Al-Qashash, ayat 25-28

Telah menceritakan pula kepada kami Abu Zar’ah, bahwa telah menceritakan kepada kami Safwan yang mengatakan, ia pernah mendengar Al-Walid bercerita, bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Lahi’ah tentang makna fasyusy. Maka ia menjawab, “Kambing betina yang teteknya besar dan memancarkan air susunya dengan deras.'” Ketika ditanya tentang dabub, ia menjawab, “Kambing betina yang panjang teteknya hingga seakan-akan menyeretnya.” Ia bertanya kepada Ibnu Lahi’ah tentang makna ‘azuz, Ibnu Lahi’ah menjawab bahwa ‘azuz adalah kambing betina yang kecil pancaran air susunya. Ia bertanya tentang makna tsaul, maka Ibnu Lahi’ah menjawab, “Ia adalah kambing betina yang teteknya sangat kecil hingga yang kelihatan hanyalah putingnya saja.” Ia bertanya kepada Ibnu Lahi’ah mengenai makna kamisyah, maka Ibnu Lahi’ah menjawab, “Ia adalah kambing betina yang teteknya kecil, tidak sampai sebesar kepalan tangan.”

Sumber riwayat ini berasal dari Abdullah ibnu Lahi’ah Al-Masri yang hafalannya buruk, dan kami khawatir bila ke-marfu’-an riwayat ini keliru, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Jarir telah meriwayatkan perkataan Anas ibnu Malik secara mauquf yang sebagian darinya mirip dengan riwayat di atas dengan sanad yang jayyid. Untuk itu ia mengatakan: telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Mu’az ibnu Hisyam, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Qatadah, telah menceritakan kepada kami Anas ibnu Malik r.a. yang mengatakan bahwa setelah Nabi Musa a.s. menyelesaikan masa yang telah disepakati bersama temannya, maka temannya mengatakan kepadanya, “Setiap kambing yang melahirkan anak yang berbeda warna bulunya, maka itu adalah untukmu.” Maka Musa sengaja mengangkat tambang-tambang (tali timba) yang ada di atas sumur itu. Ketika melihat tambang-tambangnya telah dilepas, semua ternak kambing itu terkejut, lalu mengelilingi sumur itu mondar-mandir sehingga semua yang hamil melahirkan anaknya dengan warna yang berbeda dengan induknya, terkecuali hanya seekor kambing betina, sehingga Musa membawa pergi anak-anak ternak kambing yang lahir di tahun itu

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.