اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاقْبَلْهَا مِنِّي كَمَا قَبِلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ.
“Ya Allah, catatkanlah suatu pahala bagiku di sisi-Mu, dan jadikanlah sujud ini sebagai simpanan (pahala) di sisi-Mu, dan hapuskanlah karenanya suatu dosa dariku, dan terimalah sujud ini sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hamba-Mu Daud.”
Ibnu Abbas r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia melihat Nabi Saw. berdiri dan membaca surat yang ada ayat sajdahnya, kemudian beliau melakukan sujud, dan ia mendengarnya mengucapkan doa dalam sujudnya itu seperti doa yang dikisahkan oleh lelaki itu tentang apa yang dibaca oleh pohon tersebut.
Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini dari Qutaibah, sedangkan Ibnu Majah dari Abu Bakar ibnu Khallad. Keduanya menerima hadis ini dari Muhammad ibnu Yazid, dari Khunais dengan lafaz yang semisal. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib, kami tidak mengenalnya kecuali melalui jalur ini.
قَالَ الْبُخَارِيُّ عِنْدَ تَفْسِيرِهَا أَيْضًا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبِيدِ الطَّنَافِسِيُّ عَنِ الْعَوَامِّ قَالَ: سَأَلْتُ مُجَاهِدًا عَنْ سَجْدَةِ “ص” فَقَالَ: سَأَلْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ: مِنْ أين سجدت؟ فقال: أو ما تَقْرَأُ: {وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ} [الْأَنْعَامِ:84] {أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ} [الْأَنْعَامِ:90] فَكَانَ دَاوُدُ عَلَيْهِ السَّلَامُ مِمَّنْ أُمِرَ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقْتَدِيَ بِهِ فَسَجَدَهَا دَاوُدُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَسَجَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Imam Bukhari mengatakan sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ubaid At-Tayalisi, dari Al-Awwam yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya kepada Mujahid tentang ayat sajdah yang ada di dalam surat Shad, maka Mujahid menjawab bahwa ia pernah mengatakan kepada Ibnu Abbas r.a. (saat ia melakukan sijud), “Mengapa engkau bersujud?” Ibnu Abbas menjawab, bahwa apakah engkau tidak pernah membaca firman-Nya: dan kenapa sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Daud dan Sulaiman. (Al-An’am: 84) Dan firman-Nya: Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An’am: 90) Dan Daud a.s. termasuk salah seorang yang Nabi kalian Saw. telah memerintahkan kepada kita untuk mengikuti jejaknya. Nabi Daud a.s telah melakukan sujud pada surat Shad, maka Rasulullah Saw. pun melakukan sujud kepadanya.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا بَكْرٌ -هُوَ ابْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمُزَنِيُّ-أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَأَى رُؤْيَا أَنَّهُ يَكْتُبُ “ص” فَلَمَّا بَلَغَ إِلَى الَّتِي يَسْجُدُ بِهَا رَأَى الدَّوَاةَ وَالْقَلَمَ وَكُلَّ شَيْءٍ بِحَضْرَتِهِ انْقَلَبَ سَاجِدًا قَالَ: فَقَصَّهَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يَزَلْ يَسْجُدُ بِهَا بَعْدُ.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Zurai’, telah menceritakan kepada kami Humaid, telah menceritakan kepada kami Bakar ibnu Abdullah Al-Muzani, bahwa Abu Sa’id Al-Khudri pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bermimpi menulis surat Shad. Dan ketikan tulisannya sampai pada ayat sajdah yang ada padanya, maka ia melihat tempat tinta pena dan segala sesuatu yang ada di hadapannya terbalik bersujud. Lalu ia menceritakan mimpinya itu kepada Nabi Saw.. maka beliau Saw. sesudah mendengar kisah itu selalu melakukan sujud bila membacanya.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad secara munfarid (tunggal).
قَالَ أَبُو دَاوُدَ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي سَرْحٍ عن أبي سعيد الخدري رضي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ “ص” فَلَمَّا بَلَغَ السَّجْدَةَ نَزَلَ فَسَجَدَ وَسَجَدَ النَّاسُ مَعَهُ، فَلَمَّا كَانَ يَوْمٌ آخَرُ قَرَأَهَا فَلَمَّا بَلَغَ السَّجْدَةَ تَشَزّن النَّاسُ لِلسُّجُودِ، فَقَالَ: “إِنَّمَا هِيَ تَوْبَةُ نَبِيٍّ وَلَكِنِّي رَأَيْتُكُمْ تَشَزّنْتُم”. فَنَزَلَ وَسَجَدَ وَسَجَدُوا.
Imam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Amr ibnul Haris, dari Sa’id ibnu Abu Hilal dari Iyad ibnu Abdullah ibnu Sa’d ibnu Abu Sarh, dari Abu Sa’id r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. membaca surat Shad di atas mimbarnya. Ketika bacaan beliau sampai pada ayat sajdah, beliau turun dari mimbarnya dan sujud. Maka orang-orang pun ikut sujud bersamanya. Pada hari yang lain, beliau Saw. membacanya. Dan ketika sampai pada ayat sajdah. orang-orang bersiap-siap untuk melakukan sujud. Maka Rasulullah Saw. bersabda: Sesungguhnya sujud ini merupakan ungkapan tobat seorang nabi, tetapi aku melihat kalian bersiap-siap melakukannya. Maka beliau Saw. turun (dari mimbarnya) dan sujud.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud secara munfarid, dan sanadnya dengan syarat ada di dalam kitab sahih.
************
Firman Allah Swt.:
{وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ}
Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (Shad: 25)
Yakni sesungguhnya Daud a.s. kelak di hari kiamat mendapat kedudukan yang dekat dengan Allah Swt. dan tempat kembali yang baik, yaitu derajat yang tinggi di surga berkat tobatnya dan keadilannya yang sempurna dalam kerajaannya. Seperti yang disebutkan di dalam kitab sahih:
“الْمُقْسِطُونَ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يُقْسِطُونَ فِي أَهْلِيهِمْ وَمَا وُلُّوا”
Orang-orang yang adil berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya (kelak di hari kiamat) berada di sebelah kanan Tuhan Yang Maha Pemurah, dan yang ada di hadapan-Nya itulah sebelah kanan tempat orang-orang yang berlaku adil terhadap keluarganya dan terhadap kepengurusan yang diserahkan (dipercayakan) kepada mereka.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ، حَدَّثَنَا فُضَيْلٌ عَنْ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَقْرَبَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَإِنَّ أَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَشَدَّهُمْ عَذَابًا إِمَامٌ جَائِرٌ”.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Adam. telah menceritakan kepada kami Fudail ibnu Atiyyah, dari Abu Sa’id Al-Khudri yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya manusia yang paling disukai oleh Allah di hari kiamat nanti dan yang paling dekat kedudukannya dengan Dia adalah pemimpin yang adil. Dan sesungguhnya manusia yang paling dimurkai Allah kelak di hari kiamat dan paling keras azabnya adalah pemimpin yang zalim.
Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Fudail ibnu Marzuq Al-Agar, dari Atiyyah dengan sanad yang sama; Imam Turmuzi mengatakan bahwa ia tidak mengenal hadis ini dalam keadaan marfu’ kecuali melalui jalur ini.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abu Ziad, telah menceritakan kepada kami Sayyar. telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Sulaiman, bahwa ia pernah mendengar Malik ibnu Dinar mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (Shad: 25 )