قَالَ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ الْعَلَّافُ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عَطَاءٍ الْخُرَاسَانِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ: {يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا} قَالَ: “ذَلِكَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، وَذَلِكَ يَوْمَ يَقُولُ اللَّهُ لِآدَمَ: قُمْ فَابْعَثْ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ بَعَثًا إِلَى النَّارِ. قَالَ: مِنْ كَمْ يَا رَبِّ؟ قَالَ: مِنْ كُلِّ أَلْفٍ تِسْعُمِائَةٍ وَتِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَنْجُو وَاحِدٌ”. فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ، وَعَرَفَ ذَلِكَ رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم قَالَ حِينَ أَبْصَرَ ذَلِكَ فِي وُجُوهِهِمْ: “إِنَّ بَنِي آدَمَ كَثِيرٌ، وَإِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِنْ وَلَدِ آدَمَ، وَإِنَّهُ لَا يَمُوتُ مِنْهُمْ رَجُلٌ حَتَّى يَرِثَهُ لِصُلْبِهِ أَلْفُ رَجُلٍ. فَفِيهِمْ وَفِي أَشْبَاهِهِمْ جُنَّةٌ لَكُمْ”.
Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Ay’yub Al-Allaf, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Maryam, telah menceritakan kepada kami Nafi’ ibnu Yazid. telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Ata Al-Khurrasani, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. membaca firman-Nya: Kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban. (Al-Muzzammil: 17) Lalu beliau Saw. bersabda: Demikian itn terjadi di hari kiamat, yaitu hari yang padanya Allah berfirman kepada Adam, “Bangkitlah dan kirimkanlah dari keturunanmu orang-orang yang akan dimasukkan ke dalam neraka !” Adam bertanya, “Dari berapakah jumlah mereka, Ya Tuhanku?” Allah Swt. berfirman, “Dari seliap seribu orang sebanyak sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang, sedangkan yang seorangnya selamat.” Maka hal itu terasa berat di kalangan kaum muslim, dan Rasulullah Saw. dapat membaca mereka, lalu beliau Saw. melanjutkan sabdanya pada saat melihat rasa keberatan ini di wajah mereka: Sesungguhnya keturunan Adam itu banyak sekali, dan sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj termasuk keturunan Adam, dan sesungguhnya tidaklah mati seseorang dari mereka sebelum menebarkan dari sulbinya seribu orang anak. Maka kiriman ke neraka itu adalah mereka dan orang-orang yang serupa dengan mereka, sedangkan surga untuk kalian.
Hadis ini garib, dan telah disebutkan keterangan mengenai hadis-hadis ini dalam permulaan tafsir surat Al-Hajj.
*******************
Firman Allah Swt.:
{السَّمَاءُ مُنْفَطِرٌ بِهِ}
Langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu karena Allah. (Al-Muzzammil: 18)
Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa hal itu terjadi karena kedahsyatan dan kegemparan yang terjadi pada hari kiamat. Di antara ulama tafsir adapula yang merujukkan damir kepada Allah, yakni karena perintah-Nya. Pendapat ini diriwayatkan dari Mujahid dan Ibnu Abbas, tetapi diniiai kurang kuat. mengingat dalam konteks yang sebelumnya tidak disebut-sebut nama Allah.
Firman Allah Swt.:
{كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولا}
Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana. (Al-Muzzammil: 18)
Artinya, janji Allah yang menyatakan akan terjadinya hari kiamat itu pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan iagi