Al-Fath, ayat 8-10

Abdullah ibnu Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Mu’az, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Qurrah, dari Abuz Zubair, dari Jabir r.a., dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Barang siapa yang mendaki lereng itu, yaitu Lereng Al-Marar, maka sesungguhnya akan dihapuskan darinya dosa-dosa sebagaimana yang telah dihapuskan dari Bani Israil. Dan orang yang mula-mula mendakinya adalah rombongan berkuda Banil Khazraj, kemudian orang-orang lainnya bersegera mendakinya sesudah itu, lalu Nabi Saw. bersabda: Kamu sekalian diampuni dosa-dosanya kecuali pemilik unta merah. Maka kami berkata (kepada lelaki itu), “Kemarilah, Rasulullah Saw. akan memohonkan ampun bagimu.” Tetapi pemilik unta merah itu berkata, “Demi Allah, sesungguhnya bila aku menemukan unta merahku yang hilang, maka lebih aku sukai ketimbang dimohonkan ampunan bagiku oleh teman kalian itu (maksudnyaNabi Saw.).” Ternyata dia adalah lelaki yang sedang mencari unta merahnya.

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini dari Ubaidillah dengan sanad yang sama.

قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ: أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُولُ: أَخْبَرَتْنِي أُمُّ مُبَشِّرٍ أَنَّهَا سَمِعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم يَقُولُ عِنْدَ حَفْصَةَ: “لَا يَدْخُلُ النَّارَ -إِنْ شَاءَ اللَّهُ-مِنْ أَصْحَابِ الشَّجَرَةِ الَّذِينَ بَايَعُوا تَحْتَهَا أَحَدٌ”. قَالَتْ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَانْتَهَرَهَا، فَقَالَتْ لِحَفْصَةَ: {وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا} [مَرْيَمَ: 71] ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قَدْ قَالَ اللَّهُ: {ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا}

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abuz Zubair; ia pernah mendengar Jabir r.a. mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ummu Mubasysyir bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda di rumah Hafsah r.a.: Tidak akan masuk neraka, jika Allah menghendaki, seorang pun dari kalangan orang-orang yang ikut berbaiat di bawah pohon. Lalu Ummu Mubasysyir mengatakan, “Benar, wahai Rasulullah.” Maka Nabi Saw. menghardiknya, dan Hafsah r.a. membaca firman-Nya: Dan tidak ada seorang pun darimu, melainkan mendatangi neraka. (Maryam: 71) Maka Nabi Saw. bersabda bahwa Allah Swt. telah berfirman pula: Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (Maryam: 72)

Imam Muslim telah meriwayatkan pula hadis ini.

Dan di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan pula dari Qutaibah, dari Al-Lais, dari Abuz Zubair, dari Jabir r.a. yang mengatakan bahwa:

أَنَّ عَبْدًا لِحَاطِبِ بْنِ أَبِي بَلْتَعَةَ جَاءَ يَشْكُو حَاطِبًا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَيَدْخُلَنَّ حَاطِبٌ النَّارَ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “كَذَبْتَ، لَا يَدْخُلُهَا؛ فَإِنَّهُ قَدْ شَهِدَ بَدْرًا وَالْحُدَيْبِيَةَ”

sesungguhnya Abdul Hatib ibnu Abu Balta’ah datang mengadu perihal Hatib, lalu ia mengatakan, “Wahai Rasulullah, si Hatib pasti masuk neraka.” Maka Rasulullah Saw. bersabda: Kamu dusta, dia tidak akan memasukinya, karena sesungguhnya dia telah ikut dalam Perang Badar dan (baiat di) Hudaibiyah.

*******************

Karena itulah Allah Swt. berfirman memuji mereka:

{إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا}

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka; maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (Al-Fath: 10)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

{لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا}

Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (Al-Fath: 18

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.