu ia berkata, “Saya sanggup, wahai Nabi Allah, untuk menjadi pendukungmu dalam menyampaikannya.” Maka Rasulullah Saw. memegang pundakku dan bersabda, “Sesungguhnya orang ini adalah saudaraku dan anu dan anu, maka tunduk patuhlah kalian kepadanya.” Kemudian kaum yang hadir tertawa dan berkata kepada Abu Talib, “Dia telah memerintahkan kepadamu agar tunduk patuh kepada anakmu itu.”

Teks ini diriwayatkan secara tunggal oleh Abdul Gaffar ibnul Qasim Abu Maryam, dia orangnya berpredikat matruk (tidak terpakai hadisnya) lagi pendusta, dan seorang syi’ah militan. Ali ibnul Madini dan lain-lainnya menuduhnya sebagai orang yang suka membuat-buat hadis, sedangkan para imam menilainya Daif (lemah).

Jalur lain,

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ عِيسَى بْنِ مَيْسَرة الْحَارِثِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْقُدُّوسِ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنِ الْمِنْهَالِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: {وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ} ، قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اصْنَعْ لِي رِجْلَ شَاةٍ بِصَاعٍ مِنْ طَعَامٍ وَإِنَاءً لَبَنًا”. قَالَ: فَفَعَلْتُ، ثُمَّ قَالَ: “ادْعُ بَنِي هَاشِمٍ”. قَالَ: فَدَعَوْتُهُمْ وَإِنَّهُمْ يَوْمئِذٍ لَأَرْبَعُونَ غَيْرَ رَجُلٍ -أَوْ: أَرْبَعُونَ وَرَجُلٌ -قَالَ: وَفِيهِمْ عَشَرَةٌ كُلُّهُمْ يَأْكُلُ الجذَعَة بِإِدَامِهَا. قَالَ: فَلَمَّا أَتَوْا بِالْقَصْعَةِ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ ذرْوَتها ثُمَّ قَالَ: “كُلُوا”، فَأَكَلُوا حَتَّى شَبِعُوا، وَهِيَ على هيئتها لم يرزؤوا مِنْهَا إِلَّا يَسِيرًا، قَالَ: ثُمَّ أَتَيْتُهُمْ بِالْإِنَاءِ فَشَرِبُوا حَتَّى رَوُوا. قَالَ: وفَضَل فَضْلٌ، فَلَمَّا فَرَغُوا أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَكَلَّمَ، فبدرُوه الْكَلَامَ، فَقَالُوا: مَا رَأَيْنَا كَالْيَوْمِ فِي السَّحْرِ. فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: “اصْنَعْ [لِي] رِجْلَ شَاةٍ بِصَاعٍ مِنْ طَعَامٍ”. فَصَنَعْتُ، قَالَ: فَدَعَاهُمْ، فَلَمَّا أَكَلُوا وَشَرِبُوا، قَالَ: فَبَدَرُوهُ فَقَالُوا مِثْلَ مَقَالَتِهِمُ الْأُولَى، فَسَكَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ لِيَ: “اصْنَعْ [لِي] رِجْلَ شَاةٍ بِصَاعٍ مِنْ طَعَامٍ. فَصَنَعْتُ، قَالَ: فَجَمَعْتُهُمْ، فَلَمَّا أَكَلُوا وَشَرِبُوا بَدَرهم رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَلَامَ فَقَالَ: “أَيُّكُمْ يَقْضِي عَنِّي دَيني وَيَكُونُ خَلِيفَتِي فِي أَهْلِي؟ “. قَالَ: فَسَكَتُوا وَسَكَتَ الْعَبَّاسُ خَشْيَةَ أَنْ يُحِيطَ ذَلِكَ بِمَالِهِ، قَالَ: وسكتُّ أَنَا لسِنّ الْعَبَّاسِ. ثُمَّ قَالَهَا مَرَّةً أُخْرَى فَسَكَتَ الْعَبَّاسُ، فَلَمَّا رَأَيْتُ ذَلِكَ قُلْتُ: أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. [فَقَالَ: “أَنْتَ”] قَالَ: وَإِنِّي يَوْمَئِذٍ لَأَسْوَأُهُمْ هَيْئَةً، وَإِنِّي لَأَعْمَشُ الْعَيْنَيْنِ، ضَخْمُ الْبَطْنِ، حَمْش السَّاقَيْنِ.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, dari Isa ibnu Maisarah Al-Harisi, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abdul Quddus, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Abdullah ibnul Haris yang telah menceritakan bahwa Ali r.a. pernah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Asy-Syu’ara’: 214) Rasulullah Saw. bersabda kepada saya, “Buatlah makanan untukku berupa kaki kambing satu sa makanan dan semangkuk susu.” Maka saya kerjakan perintahnya, dan setelah itu beliau bersabda, “Undanglah Bani Hasyim!” Maka saya mengundang mereka yang saat itu jumlah mereka kurang lebih empat puluh orang. Di antara mereka terdapat sepuluh orang (jago makan) yaitu dapat menghabiskan seekor unta jaza’ah berikut kulit-kulitnya. Ketika mangkuk yang berisikan makanan itu dihidangkan, Rasulullah Saw. mengambil (memotong) bagian puncaknya, lalu bersabda, “Silakan makan.” Maka mereka semua makan hingga kenyang, padahal makanan itu masih tetap utuh tidak menyusut kecuali hanya sedikit saja. Kemudian saya sajikan minuman itu kepada mereka, dan mereka semua minum hingga kenyang, sedangkan minuman itu masih tersisa banyak. Setelah mereka selesai dari jamuan itu Rasulullah Saw. hendak berbicara, tetapi tiba-tiba didahului oleh mereka, “Kami belum pernah melihat sihir seperti hari ini.” Rasulullah Saw. diam. Pada hari berikutnya Rasulullah Saw. bersabda, “Buatkanlah untukku masakan kaki kambing dengan satu sa” makanan.” Maka saya membuat­nya, dan Nabi Saw. mengundang mereka lagi. Setelah mereka makan dan minum, mereka mendahului perkataan Nabi Saw. dengan mengucapkan kalimat yang sama seperti kemarin. Akhirnya Rasulullah Saw. hanya diam. Pada keesokan harinya lagi Rasulullah Saw. bersabda, “Hai Ali buatkanlah makanan kaki kambing dengan satu sa ‘makanan untukku.” Maka kulakukan perintahnya, lalu aku mengundang mereka. Setelah mereka makan dan minum, Rasulullah Saw. mendahului mereka berbicara. ”Siapakah dari kalian yang sanggup melunasi utangku dan akan menjadi penggantiku untuk mengurus keluargaku?” Mereka semua diam, dan Al-Abbas paman beliau pun diam karena khawatir utang Nabi Saw. dapat meludeskan semua hartanya. Rasulullah Saw. kembali mengucapkan sabdanya itu dan Al-Abbas tetap diam. Setelah kulihat semuanya diam, maka aku berkata, “Sayalah, wahai Rasulullah.” Pada saat itu saya adalah orang yang paling sederhana penampilannya, dan kedua mata saya mengalami kerabunan, perut saya besar, dan kedua betis saya kecil.

Semua riwayat yang bermacam-macam ini bersumber dari Ali r.a. Makna permintaan Nabi Saw. kepada paman-pamannya dan semua saudara sepupunya agar melunasi utangnya dan menjadi penggantinya untuk mengurus keluarganya ialah jika beliau tewas dalam jihad fi sabilillah. Seakan-akan beliau merasa khawatir bila mulai mengerjakan tugas memberi peringatan, kelak ia akan tewas. Tetapi setelah Allah Swt. menurunkan firman-Nya:

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.