Ar-Ra’d, ayat 38-39

Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan. (apa yang Dia kehendaki). (Ar-Ra’d: 39) Bahwa barang siapa yang ajalnya telah datang, maka ia dimatikan, dan Allah menetapkan kehidupan bagi orang yang ditetapkan-Nya masih hidup hingga sampai pada ajalnya. Pendapat ini dipilih oleh Abu Ja’far ibnu Jarir rahimahullah.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ}

dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz). (Ar-Ra’d: 39)

Maksudnya, perkara halal dan perkara haram.

Sedangkan menurut Qatadah, makna yang dimaksud ialah keseluruhan Kitab dan pokoknya.

Ad-Dahhak mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab. (Ar-Ra’d: 39) bahwa yang dimaksud ialah Kitab yang ada di sisi Tuhan semesta alam.

Sunaid ibnu Daud mengatakan, telah menceritakan kepadaku Mu’tamir, dari ayahnya, dari Yasar, dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah bertanya kepada Ka’b tentang makna Ummul Kitab. Maka Ka’b menjawab, “Ummul Kitab ialah ilmu Allah tentang apa yang Dia ciptakan dan apa yang diperbuat oleh ciptaan-Nya. Kemudian Allah berfirman kepada ilmu-Nya, ‘Jadilah engkau sebuah Kitab.’ Maka jadilah ia sebuah Kitab.

Ibnu Juraij mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan di sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab. (Ar-Ra’d: 39) Bahwa yang dimaksud ialah Az-Zikr (Al-Qur’an)

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.