Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Zaidah Abdul Malik ibnu Umair, dari Musa Ibnu Talhah, dari Abu Hurairah r.a. yang telah mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Asy-Syu’ara’: 214) Maka Rasulullah Saw. menyeru orang-orang Quraisy secara umum dan khusus, lalu beliau bersabda: Hai golongan orang-orang Quraisy, selamatkanlah diri kalian dari neraka. Hai golongan orang-orang Bani Ka’b, selamatkanlah diri kalian dari neraka. Hai golongan orang-orang Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari neraka. Hai golongan orang-orang Bani Abdul Muttalib, selamatkanlah diri kalian dari neraka, Hai Fatimah binti Muhammad, selamatkanlah dirimu dari neraka. Karena sesungguhnya aku demi Allah, tidak mempunyai kekuasaan apa pun bagi kalian terhadap Allah melainkan hanya kalian mempunyai tali persaudaraan denganku yang mengikatku dengan kalian.
Imam Muslim dan Imam Turmuzi telah meriwayatkannya melalui hadis Abdul Malik ibnu Umair dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa bila ditinjau dari jalurnya hadis ini berpredikat garib, Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui hadis Musa ibnuTalhah secara mursal tanpa menyebutkan nama Abu Hurairah di dalamnya. Predikat mausul hadis ini adalah pendapat yang benar. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah meriwayatkannya di dalam kitab sahih masing-masing melalui hadis Az-Zuhri, dari Sa’id ibnul Musayyab dan Abu Salamah ibnu Abdur Rahman, dari Abu Hurairah.
وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ -يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ -عَنْ أَبِي الزنَاد، عَنِ الْأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، اشْتَرُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ اللَّهِ. يَا صَفِيَّةُ عَمَّةَ رَسُولِ اللَّهِ، وَيَا فَاطِمَةُ بِنْتَ رَسُولِ اللَّهِ، اشْتَرِيَا أَنْفُسَكُمَا مِنَ اللَّهِ، لَا أُغني عَنْكُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا، سَلَانِي مِنْ مَالِي مَا شِئْتُمَا”.
Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, dari Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah r.a. yang telah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Hai Bani Abdul Muttalib, tebuslah diri kalian dari (azab) Allah. Hai Safiyyah bibi Rasulullah, hai Fatimah binti Rasulullah, tebuslah diri kamu berdua dari (azab) Allah, karena sesungguhnya aku tidak dapat menolong kalian sedikit pun terhadap Allah, mintalah olehmu berdua dari hartaku sesukamu.
Imam Ahmad meriwayatkannya secara tunggal melalui jalur ini.
Ia pun meriwayatkannya secara tunggal dari Mu’awiyah, dari Zaidah, dari Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. dengan lafaz yang semisal. Ia telah meriwayatkannya pula dari Hasan yang telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah secara marfu’.
وَقَالَ أَبُو يَعْلَى: حَدَّثَنَا سُوَيد بْنُ سَعيد، حَدَّثَنَا ضِمَام بْنُ إِسْمَاعِيلَ، عَنْ مُوسَى بْنِ وَرْدَان، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَا بَنِي قُصَي، يَا بَنِي هَاشم، يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ. أَنَا النَّذِيرُ وَالْمَوْتُ الْمُغِيرُ. وَالسَّاعَةُ الْمَوْعِدُ”
Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Suwaid ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Damam ibni Israil, dari Musa ibnu Wardan, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Hai Bani Qusay, hai Bani Hasyim, hai Bani Abdu Manaf, akulah pemberi peringatan, maut pasti datang menyerang, dan kiamat adalah hari yang telah dijanjikan.
Hadis keempat.
قَالَ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا التَّيْمِيُّ، عَنْ أَبِي عُثْمَانَ، عَنْ قَبِيصة بْنِ مُخَارق وزُهَير بْنِ عَمْرٍو قَالَا لَمَّا نَزَلَتْ: {وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ} صَعد رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَضْمَةً مِنْ جَبَلٍ عَلَى أَعْلَاهَا حَجَرٌ، فَجَعَلَ يُنَادِي: “يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ، إِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ، إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُكُمْ كَرَجُلٍ رَأَى الْعَدُوَّ، فَذَهَبَ يَرْبَأُ أَهْلَهُ، يَخْشَى أَنْ يَسْبِقُوهُ، فَجَعَلَ يُنَادِي وَيَهْتِفُ: يَا صَبَاحَاهُ”.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami At-Taimi, dari Abu Us’man, dari Qubaisah ibnu Mukhariq dan Zuhair ibnu Amr, keduanya mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Asy-Syu’ara’: 214) Maka Rasulullah Saw. menaiki sebuah tumpukan batu besar yang ada di puncak sebuah bukit, lalu berseru: Hai Bani Abdu Manaf, sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan, dan sesungguhnya perumpamaan diriku dan diri kalian adalah bagaikan seorang lelaki yang melihat kedatangan musuh, lalu ia memberikan peringatan dini kepada kaumnya agar jangan kedahuluan oleh musuh. Untuk itu ia berseru dengan sekuat suaranya, “Awas serangan musuh!”
Imam Muslim meriwayatkannya—demikian pula Imam Nasai—melalui hadis Sulaiman ibnuTarkhan At-Taimi, dari Abu Us’man alias Abdur Rahman ibnu Sahi An-Nahdi, dari Qubaisas dan Zuhair ibnu Amr Al-Hilali dengan sanad yang sama.
Hadis kelima.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ، حَدَّثَنَا شَرِيك عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنِ المْنهَال، عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَسَدِيِّ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: {وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ} جَمَعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، فَاجْتَمَعَ ثَلَاثُونَ، فَأَكَلُوا وَشَرِبُوا قَالَ: وَقَالَ لَهُمْ: “مَنْ يَضْمَنُ عَني دَيْنِي وَمَوَاعِيدِي، وَيَكُونُ مَعِي فِي الْجَنَّةِ، وَيَكُونُ خَلِيفَتِي فِي أَهْلِي؟ “. فَقَالَ رَجُلٌ -لَمْ يُسَمِّهِ شَرِيكٌ -يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنْتَ كُنْتَ بَحْرًا مَنْ يَقُومُ بِهَذَا؟ قَالَ: ثُمَّ قَالَ الْآخَرُ، قَالَ: فَعَرَضَ ذَلِكَ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، فَقَالَ عَليٌ: أَنَا
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Aswad ibnu Amir, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Al-A’masy, dari Al-Minhal, dari Abbad ibnu Abdullah Al-Asadi, dari Ali r.a. yang telah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat. (Asy-Syu’ara’: 214) Maka Nabi Saw. mengumpulkan semua ahli baitnya, sehingga terkumpullah sebanyak tiga puluh orang, lalu mereka diberi jamuan makan dan minum. Ali melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Nabi Saw. bersabda kepada mereka, ”Siapakah (di antara kalian) yang sanggup untuk menjamin keselamatan agama dan janji-janjiku? Maka kelak ia akan bersamaku di dalam surga dan menjadi penggantiku di kalangan keluargaku.” Maka ada seorang lelaki —yang tidak disebutkan namanya oleh Syarik— berkata, “Wahai Rasulullah, engkau adalah orang yang lebih mengerti siapa yang dapat mengemban tugas ini.” Lalu ada lelaki lain yang menjawab hal yang sama sebanyak tiga kali. Akhirnya Rasulullah Saw. menawarkan hal tersebut kepada ahli baitnya, lalu Ali berkata, “Saya.”
Jalur lain yang meriwayatkannya lebih rinci disebutkan oleh Imam Ahmad,
حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانة، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْمُغِيرَةِ، عَنْ أَبِي صَادِقٍ، عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ نَاجِذٍ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -أَوْ دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، وَهُمْ رَهْطٌ، كُلُّهُمْ يَأْكُلُ الْجَذَعَةَ وَيَشْرَبُ الفّرَق -قَالَ: وَصَنَعَ لَهُمْ مُدًّا مِنْ طَعَامٍ فَأَكَلُوا حَتَّى شَبِعُوا -قَالَ: وَبَقِيَ الطَّعَامُ كَمَا هُوَ كَأَنَّهُ لَمْ يُمَسَّ. ثُمَّ دَعَا بغُمَرٍ فَشَرِبُوا حَتَّى رَوُوا، وَبَقِيَ الشَّرَابُ كَأَنَّهُ لَمْ يُمَسَّ -أولم يُشْرَبْ -وَقَالَ: “يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، إِنِّي بُعِثْتُ إِلَيْكُمْ خَاصَّةً وَإِلَى النَّاسِ عَامَّةً، وَقَدْ رَأَيْتُمْ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ مَا رَأَيْتُمْ، فَأَيُّكُمْ يُبَايِعُنِي عَلَى أَنْ يَكُونَ أَخِي وَصَاحِبِي؟ “. قَالَ: فَلَمْ يَقُمْ إِلَيْهِ أَحَدٌ. قَالَ: فقمتُ إِلَيْهِ -وَكُنْتُ أَصْغَرَ الْقَوْمِ -قَالَ: فَقَالَ: “اجْلِسْ”. ثُمَّ قَالَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، كُلُّ ذَلِكَ أَقْوَمُ إِلَيْهِ فَيَقُولُ لِيَ: “اجْلِسْ”. حَتَّى كَانَ فِي الثَّالِثَةِ ضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى يَدِي