Asy-Syu’ara’, ayat 213-220

telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abu Uwanah, telah menceritakan kepada kami Us’man ibnul Mugirah, dari Abu Sadiq, dari Rabi’ah ibnu Majid, dari Ali r.a. yang telah menceritakan bahwa Rasulullah mengumpulkan atau mengundang Bani Abdul Muttalib yang terdiri dari sejumlah banyak orang, yang untuk menjamu mereka diperlukan seekor unta jaza’ah dan satu farq air minum. Tetapi Rasulullah Saw. hanya membuat satu mud makanan untuk mereka, dan ternyata mereka semua kenyang, sedangkan makanan yang dijamu­kan masih tetap utuh seperti sediakala seakan-akan masih belum disantap. Kemudian Rasulullah Saw. memerintahkan agar didatangkan satu kendi air minum, dan mereka minum darinya hingga kenyang, sedangkan air minum itu masih utuh seperti sediakala sebelum diminum. Lalu beliau Saw. bersabda: “Hai Bani Abdul Muttalib, sesungguhnya aku diutus kepada kalian secara khusus dan juga kepada seluruh manusia secara umum. Kalian telah menyaksikan sendiri mukjizat ini sebagai­mana yang telah kalian lihat, maka siapakah di antara kalian yang mau berbaiat (berjanji setia) kepadaku untuk menjadi saudara dan temanku?” Ali mengatakan bahwa tiada seorang pun yang berdiri menyambut seruannya, “Maka aku bangkit menuju ke arahnya, ‘saat itu aku adalah orang yang termuda’ di antara yang hadir. Nabi Saw. bersabda, ‘Duduklah kamu!’ sebanyak tiga kali, yang pada masing-masingnya aku berusaha bangkit menuju ke arahnya, dan beliau selalu bersabda, ‘Duduklah kamu!’ Setelah ketiga kalinya, barulah beliau menjabatkan tangannya ke tanganku (pertanda setuju).”

Jalur lain lebih garib, tetapi lebih rinci daripada teks yang sebelumnya dengan ada beberapa tambahan.

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو بَكْرٍ الْبَيْهَقِيُّ فِي “دَلَائِلِ النُّبُوَّةِ”: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَافِظُ، حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ مُحَمَّدُ بْنُ يَعْقُوبَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ، حَدَّثَنَا يُونُس بْنُ بُكَيْر، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ قَالَ: فَحَدَّثَنِي مَنْ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ نَوْفَلٍ -وَاسْتَكْتَمَنِي اسْمَهُ -عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ} ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “عَرَفْتُ أَنِّي إِنْ بادأتُ بِهَا قومِي، رَأَيْتُ مِنْهُمْ ما أكره، فَصَمَتُّ. فَجَاءَنِي جِبْرِيلُ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ لَمْ تَفْعَلْ مَا أَمَرَكَ بِهِ رَبُّكَ عَذَّبَكَ رَبُّكَ”. قَالَ عَلِيٌّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: فَدَعَانِي فَقَالَ: “يَا عَلِيُّ، إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَرَنِي [أَنْ] أُنْذِرَ عَشِيرَتِي الْأَقْرَبِينَ، فَعَرَفْتُ أَنِّي إِنْ بَادَأْتُهُمْ بِذَلِكَ رَأَيْتُ مِنْهُمْ مَا أَكْرَهُ، فَصَمت عَنْ ذَلِكَ، ثُمَّ جَاءَنِي جِبْرِيلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنْ لَمْ تَفْعَلْ مَا أُمِرْتَ بِهِ عَذَّبَكَ رَبُّكَ. فَاصْنَعْ لَنَا يَا عَلِيُّ شَاةً عَلَى صَاعٍ مِنْ طَعَامٍ، وَأَعِدَّ لَنَا عُسَّ لَبَنٍ، ثُمَّ اجْمَعْ لِيَ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ”. ففعلتُ فَاجْتَمَعُوا لَهُ، وَهُمْ يَوْمئِذٍ أَرْبَعُونَ رَجُلًا يَزِيدُونَ رَجُلًا أَوْ يَنْقُصُونَ رَجُلًا. فِيهِمْ أَعْمَامُهُ: أَبُو طَالِبٍ، وَحَمْزَةُ، وَالْعَبَّاسُ، وَأَبُو لَهَبٍ الْكَافِرُ الْخَبِيثُ. فَقَدَّمْتُ إِلَيْهِمْ تِلْكَ الجَفْنَةَ، فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْهَا حِذْيَة فَشَقَّهَا بِأَسْنَانِهِ ثُمَّ رَمَى بِهَا فِي نَوَاحِيهَا، وَقَالَ: “كُلُوا بِسْمِ اللَّهِ”. فَأَكَلَ القومُ حَتَّى نَهلوا عَنْهُ مَا يُرَى إِلَّا آثَارُ أَصَابِعِهِمْ، وَاللَّهِ إِنْ كَانَ الرَّجُلُ مِنْهُمْ لَيَأْكُلُ مِثْلَهَا. ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اسْقِهِمْ يَا عَلِيُّ”. فَجِئْتُ بِذَلِكَ القَعب فَشَرِبُوا مِنْهُ حَتَّى نَهِلُوا جَمِيعًا، وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كَانَ الرَّجُلُ مِنْهُمْ لَيَشْرَبُ مِثْلَهُ. فَلَمَّا أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُكَلِّمَهُمْ، بَدَره أَبُو لَهَبٍ إِلَى الْكَلَامِ فَقَالَ: لَهَدّ مَا سَحَّرَكُمْ صَاحِبُكُمْ. فَتَفَرَّقُوا وَلَمْ يُكَلِّمْهُمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَلَمَّا كَانَ الغدُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَا عَلِيُّ، عُدْ لَنَا بِمِثْلِ الَّذِي كُنْتَ صَنَعْتَ بِالْأَمْسِ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ؛ فَإِنَّ هَذَا الرَّجُلَ قَدْ بَدَرني إِلَى مَا سمعتَ قَبْلَ أَنْ أُكَلِّمَ الْقَوْمَ”. فَفَعَلْتُ، ثُمَّ جَمَعْتُهُمْ لَهُ، فَصَنَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا صَنَعَ بِالْأَمْسِ، فَأَكَلُوا حَتَّى نَهِلُوا عَنْهُ، وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كَانَ الرَّجُلُ مِنْهُمْ لَيَأْكُلُ مِثْلَهَا. ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم: “اسْقِهِمْ يَا عَلِيُّ”. فَجِئْتُ بِذَلِكَ القَعب فَشَرِبُوا مِنْهُ حَتَّى نَهِلُوا جَمِيعًا. وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كَانَ الرَّجُلُ مِنْهُمْ لَيَشْرَبُ مِثْلَهُ. فَلَمَّا أَرَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إن يُكَلِّمَهُمْ بَدَره أَبُو لَهَبٍ بِالْكَلَامِ فَقَالَ: لَهَدَّ مَا سَحَّرَكُمْ صَاحِبُكُمْ. فَتَفَرَّقُوا وَلَمْ يُكَلِّمْهُمْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَا عَلِيُّ، عُدْ لَنَا بِمِثْلِ الَّذِي كُنْتَ صنعتَ لَنَا بِالْأَمْسِ مِنَ الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ؛ فَإِنَّ هَذَا الرَّجُلَ قَدْ بَدَرني إِلَى مَا سمعتَ قَبْلَ أَنْ أُكَلِّمَ الْقَوْمَ”. فَفَعَلْتُ، ثُمَّ جَمَعْتُهُمْ لَهُ فَصَنَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ [كَمَا صَنَعَ] بِالْأَمْسِ، فَأَكَلُوا حَتَّى نَهِلُوا عَنْهُ، ثُمَّ سَقَيْتُهُمْ مِنْ ذَلِكَ الْقَعْبِ حَتَّى نَهِلُوا عَنْهُ، وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كَانَ الرَّجُلُ مِنْهُمْ لَيَأْكُلُ مِثْلَهَا وَيَشْرَبُ مِثْلَهَا، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم: “يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، إِنِّي -وَاللَّهِ -مَا أَعْلَمُ شَابًّا مِنَ الْعَرَبِ جَاءَ قَوْمَهُ بِأَفْضَلَ مِمَّا جِئْتُكُمْ بِهِ، إِنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِأَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ”.

Al-Hafiz Abu Bakar Al-Baihaqi di dalam kitabnya Dalailun Nubuwwah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Hafiz, telah menceritakan kepada kami Abul Abbas Muhammad ibnu Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abdul Jabbar, telah menceritakan kepada kami Yusuf ibnu Bukair, dari Muhammad ibnu Ishaq yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadanya seseorang yang mendengar hadis berikut dari Abdullah ibnul Haris ibnu Naufal tanpa menyebutkan namanya, dari Ibnu Abbas, dari Ali ibnu Abu Talib r.a. yang telah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan kepada Rasulullah Saw., yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (Asy-Syu’ara’: 214-215) Maka Rasulullah Saw. berkata, “Aku mengetahui bahwa jika aku sampaikan hal ini dengan segera kepada mereka (kaumku), pastilah aku akan melihat jawaban mereka yang tidak kusukai. Karena itu, terpaksa aku hanya diam.” Maka datanglah Jibril kepadaku dan berkata, “Hai Muhammad, sesungguhnya jika kamu tidak segera melakukan apa yang telah di­perintahkan kepadamu, niscaya Tuhanmu akan mengazabmu.” Ali melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi Saw. memanggilku dan berkata, “Hai Ali sesungguhnya Allah Swt. telah memerintahkan kepadaku untuk memberikan peringatan kepada kaum kerabat terdekatku, dan aku mengetahui bahwa jika aku segera menyampaikan hal itu kepada mereka, pastilah aku akan mendapat jawaban yang tidak aku sukai. Karena itu, aku diam. Kemudian Jibril datang kepadaku dan berkata, “Hai Muhammad, jika kamu tidak melakukan apa yang diperintahkan kepadamu, niscaya Tuhanmu akan mengazabmu.’ Hai Ali buatkanlah makanan untuk kami dengan menyembelih seekor kambing dan satu sa’ makanan serta siapkanlah susu satu qirbah, kemudian kumpulkanlah semua orang Bani Abdul Muttalib.” Maka saya lakukan perintahnya dan berkumpullah di rumah Nabi Saw. semua Banil Muttalib yang saat itu berjumlah kurang lebih empat puluh orang; di antaranya terdapat paman-paman beliau seperti Al-Abbas, Hamzah, Abu Talib, dan Abu Lahab yang kafir lagi kotor itu. Lalu saya suguhkan hidangan itu kepada mereka. Rasulullah Saw. mengambil sepotong daging, lalu membelahnya dengan giginya, dan menaburkannya ke seluruh hidangan tersebut seraya bersabda, “Makanlah dengan menyebut nama Allah.” Maka semua yang hadir makan hingga kenyang, dan tiada yang tersisa kecuali bekas tangan-tangan mereka. Padahal, demi Allah, seseorang dari mereka saja dapat menghabiskan hidangan tersebut. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda, “Berilah mereka minum, hai Ali.” Maka saya datang dengan membawa qirbah tersebut, dan mereka minum darinya hingga kenyang semuanya. Padahal, demi Allah, sesungguhnya seseorang dari mereka dapat menghabiskan minuman itu sendirian. Ketika Rasulullah Saw. hendak berbicara kepada mereka, Abu Lahab mendahuluinya dan mengatakan, “Sungguh kalian telah disihir oleh teman kalian ini (maksudnya Nabi Saw. yang menyuguhkan makanan dan minuman sedikit, tetapi cukup untuk mereka semua).” Mereka bubar dan Rasulullah Saw. tidak sempat berbicara dengan mereka. Pada keesokan harinya Rasulullah Saw. bersabda, “Hai Ali, buatkanlah jamuan bagi kita seperti yang kamu lakukan kemarin, yaitu jamuan makan dan minum, karena sesungguhnya Abu Lahab telah mendahuluiku ber­bicara seperti yang telah kamu dengar sebelum aku berbicara dengan kaum.” Maka saya lakukan perintahnya, kemudian saya undang mereka untuk datang kepada Nabi Saw. Dan Rasulullah Saw. melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya kemarin, lalu mereka semuanya makan hingga kenyang. Padahal, demi Allah, seseorang saja dari mereka dapat meng­habiskan jamuan itu sendirian. Seusai mereka makan, Rasulullah Saw. bersabda, “Hai Ali, berilah mereka minum!” Maka saya datangkan qirbah (wadah minum) itu dan mereka minum darinya hingga semuanya kenyang. Padahal, demi Allah, seseorang saja dari mereka dapat menghabiskan minuman itu sendirian. Ketika Rasulullah Saw. hendak berbicara kepada mereka, Abu Lahab mendahuluinya dengan ucapan, “Sungguh teman kalian ini telah menyihir kalian.” Akhirnya mereka bubar, sedangkan Rasulullah Saw. belum sempat berbicara dengan mereka. Pada keesokan harinya lagi Rasulullah Saw. bersabda, “Hai Ali buatlah jamuan makan dan minum buat kita seperti kemarin, karena sesungguhnya Abu Lahab telah mendahului bicaraku seperti yang telah engkau dengar sendiri sebelum aku berbicara dengan kaum.” Maka saya lakukan perintahnya. Saya kumpulkan mereka di rumah beliau Saw., dan beliau Saw. melakukan seperti apa yang telah dilakukan­nya kemarin (mengambil sepotong daging, lalu menyobek-nyobeknya dan menyebarkannya ke seluruh hidangan). Mereka semua makan hingga kenyang, dan saya beri mereka minum dari wadah minuman tersebut hingga semuanya merasa kenyang. Padahal, demi Allah, seseorang dari mereka saja dapat menghabiskan jamuan makan dan minum itu sendirian. Kali ini Rasulullah Saw. langsung berbicara: Hai Bani Abdul Muttalib, sesungguhnya aku, demi Allah, belum pernah mengetahui ada seorang pemuda Arab yang menyam­paikan kepada kaumnya perkara yang lebih baik daripada apa yang akan kusampaikan kepada kalian ini. Sesungguhnya aku menyampaikan kepada kalian kebaikan dunia dan akhirat.

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.