Abdullah ibnu Wahb telah mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, bahwa Diraj (yakni Abus Samah) pernah menceritakan kalimat berikut kepadanya, dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id Al-Khudri secara marfu’:
“طُوبَى: شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ سَنَةٍ، ثياب أهل الجنة تخرج من أكمامها”
Tuba adalah sebuah pohon di dalam surga, besarnya santa dengan jarak perjalanan seratus tahun, pakaian-pakaian ahli surga keluar dari kuntum-kuntumnya.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى، سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ لَهِيعة، حَدَّثَنَا دَرَّاج أَبُو السَّمْحِ، أَنَّ أَبَا الْهَيْثَمِ حَدَّثَهُ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ] عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، طُوبَى لِمَنْ رَآكَ وَآمَنَ بِكَ. قَالَ: “طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى، ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي”. قَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَمَا طُوبَى؟ قَالَ: “شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ مَسِيرَةُ مِائَةِ عَامٍ، ثِيَابُ أَهْلِ الْجَنَّةِ تَخْرُجُ مِنْ أَكْمَامِهَا”.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Lahi’ah mengatakan: Telah menceritakan kepada kami Diraj (yakni Abus Samah), bahwa Abul Haisam pernah menceritakan kepadanya, dari Abu Sa’id Al-Khudri, dari Rasulullah Saw., bahwa ada seorang lelaki bertanya, “Wahai Rasulullah, tuba (berbahagialah) bagi orang yang melihatmu dan beriman kepadamu.” Rasulullah Saw. bersabda: Berbahagialah bagi orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Berbahagialah, berbahagialah, dan berbahagialah bagi orang yang beriman kepadaku dan tidak melihatku. Lelaki lainnya bertanya kepada Rasulullah Saw., “Apakah yang dimaksud dengan tuba (berbahagialah) itu?” Rasulullah Saw. menjawab: Sebuah pohon di dalam surga yang besarnya adalah perjalanan seratus tahun, pakaian ahli surga keluar dari kuntum (bunga)nya.
Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan:
عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ رَاهَوَيْهِ، عَنْ مُغِيرَةَ الْمَخْزُومِيِّ، عَنْ وَهيب، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا”
dari Ishaq Ibnu Rahawaih, dari Mugirah Al-Makhzumi, dari Wuhaib, dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum melampauinya.
Abu Hazim mengatakan bahwa lalu ia mengetengahkan hadis ini kepada An-Nu’man ibnu Ayyasy Az-Zurqi. Maka ia berkata bahwa telah menceritakan kepadanya Abu Sa’id Al-Khudri, dari Nabi Saw. yang telah bersabda:
“إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ الجَوَاد المضمَّرَ السَّرِيعَ مِائَةَ عَامٍ مَا يَقْطَعُهَا”.
Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara kuda pacuan yang kencang larinya memacu kudanya selama seratus tahun, ia masih belum dapat melampauinya.
Di dalam kitab Sahih Bukhari:
مِنْ حَدِيثِ يَزِيدَ بْنِ زُرَيع، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي قَوْلِ اللَّهِ: {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ} [الْوَاقِعَةِ: 30] قَالَ: “فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا”.
melalui hadis Yazid ibnu Zurai’, dari Sa’id, dari Qatadah, dari Anas r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda sehubungan dengan makna firman-Nya: dan naungan yang terbentang luas. (Al-Waqi’ah: 30) yaitu: Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tanpa bisa melampauinya.
وَقَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا سُرَيْج، حَدَّثَنَا فُلَيْح، عَنْ هِلَالِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةٌ يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ سَنَةٍ اقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ {وَظِلٍّ مَمْدُودٍ}
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Syuraih, telah menceritakan kepada kami Falih, dari Hilal ibnu Ali, dari Abdur Rahman ibnu Abu Amrah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun masih belum melampauinya. Bacalah oleh kalian bila kalian suka akan firman-Nya, “Dan naungan yang terbentang luas.” (Al-Waqi’ah: 30)
Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Shahihain.
Menurut lafaz lain —bagi Imam Ahmad— disebutkan pula bahwa:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، سَمِعْتُ أَبَا الضَّحَّاكِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: “إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا سَبْعِينَ -أَوْ: مِائَةَ -سَنَةٍ هِيَ شَجَرَةُ الْخُلْدِ”.
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far dan Hajjaj; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Abu Dalihak menceritakan hadis berikut dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon, seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama tujuh puluh — atau seratus tahun—. ia adalah pohon Khuldi.
قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَذَكَرَ سِدْرَةَ الْمُنْتَهَى، قَالَ: “يَسِيرُ فِي ظِلِّ الْفَنَنِ مِنْهَا الرَّاكِبُ مِائَةَ سَنَةٍ -أَوْ: قَالَ-: يَسْتَظِلُّ فِي الْفَنَنِ مِنْهَا مِائَةُ رَاكِبٍ، فِيهَا فِرَاشُ الذَّهَبِ، كَأَنَّ ثَمَرَهَا القلال”.
Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Yahya ibnu Abbad ibnu Abdullah ibnuz Zubair, dari ayahnya, dari Asma binti Abu Bakar r.a. yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. menceritakan tentang Sidratul Muntaha, lalu Rasulullah Saw. bersabda: Seorang pengendara berjalan di bawah naungan salah satu tangkainya selama seratus tahun —atau bernaung di bawah sebuah rantingnya seratus orang pengendara—, padanya terdapat kupu-kupu emas, buahnya seakan-akan sebesar gentong.
Hadis diriwayatkan oleh Imam Turmuzi.
وَقَالَ إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ يُوسُفَ، عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ أَبِي سَلَّامٍ الْأَسْوَدِ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ الْبَاهِلِيَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا انْطُلِقَ بِهِ إِلَى طُوبَى، فَتُفْتَحُ لَهُ أَكْمَامُهَا، فَيَأْخُذُ مِنْ أَيِّ ذَلِكَ شَاءَ، إِنْ شَاءَ أَبْيَضَ، وَإِنْ شَاءَ أَحْمَرَ، وَإِنْ شَاءَ أَصْفَرَ، وَإِنْ شَاءَ أَسْوَدَ، مِثْلُ شَقَائِقِ النُّعْمَانِ وَأَرَقُّ وَأَحْسَنُ”.
Ismail ibnu Ayyasy meriwayatkan dari Sa’id ibnu Yusuf, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Abu Salam Al-Aswad yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Umamah Al-Bahili mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: tiada seorang pun di antara kalian masuk surga melainkan pergi ke pohon Tuba. Maka dibukakan baginya kuntum-kuntumnya, dan ia mengambil darinya pakaian yang disukainya. Jika ia suka warna putih, mengambil warna putih; jika ia suka warna merah, mengambil warna merah; jika ia suka warna kuning, mengambil warna kuning; dan jika suka warna hitam, mengambil warna hitam; warna-warninya seperti bunga syaqaiqun nu’man dan lebih lembut lagi lebih indah.