Ali Imran, ayat 10-11

Ad-Dahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah seperti perbuatan kaum Fir’aun. Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Ikrimah, Mujahid, Abu Malik, dan Ad-Dahhak serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Di antara mereka ada yang mengatakan seperti sepak terjang kaum Fir’aun, seperti perbuatan kaum Fir’aun, serupa dengan kaum Fir’aun, tetapi pada garis besarnya ungkapan mereka berdekatan.

Ad-da-bu atau ad-da-abu sama wazan-nya dengan lafaz nahrun dan naharun, artinya perbuatan, keadaan, perkara, dan kebiasaan. Seperti dikatakan dalam bahasa Arab: Hal ini masih tetap menjadi kebiasaanku dan kebiasaanmu.

Umru-ul Qais, salah seorang penyair mereka, mengatakan:

وُقُوفًا بِهَا صَحْبِي عَلَيَّ مَطِيَّهُمْ … يَقُولُونَ لَا تأسف أَسًى وَتَجَمَّلِ

كَدَأْبِكَ مِنْ أُمِّ الْحُوَيْرِثِ قَبْلَهَا … وَجَارَتِهَا أَمِّ الرَّبَابِ بِمَأْسَلِ

Yang mengajak teman-temanku berhenti di atas kendaraan mereka masing-masing karena dia. Mereka mengatakan, “Janganlah engkau merusak dirimu dengan rasa putus asa, tetapi kuatkanlah hatimu. Seperti kebiasaanmu dengan Ummul Huwairis sebelum dia dan tetangga wanitanya, yaitu Ummur Rabbab di Ma-sal.

Makna da-bika dalam syair di atas ialah seperti kebiasaanmu dengan Ummul Huwairis, ketika engkau merusak dirimu sendiri karena mencintainya, lalu kamu menangisi rumah dan bekas-bekas yang ditinggalkannya.

Makna ayat, orang-orang kafir itu tidak bermanfaat buat diri mereka harta benda dan anak-anak mereka, bahkan mereka binasa dan disiksa seperti yang pernah terjadi pada kaum Fir’aun dan orang-orang sebelumnya dari kalangan orang-orang yang mendustakan ayat: ayat Allah dan hujah-hujah-Nya yang dibawa oleh para rasul.

*******************

وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقابِ

Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (Ali Imran: 11)

Yakni pembalasan Allah sangat keras lagi siksa-Nya sangat pedih, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya dan tiada sesuatu pun yang luput dari-Nya. Bahkan Dia Maha Melakukan apa yang Dia kehendaki, Dia Mahamenang atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Dia, dan tidak ada Tuhan yang berkuasa selain Dia

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.