Imam Muslim mengatakan di dalam kitab sahihnya, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Sa’id r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Surga dan neraka berdebat. Neraka berkata, “Di dalamku terdapat orang-orang yang sewenang-wenang dan orang-orang yang sombong.” Surga mengatakan, “Di dalamku terdapat orang-orang yang lemah dan orang-orang yang miskin.” Maka Allah Swt memutuskan di antara keduanya, untuk itu Dia berfirman kepada surga, “Sesungguhnya engkau adalah rahmat-Ku, dengan melaluimu Aku rnerahmati siapa yang Kukehendaki di antara hamba-hamba-Ku.” Dan berfirman kepada neraka, “Sesungguhnya Engkau adalah azab-Ku yang dengan melaluimu Aku mengazab siapa yang Kukehendaki di antara hamba-hamba-Ku, dan bagi masing masing dari kamu berdua Akulah yang akan memenuhinya.”
Imam Muslim meriwayatkan hadis secara tunggal tanpa Imam Bukhari melalui jalur ini; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Imam Ahmad meriwayatkannya melalui jalur lain dari Abu Sa’id r.a. dengan konteks yang lebih panjang daripada ini. Dia mengatakan:
حَدَّثَنَا حَسَنٌ وَرَوْحٌ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “افْتَخَرَتِ الْجَنَّةُ وَالنَّارُ، فَقَالَتِ النَّارُ: يَا رَبِّ، يَدْخُلُنِي الْجَبَابِرَةُ وَالْمُتَكَبِّرُونَ وَالْمُلُوكُ وَالْأَشْرَافُ. وَقَالَتِ الْجَنَّةُ: أَيْ رَبِّ، يَدْخُلُنِي الضُّعَفَاءُ وَالْفُقَرَاءُ وَالْمَسَاكِينُ. فَيَقُولُ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ، لِلنَّارِ: أَنْتِ عَذَابِي، أُصِيبُ بِكِ مَنْ أَشَاءُ. وَقَالَ لِلْجَنَّةِ: أَنْتِ رَحْمَتِي، وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْكُمَا مِلْؤُهَا، فَيُلْقَى فِي النَّارِ أَهْلُهَا فَتَقُولُ: هَلْ مِنْ مَزِيدٍ؟ قَالَ: وَيُلْقَى فِيهَا وَتَقُولُ: هَلْ مِنْ مَزِيدٍ؟ وَيُلْقَى فِيهَا وَتَقُولُ: هَلْ مِنْ مَزِيدٍ؟ حَتَّى يَأْتِيَهَا عَزَّ وَجَلَّ، فَيَضَعَ قَدَمَهُ عَلَيْهَا، فَتُزْوَى وَتَقُولُ: قَدِنِي، قَدِنِي. وَأَمَّا الْجَنَّةُ فَيَبْقَى فِيهَا مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَبْقَى، فَيُنْشِئُ اللَّهُ لَهَا خَلْقًا مَا يَشَاءُ”
telah menceritakan kepada kami Rauh dan Hasan, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ata ibnus Sa’ib, dari Ubaidillah ibnu Atabah, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Surga dan neraka saling membanggakan diri. Neraka berkata, “Ya Tuhanku, dimasukkan kepadaku orang-orang yang berlaku sewenang-wenang, orang-orang yang sombong, para raja, dan orang-orang yang terhormat.” Surga mengatakan, “Ya Tuhanku, dimasukkan kepadaku orang-orang yang lemah, orang-orang fakir, dan orang-orang miskin.” Maka Allah Swt. berfirman kepada neraka, “Engkau adalah azab-Ku, dengan melaluimu Aku menimpakannya kepada siapa yang Kukehendaki.” Dan berfirman kepada surga, “Engkau adalah rahmat-Ku yang memuat segala sesuatu,dan bagi masing-masing darimu berdua Akulah yang akan memenuhinya.” Lalu dilemparkan ke dalam neraka para penghuninya, dan neraka bertanya, “Masih adakah tambahannya?” Lalu dilemparkan lagi ke dalamnya (penghuni-penghuninya), dan neraka mengatakan, “Masih adakah tambahannya?” Lalu dilemparkan lagi ke dalamnya dan neraka masih bertanya, “Masih adakah tambahannya?” Pada akhirnya Allah Swt. mendatanginya dan meletakkan telapak kaki-Nya, maka menyurutlah neraka dan mengatakan, “Cukup, cukup.” Adapun surga, maka ditetapkan di dalamnya segala sesuatu yang dikehendaki olehNya untuk ditetapkan, dan Allah Swt. menciptakan baginya makhluk-makhluk (lain) menurut apa yang dikehendaki-Nya.
Hadis lain.
وَقَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى فِي مُسْنَدِهِ: حَدَّثَنَا عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَم، حَدَّثَنَا يُونُسُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْغَفَّارِ بْنُ الْقَاسِمِ، عَنْ عُدي بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْش، عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يُعَرِّفُنِي اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ، نَفْسَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَسْجُدُ سَجْدَةً يَرْضَى بِهَا عَنِّي، ثُمَّ أَمْدَحُهُ مِدْحَةً يَرْضَى بِهَا عَنِّي، ثُمَّ يُؤْذَنُ لِي فِي الْكَلَامِ، ثُمَّ تَمُرُّ أُمَّتِي عَلَى الصِّرَاطِ -مَضْرُوبٍ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ جَهَنَّمَ-فَيَمُرُّونَ أَسْرَعَ مِنَ الطَّرْفِ وَالسَّهْمِ، وَأَسْرَعَ مِنْ أَجْوَدِ الْخَيْلِ، حَتَّى يَخْرُجَ الرَّجُلُ مِنْهَا يَحْبُو، وَهِيَ الْأَعْمَالُ. وَجَهَنَّمُ تَسْأَلُ الْمَزِيدَ، حَتَّى يَضَعَ فِيهَا قَدَمَهُ، فَيَنْزَوِي بَعْضُهَا إِلَى بَعْضٍ وَتَقُولُ: قَطُّ قَطُّ! وَأَنَا عَلَى الْحَوْضِ”. قِيلَ: وَمَا الْحَوْضُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: “وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ شَرَابَهُ أَبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ، وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ، وَأَبْرَدُ مِنَ الثَّلْجِ، وَأَطْيَبُ رِيحًا مِنَ الْمِسْكِ. وَآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ النُّجُومِ، لَا يَشْرَبُ مِنْهُ إِنْسَانٌ فَيَظْمَأُ أَبَدًا، وَلَا يُصْرَفُ فَيَرْوَى أَبَدًا”
Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan di dalam kitab musnadnya, telah menceritakan kepada kami Uqbah ibnu Makram, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Abdul Gaffar ibnul Qasim, dari Addi ibnu Sabit, dari Zurr ibnu Hubaisy, dari Ubay ibnu Ka’b r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah bersabda: Allah Swt. memperkenalkan diri-Nya kepadaku pada hari kiamat, maka aku bersujud kepada-Nya dengan sujud yang membuat-Nya rida kepadaku, kemudian aku memuji-Nya dengan pujian yang menyebabkan Dia rida kepadaku. Kemudian diizinkan bagiku untuk berbicara. Lalu umatku melewati sirat (jembatan) yang dipasang di antara ke dua sisi neraka Jahanam. Maka mereka melaluinya (ada yang cepatnya) melebihi kedipan mata, ada yang cepatnya seperti anak panah, dan ada yang cepatnya seperti kuda balap yang terbaik, hingga keluarlah darinya seseorang dengan merangkak; hal itu menurut amal perbuatan (masing-masing). Dan Jahanam meminta tambahan (isi), hingga akhirnya Allah Swt. meletakkan telapak kaki -Nya di dalamnya, maka menyisihlah sebagian darinya dengan sebagian yang lain seraya berkata, “Cukup, cukup.” Sedangkan saat itu aku berada di haud (telaga)ku. Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah haud itu?” Beliau Saw. menjawab: Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya air telaga itu lebih putih daripada susu warnanya, rasanya lebih manis daripada madu dan lebih sejuk daripada air es serta baunya lebih harum daripada minyak kesturi. Sedangkan wadah-wadabnya lebih banyak daripada bilangan bintang-bintang. Seseorang yang telah minum darinya tidak akan merasa haus untuk selama-lamanya, dan tidaklah ia selesai dari meminumnya melainkan merasa segar selama-lamanya.
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Yahya Al-Hammami, dari Nasr Al-Jazzar, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan (ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami bertanya kepada Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Dia menjawab, “Masih adakah tambahan?” (Qaf: 30) Ibnu Abbas mengatakan bahwa neraka Jahanam masih belum merasa penuh. Ia mengatakan, “Masih adakah tempat yang akan ditambahkan kepadaku?”
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah, Dia menjawab, “Masih adakah tambahan?” (Qaf: 30) Yakni masih adakah padaku suatu tempat yang kini semuanya telah penuh?
Al-Walid ibnu Muslim telah meriwayatkan dari Yazid ibnu Abu Maryam, ia pernah mendengar Mujahid mengatakan bahwa masih terus-menerus dimasukkan ke dalam neraka (para penghuninya), hingga neraka neagatakan, “Aku telah penuh,” dan mengatakan, “Masih adakah tempat tambahan bagiku?”