Telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam. Menurut mereka, makna firman Allah Swt.: Apakah kamu sudah penuh? (Qaf: 30) hanyalah dikatakan kepadanya sesudah Allah Swt. meletakkan telapak kaki-Nya di dalamnya, maka menjadi surutlah neraka dan saat itu ia mengatakan, “Masih adakah bagiku suatu tempat untuk ditambahkan kepadaku?”
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa yang demikian itu dikatakan manakala tiada suatu tempat pun di dalam neraka yang dapat memuat sebatang jarum (karena semuanya telah penuh terisi), hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ}
Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). (Qaf: 31)
Qatadah dan Abu Malik serta As-Saddi mengatakan bahwa uzlifat artinya didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa.
{غَيْرَ بَعِيدٍ}
pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). (Qaf: 31)
Demikian itu terjadi pada hari kiamat. Dan dikatakan, “gaira ba’id,” yang artinya ‘tidak jauh’ karena sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi, dan setiap yang akan terjadi pengertiannya adalah dekat masanya.
{هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ}
Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali. (Qaf: 32)
Yakni kembali bertobat dan tidak mengulangi dosanya lagi.
{حَفِيظٍ}
lagi memelihara. (Qaf: 32)
memelihara janji, tidak pernah merusaknya dan tidak pula menyalahinya.
Ubaid ibnu Umair mengatakan Al Awwabul Hafiz orang yang bila duduk di majelis tidak pernah meninggalkannya sebelum membaca istigfar.
{مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ}
(yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, sedangkan Dia tidak kelihatan (olehnya). (Qaf: 33)
Yakni orang yang takut kepada Allah Swt. dalam kesendiriannya, meskipun tiada orang yang melihatnya selain Allah Swt. Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi Saw. yang mengatakan:
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا، فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dan seorang lelaki yang berzikir kepada Allah sendirian, lalu menangis mengeluarkan air matanya.
*******************
{وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ}
dan dia datang dengan hati yang bertobat. (Qaf: 33)
Yaitu bersua dengan Allah Swt. di hari kiamat nanti dengan hati yang bertobat, berserah diri, dan tunduk patuh di hadapan-Nya.
{ادْخُلُوهَا بِسَلامٍ}
masukilah surga itu dengan aman. (Qaf: 34)
Qatadah mengatakan, artinya yaitu selamatlah kalian dari azab Allah Swt. dan para malaikat memberi salam kepada mereka.
Firman Allah Swt.:
{ذَلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ}
itulah hari kekekalan. (Qaf: 34)
Yakni mereka kekal di dalam surga, dan tidak akan mati selama-lamanya, tidak akan pergi darinya serta tidak mau pindah darinya..
Firman Allah Swt.:
{لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ فِيهَا}
Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki. (Qaf: 35)
Maksudnya, apa pun yang mereka minta, maka mereka langsung mendapatkannya. Yaitu berbagai macam kesenangan dan kenikmatan, manakala mereka memintanya langsung disuguhkan kepada mereka.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Usman, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, dari Yahya ibnu Sa’id, dari Khalid ibnu Ma’dan, dari Kasir ibnu Murrah yang mengatakan bahwa termasuk di antara tambahan nikmat surgawi ialah sekumpulan awan melewati ahli surga, maka awan itu bertanya, “Apakah yang kalian inginkan agar aku menurunkannya bagi kalian?” Maka tiada sesuatu pun yang mereka minta, melainkan hujan menurunkannya kepada mereka. Kasir mengatakan bahwa sesungguhnya jika Allah Swt. menjadikan diriku menyaksikan hal tersebut, aku benar-benar akan mengatakan, “Hujanilah kami dengan bidadari-bidadari yang cantik-cantik.”
Di dalam sebuah hadis dari Ibnu Mas’ud r.a. disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“إِنَّكَ لَتَشْتَهِي الطَّيْرِ فِي الْجَنَّةِ، فَيَخِرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ مَشْوِيًّا”
Sesungguhnya engkau benar-benar menginginkan burung di dalam surga, maka dengan serta merta burung itu terjatuh di hadapanmu dalam keadaan telah dipanggang.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ أَبِي الصِّدِّيقِ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إِذَا اشْتَهَى الْمُؤْمِنُ الْوَلَدَ فِي الْجَنَّةِ، كَانَ حَمْلُهُ وَوَضْعُهُ وسِنّه فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ”.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnu Hisyam, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari Amir Al-Ahwal, dari Abu Bakar As-Siddiq r.a., dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Apabila orang mukmin menginginkan anak di dalam surga, maka masa mengandung dan masa melahirkan dan usia (yang diinginkannya) terjadi dalam saat yang sama.
Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya dari Bandar, dari Mu’az ibnu Hisyam dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, dan ditambahkan dalam riwayat ini, “sesuai dengan apa yang diinginkannya.”
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ}
dan pada sisi Kami ada tambahannya. (Qaf: 35)
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
{لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ}
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. (Yunus: 26)
Dalam hadis terdahulu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Suhaib ibnu Sinan Ar-Rumi telah disebutkan bahwa yang dimaksud dengan nikmat tambahan ialah memandang kepada Allah Swt., yakni Zat Allah Swt.
Al-Bazzar dan Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan melalui hadis Syarik Al-Qadi, dari Usman ibnu Umair Abul Yaqzan, dari Anas ibnu Malik r.a. sehubungan dengan makna firman Allah Swt.: dan pada sisi Kami ada tambahannya. (Qaf: 35) Bahwa Tuhan Yang Mahaagung lagi Mahamulia menampakkan diri-Nya kepada mereka tiap hari Jumat.
Imam Abu Abdullah Asy-Syafii telah meriwayatkannya secara marfu’ maka ia mengatakan dalam kitab musnadnya, bahwa:
أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ عُبَيْدَةَ، حَدَّثَنِي أَبُو الْأَزْهَرِ مُعَاوِيَةُ بْنُ إِسْحَاقَ بْنِ طَلْحَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: أَتَى جِبْرَائِيلُ بِمِرْآةٍ بَيْضَاءَ فِيهَا نُكْتَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَا هَذِهِ؟ ” فَقَالَ: هَذِهِ الْجُمُعَةُ، فُضّلتَ بِهَا أَنْتَ وَأُمَّتُكَ، فَالنَّاسُ لَكُمْ فِيهَا تَبَعٌ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى، وَلَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ، وَلَكُمْ فِيهَا سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا مُؤْمِنٌ يَدْعُو اللَّهَ بِخَيْرٍ إِلَّا اسْتُجِيبَ لَهُ، وَهُوَ عِنْدَنَا يَوْمُ الْمَزِيدِ. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَا جِبْرِيلُ، وَمَا يَوْمُ الْمَزِيدِ؟ ” قَالَ: إِنْ رَبَّكَ اتَّخَذَ فِي الْفِرْدَوْسِ وَادِيًا أَفْيَحَ فِيهِ كُثُبُ الْمِسْكِ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ أَنْزَلَ اللَّهُ مَا شَاءَ مِنْ مَلَائِكَتِهِ، وَحَوْلَهُ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ، عَلَيْهَا مَقَاعِدُ النَّبِيِّينَ، وَحَفَّ تِلْكَ الْمَنَابِرَ بِمَنَابِرَ مِنْ ذَهَبٍ، مُكَلَّلَةٍ بِالْيَاقُوتِ وَالزَّبَرْجَدِ، عَلَيْهَا الشُّهَدَاءُ وَالصِّدِّيقُونَ فَجَلَسُوا مِنْ وَرَائِهِمْ عَلَى تِلْكَ الْكُثُبِ، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنَا رَبُّكُمْ، قَدْ صَدَقْتُكُمْ وَعْدِي، فَسَلُونِي أُعْطِكُمْ. فَيَقُولُونَ: رَبَّنَا، نَسْأَلُكَ رِضْوَانَكَ، فَيَقُولُ: قَدْ رَضِيتُ عَنْكُمْ، وَلَكُمْ عَلَيَّ مَا تَمَنَّيْتُمْ، وَلَدَيَّ مَزِيدٌ. فَهُمْ يُحِبُّونَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ لِمَا يُعْطِيهِمْ فِيهِ رَبُّهُمْ مِنَ الْخَيْرِ، وَهُوَ الْيَوْمُ الَّذِي اسْتَوَى فِيهِ رَبُّكُمْ عَلَى الْعَرْشِ، وفيه خلق آدم، وفيه تقوم الساعة”