Shad, ayat 17-20

Ibnu Abbas a.s. melanjutkan, bahwa sejak saat itu wibawa Nabi Daud a.s. di kalangan Bani Israil makin kuat dan makin disegani. Hal inilah yang dimaksudkan oleh firman-Nya: Dan Kami kuatkan kerajaannya. (Shad: 20)

Adapun firman Allah Swt::

{وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ}

dan Kami berikan kepadanya hikmah. (Shad: 20)

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah pemahaman, akal, dan kepandaian. Di lain kesempatan ia mengatakan kebijaksanaan dan keadilan, dan di lain kesempatan lagi Mujahid mengatakan akal sehat.

Qatadah mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Kitabullah dan mengikuti apa yang terkandung di dalamnya.

As-Saddi mengatakan, yang dimaksud dengan hikmah ialah kenabian.

**********

Firman Allah Swt.:

{وَفَصْلَ الْخِطَابِ}

dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. (Shad: 20)

Syuraih Al-Qadi dan Asy-Sya’bi mengatakan, persaksianku sumpah dalam menyelesaikan perselisihan.

Qatadah mengatakan dua orang saksi dibebankan atas pihak tertuduh. Berdasarkan patokan inilah keputusan dalam perselisihan ditetapkan oleh para nabi dan para rasul sebagai penggantinya, juga oleh orang-orang mukmin dan orang-orang saleh. Dan pegangan keadilan dari umat ini sampai hari kiamat nanti. Hal yang sama dikatakan oleh Abu Abdur Rahman As-Sulami

Mujahid dan As-Saddi mengatakan, makna yang dimaksud ialah tepat dalam memutuskan peradilan dan memahami.

Mujahid mengatakan pula bahwa yang dimaksud dengan khitab ialah kebijaksanaan dalam berbicara dan memutuskan ini mencakup semua pengertian pendapat di atas, dan inilah makna yang dimaksud dan dipilih oleh Ibnu Jarir.

ibnu Syabbah An-Namiri. telah menceritakan kepada kami Ibrahim Ibnul Munzir, telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz ibnu Abu Sabit, dari Abdur Rahman ibnu Abuz Zanad, dari ayahnya, dari Bilal ibnu Abu Burdah, dari ayahnya, dari Abu Musa r.a. yang mengatakan bahwa orang yang mula-mula mengucapkan kalimat ‘Amma Ba’du’ adalah Daud a.s. Inilah yang dimaksud dengan faslul khitab.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Asy-Sya’bi, bahwa yang dimaksud dengan faslul khitab ialah ucapan Amma Ba’du

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.