Arsip Kategori: Tafsir Jalalain

077. Qs. Al-Mursalat : 21-40

021. (Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh) tempat yang terpelihara, yaitu dalam rahim. 022. (Sampai waktu yang ditentukan) yaitu sampai waktu kelahirannya. 023. (Lalu Kami tentukan) waktu tersebut (maka sebaik-baik yang menentukan) adalah Kami. 024. (Kecelakaan yang besarlah … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

077. Qs. Al-Mursalat : 41-50

041. (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan) berada dalam naungan pohon-pohon, yang pada hari itu bukan main panasnya, padahal tiada matahari (dan mata air-mata air) yang mengalir. 042. (Dan mendapat buah-buahan dari jenis-jenis yang mereka sukai) di dalam ungkapan … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

078. Qs. An-Nabaa : 1-20

001. (Tentang apakah) mengenai apakah (mereka saling bertanya-tanya?) yakni orang-orang Quraisy sebagian di antara mereka bertanya-tanya kepada sebagian yang lainnya. 002. (Tentang berita yang besar) ayat ini merupakan penjelasan bagi sesuatu yang dipertanyakan mereka itu. Sedangkan Istifham atau kata tanya … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

078. Qs. An-Nabaa : 21-40

021. (Sesungguhnya neraka Jahanam itu padanya ada tempat pengintaian) artinya, selalu mengintai atau ada tempat pengintaian. 022. (Bagi orang-orang yang melampaui batas) karena itu mereka tidak akan dapat menyelamatkan diri daripadanya (sebagai tempat kembali) bagi mereka, karena mereka akan dimasukkan … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

079. Qs. An-Naaziaat : 1-20

001. (Demi yang mencabut nyawa) atau demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang kafir (dengan keras) atau mencabutnya dengan kasar. 002. (Dan demi yang mencabut nyawa dengan lemah lembut) maksudnya, demi malaikat-malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin secara pelan-pelan. 003. (Dan … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

079. Qs. An-Naaziaat : 21-40

021. (Tetapi Firaun mendustakan) Nabi Musa (dan mendurhakai) Allah swt. 022. (Kemudian dia berpaling) dari iman (seraya berjalan) di muka bumi dengan menimbulkan kerusakan. 023. (Maka dia mengumpulkan) para ahli sihir dan bala tentaranya (lalu berseru.) 024. (Seraya berkata, “Akulah … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

079. Qs. An-Naaziaat : 41-46

041. (Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya) kesimpulan makna yang terkandung di dalam Jawab syarat ini ialah, bahwasanya orang yang durhaka akan dimasukkan ke dalam neraka, dan orang yang taat akan dimasukkan ke dalam surga. 042. (Mereka bertanya kepadamu) yakni orang-orang … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

080. Qs. ‘Abasa : 1-20

001. (Dia telah bermuka masam) yakni Nabi Muhammad telah bermuka masam (dan berpaling) yaitu memalingkan mukanya karena, 002. (telah datang seorang buta kepadanya) yaitu Abdullah bin Umi Maktum. Nabi saw. tidak melayaninya karena pada saat itu ia sedang sibuk menghadapi … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

080. Qs. ‘Abasa : 21-40

021. (Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur) artinya, Dia menjadikannya berada di dalam kubur yang menutupinya. 022. (Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali) menjadi hidup kembali pada hari berbangkit nanti. 023. (Tidaklah demikian) artinya, benarlah (manusia itu … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

080. Qs. ‘Abasa : 41-42

041. (Dan ditutup pula) diselimuti pula (oleh kegelapan) dan kepekatan yang menghitam. 042. (Mereka itulah) maksudnya, orang-orang yang keadaannya demikian adalah (orang-orang kafir lagi durhaka) yakni orang-orang yang di dalam dirinya berkumpul kekafiran dan kedurhakaan. ——————————————————————————–

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |