Imam Bukhari telah meriwayatkan melalui hadis Syu’bah, dari Asy’as, dari Ibnu Abusy Sya’sa, dari ayahnya, dari Masruq, dari Aisyah r.a. bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi masuk menemuinya, lalu wanita Yahudi itu mengatakan, “Kami berlindung kepada Allah dari azab kubur.” Maka Aisyah r.a. menanyakan azab kubur itu kepada Rasulullah Saw., dan beliau menjawab: Benar, azab kubur itu adalah hak (benar). Siti Aisyah r.a. mengatakan bahwa tidak sekali-kali ia melihat Rasulullah Saw. sesudah peristiwa itu bila telah selesai dari salatnya, melainkan memohon perlindungan dari azab kubur.
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. dengan segera membenarkan berita yang disampaikan oleh wanita Yahudi tersebut dan mengakuinya. Sedangkan dalam hadis-hadis yang sebelumnya dinyatakan bahwa pada mulanya beliau Saw. mengingkari hal tersebut, hingga turunlah kepadanya wahyu yang menerangkannya. Barangkali keduanya merupakan dua peristiwa —hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui— dan hadis-hadis mengenai azab kubur banyak sekali.
Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: pada pagi dan petang. (Al-Mu’min: 46) Maksudnya, di setiap pagi dan petang selama dunia masih berputar. Dikatakan kepada mereka, “Hai kaum Fir’aun, inilah tempat tinggal kalian,” dengan nada mencemoohkan dan kecaman serta menghina mereka.
Ibnu Zaid mengatakan bahwa mereka (Fir’aun dan kaumnya) sekarang berada di dalam neraka di setiap pagi dan petang hingga hari kiamat.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Al-Muharibi, telah menceritakan kepada kami Lais, dari Abdur Rahman ibnu Sarwan, dari Huzail, dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a. yang mengatakan bahwa sesungguhnya arwah para syuhada berada di dalam perut burung-burung hijau yang terbang bebas di dalam surga membawa mereka ke mana pun yang mereka kehendaki. Dan sesungguhnya arwah anak-anak kecil kaum mukmin berada di dalam perut burung-burung pipit yang terbang bebas di dalam surga membawa mereka sekehendak mereka, lalu burung-burung itu hinggap di lentera-lentera yang bergantung di ‘Arasy. Dan sesungguhnya arwah Fir aun dan kaumnya berada di dalam perut burung-burung hitam yang setiap pagi dan petang pergi ke neraka Jahanam. Yang demikian itulah pengertian ‘ditampakkan kepada mereka neraka pada pagi dan petang’.
Ats-Tsauri telah meriwayatkannya dari Abu Qais, dari Abul Huzail ibnu Syurahbil, dari perkataan Ibnu Mas’ud r.a. sehubungan dengan nasib arwah Fir’aun dan kaumnya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi di dalam hadis Isra melalui riwayat Harun Al-Abdi, dari Abu Sa’id Al-Khudn r.a., dari Rasulullah Saw. yang antara lain disebutkan bahwa kemudian aku dibawa pergi menuju ke tempat sejumlah banyak orang yang semuanya laki-laki. Tiap orang dari mereka mempunyai perut sebesar rumah yang besar; mereka dalam keadaan terbelenggu dengan memakai pakaian kaum Fir’aun, dan kaum Fir’aun ditampakkan kepada mereka neraka di setiap pagi dan petang.
{وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ}
dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (Al-Mu’min: 46)
Fir’aun bersama kaumnya seperti unta yang terkena racun; mereka menumbukkan dirinya pada batu dan pohon, sedangkan mereka tidak sadar dengan perbuatannya itu.
قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أخْرَم، حَدَّثَنَا عَامِرُ بْنُ مُدْرِك الْحَارِثِيُّ، حَدَّثَنَا عُتْبَةُ -يَعْنِي ابْنَ يَقْظَانَ-عَنْ قَيْسِ بْنِ مسلم، عن طارق، عن شِهَابٍ، عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَا أَحْسَنَ مُحْسِنٌ مِنْ مُسْلِمٍ أَوْ كَافِرٍ إِلَّا أَثَابَهُ اللَّهُ”. قَالَ: قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا إِثَابَةُ الْكَافِرِ؟ فَقَالَ: “إِنْ كَانَ قَدْ وَصَلَ رَحِمًا أَوْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ أَوْ عَمِلَ حَسَنَةً، أَثَابَهُ اللَّهُ الْمَالَ وَالْوَلَدَ وَالصِّحَّةَ وَأَشْبَاهَ ذَلِكَ”. قُلْنَا: فَمَا إِثَابَتُهُ فِي الْآخِرَةِ؟ قَالَ: “عَذَابًا دُونَ الْعَذَابِ” وَقَرَأَ: {أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ}
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnu Akhram, telah menceritakan kepada kami Amir ibnu Mudrik Al-Harisi, telah menceritakan’ kepada kami Atabah ibnu Yaqzhan, dari Qais ibnu Muslim, dari Tariq, dari Syihab, dari Ibnu Mas’ud r.a., dari Nabi Saw. yang telah bersabda, “Tidak sekali-kali seseorang berbuat kebaikan dari kalangan orang muslim ataupun orang kafir, melainkan Allah memberi balasan.” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah balasan orang kafir itu?” Nabi Saw. menjawab: jika dia telah menyambung tali persaudaraan atau memberikan suatu sedekah atau mengerjakan kebaikan, maka Allah memberinya balasan berupa harta, anak, kesehatan, dan lain sebagainya yang serupa. Kami bertanya, “Lalu apakah balasan baginya di negeri akhirat nanti?” Rasulullah Saw. menjawab: Azab tanpa penderitaan (yang harus diterimanya) Lalu beliau Saw. membaca firman-Nya: Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. (Al-Mu’min: 46)
Al-Bazzar telah meriwayatkan hadis ini di dalam kitab musnadnya, dari Zaid ibnu Akhram, kemudian ia mengatakan bahwa kami tidak mengetahui Zaid ibnu Akhram mempunyai isnad selain hadis ini.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Karim ibnu Abu Umair, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Muhammad Al-Fazzari Al-Balkhi yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Al-Auza’i saat ditanya oleh seorang lelaki yang mengatakan kepadanya, “Semoga Allah merahmatimu, kami telah melihat banyak burung yang keluar dari dalam laut menuju ke arah barat. Burung-burung itu berbulu putih, gelombang demi gelombang; tiada yang mengetahui bilangannya kecuali hanya Allah Swt. Dan apabila hari telah petang, burung-burung itu kembali dalam keadaan hitam legam bulunya.” Al-Auza’i mengatakan, “Kamu telah menyaksikannya dengan mata kepalamu sendiri?” Lelaki itu menjawab, “Benar.” Maka Al-Auza’i mengatakan bahwa sesungguhnya di dalam perut burung-burung itu terdapat arwah Fir’aun dan kaumnya, ditampakkan kepada mereka neraka di setiap pagi dan petang, lalu kembali ke sarang mereka, sedangkan bulu mereka telah hangus terbakar hingga menjadi hitam. Di malam hari bulu hitam itu rontok, lalu muncul kembali bulu putihnya, setelah itu burung-burung itu pergi lagi menuju ke neraka setiap pagi, dan petangnya kembali ke sarangnya. Demikianlah kebiasaan yang terjadi pada mereka di dunia. Apabila kiamat telah terjadi, Allah berfirman: Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. (Al-Mu’min: 46) Al-Auza’i mengatakan bahwa mereka (Fir’aun dan bala tentaranya) berjumlah kurang lebih enam ratus ribu personel.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ، إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ. فَيُقَالُ: هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ، إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ”.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ishaq, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Nafi’, dari Ibnu Umar r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya seseorang di antara kalian apabila mati, ditampakkan kepadanya setiap pagi dan petang kedudukannya. Jika dia termasuk ahli surga, maka surgalah yang ditampakkan kepadanya; dan jika dia ahli neraka, maka yang ditampakkan kepadanya adalah neraka. Lalu dikatakan kepadanya, “Inilah tempatmu kelak sampai Allah membangkitkan kamu untuk menempatinya di hari kiamat.”