Akan tetapi, timbul suatu pengertian bahwa tidak diragukan lagi ayat ini adalah ayat Makkiyyah, dan mereka telah menjadikannya sebagai dalil yang menunjukkan adanya azab kubur di alam barzakh.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا هَاشِمٌ -هُوَ ابْنُ الْقَاسِمِ أَبُو النَّضْرِ-حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سَعِيدٍ -هُوَ ابْنُ عَمْرِو بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ-حَدَّثَنَا سَعِيدٌ -يَعْنِي أَبَاهُ-عَنْ عَائِشَةَ؛ أَنَّ يَهُودِيَّةً كَانَتْ تَخْدُمُهَا فَلَا تَصْنَعُ عَائِشَةُ إِلَيْهَا شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ إِلَّا قَالَتْ لَهَا الْيَهُودِيَّةُ: وَقَاكِ اللَّهُ عَذَابَ الْقَبْرِ. قَالَتْ: فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلْ لِلْقَبْرِ عَذَابٌ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: “لَا وَعَمَّ ذَلِكَ؟ ” قَالَتْ: هَذِهِ الْيَهُودِيَّةُ، لَا نَصْنَعُ إِلَيْهَا شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ إِلَّا قَالَتْ: وَقَاكِ اللَّهُ عَذَابَ الْقَبْرِ. قَالَ: “كَذَبَتْ يَهُودُ. وَهُمْ عَلَى اللَّهِ أَكْذَبُ، لَا عَذَابَ دُونَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ”. ثُمَّ مَكَثَ بَعْدَ ذَلِكَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَمْكُثَ، فَخَرَجَ ذَاتَ يَوْمٍ نِصْفَ النَّهَارِ مُشْتَمِلًا بِثَوْبِهِ، مُحْمَرَّةً عَيْنَاهُ، وَهُوَ يُنَادِي بِأَعْلَى صَوْتِهِ: “الْقَبْرُ كَقِطَعِ اللَّيْلِ المظلم أَيُّهَا النَّاسُ، لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا. أَيُّهَا النَّاسُ، اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، فَإِنَّ عَذَابَ الْقَبْرِ حَقٌّ”
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim alias Abun Nadr, telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Sa’id ibnu Amr ibnu Sa’id ibnul As, telah menceritakan kepada kami Sa’id (yakni ayahnya), dari Aisyah r.a., bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi yang menjadi pelayannya, maka tidak sekali-kali Aisyah berbuat suatu kebaikan kepadanya, melainkan ia mendoakan bagi Aisyah, “Semoga Allah memelihara dirimu dari siksa kubur.” Aisyah r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa lalu Rasulullah Saw. masuk menemuinya, maka ia bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah siksa kubur itu ada sebelum hari kiamat?” Rasulullah Saw. bersabda, “Tidak ada. Siapa yang menduga demikian?” Aisyah menjawab, “Wanita Yahudi ini, tidak sekali-kali aku berbuat baik kepadanya melainkan dia mendoakan bagiku, ‘Semoga Allah memelihara dirimu dari siksa kubur’.” Rasulullah Saw. bersabda, “Orang-orang Yahudi itu pendusta dan terhadap Allah mereka lebih pendusta lagi, tiada azab sebelum hari kiamat.” Kemudian selang beberapa waktu menurut apa yang dikehendaki Allah, pada suatu hari beliau Saw. keluar di tengah hari seraya memakai kain selimut, sedangkan kedua mata beliau memerah, lalu beliau berseru dengan suara yang sangat keras: Alam kubur itu bagaikan sepotong malam hari yang sangat gelap. Hai manusia, sekiranya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu banyak menangis dan sedikit tertawa. Hai manusia, mohonlah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur, karena sesungguhnya siksa kubur itu benar (adanya).
Sanad hadis ini sahih dengan syarat Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak mengetengahkannya.
وَرَوَى أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ -قَالَ: سَأَلَتْهَا امْرَأَةٌ يَهُودِيَّةٌ فَأَعْطَتْهَا، فَقَالَتْ لَهَا: أَعَاذَكِ اللَّهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. فَأَنْكَرَتْ عَائِشَةُ ذَلِكَ، فَلَمَّا رَأَتْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتِ لَهُ، فَقَالَ: “لَا”. قَالَتْ عَائِشَةُ: ثُمَّ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ذَلِكَ: “وَإِنَّهُ أُوحِيَ إلي أنكم تفتنون في قبوركم”.
Imam Ahmad meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dan Aisyah r.a. yang menceritakan bahwa pernah ada seorang wanita Yahudi meminta-minta kepadanya, maka ia memberinya, lalu wanita Yahudi itu berdoa “Semoga Allah menyelamatkan dirimu dari siksa kubur.” Siti Aisyah r.a. tidak suka dengan hal tersebut. Dan ketika ia melihat Nabi Saw datang, maka ia menanyakan hal itu kepada Nabi Saw., dan Nabi Saw. menjawab, “Tidak ada” Kemudian setelah peristiwa ini berlalu, Rasulullah Saw. bersabda: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan disiksa di dalam kubur kalian.
Hadis ini pun dengan syarat keduanya.
Maka timbullah pertanyaan, bagaimanakah menggabungkah antara hal ini dan keadaan ayat sebagai ayat Makkiyyah yang mengandung kesimpulan dalil yang menunjukkan adanya siksa kubur?
Sebagai jawabannya dapat dikatakan bahwa ayat ini hanya menunjukkan bahwa arwah itu ditampilkan di hadapan neraka di setiap pagi dan petang di alam barzakh, dan tidak ada suatu pengertian pun yang menunjukkan menjalarnya rasa sakit arwah sampai kepada tubuh (jasad) kasarnya di alam kubur, karena hal tersebut hanya khusus terjadi pada roh. Adapun mengenai terjadinya azab pada jasad dan rasa sakit karena azab itu, maka tiada suatu dalil pun yang menunjukkan ke arahnya melainkan hanya melalui sunnah, yaitu dalam hadis-hadis yang dapat diterima, seperti yang akan dikemukakan kemudian.
Dapat pula dikatakan bahwa sesungguhnya ayat ini hanya menunjukkan adanya azab bagi orang-orang kafir di alam barzakhnya, dan tidak mengandung suatu kepastian yang menyatakan adanya azab bagi orang mukmin di alam kuburnya karena dosa yang dilakukannya. Di antara dalil yang memperkuat pendapat ini ialah sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا يُونُسَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا امْرَأَةٌ مِنَ الْيَهُودِ، وَهِيَ تَقُولُ: أَشَعَرْتِ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي قُبُورِكُمْ؟ فَارْتَاعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ: “إِنَّمَا يُفْتَنُ يَهُودُ” قَالَتْ عَائِشَةُ: فَلَبِثْنَا لَيَالِيَ، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَشَعَرْتِ أَنَّهُ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِي الْقُبُورِ؟ ” وَقَالَتْ عَائِشَةُ: سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد يَسْتَعِيذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ.
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Umar, telah menceritakan kepada kami Yunus, dari Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah Saw. masuk ke dalam rumahnya yang pada saat itu di hadapan Aisyah ada seorang wanita Yahudi, sedangkan Siti Aisyah berkata (kepada wanita Yahudi itu), “Apakah kamu meyakini bahwa kamu diazab dalam kuburmu?” Maka Rasulullah Saw. terkejut, lalu bersabda, “Sesungguhnya yang diazab (dalam kubur) hanyalah orang Yahudi.” Aisyah melanjutkan kisahnya, bahwa lalu kami tinggal beberapa malam sesudah peristiwa itu, kemudian Rasulullah Saw. bersabda: Ingatlah, sesungguhnya kalian akan diazab di dalam kubur (mu). Siti Aisyah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw. sesudah peristiwa itu selalu memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Muslim, dari Harun ibnu Sa’id dan Harmalah, keduanya dari Ibnu Wahb, dari Yunus ibnu Yazid Al-Aili, dari Az-Zuhri dengan sariad yang sama.
Dapat pula dikatakan bahwa sesungguhnya ayat ini menunjukkan arwah diazab di alam barzakhnya, tetapi bukan berarti tubuh kasar yang ada di dalam kuburnya ikut merasakannya. Ketika hal mengenai ini diwahyukan kepada Nabi Saw., maka barulah Nabi Saw. memohon perlindungan kepada Allah dari siksa kubur. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
وَقَدْ رَوَى الْبُخَارِيُّ مِنْ حَدِيثِ شُعْبَةَ، عَنْ أَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ يَهُودِيَّةً دَخَلَتْ عَلَيْهَا فَقَالَتْ: أَعَاذَكِ اللَّهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. فَسَأَلَتْ عَائِشَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ؟ فَقَالَ: “نَعَمْ عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ”. قَالَتْ عَائِشَةُ: فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بعدُ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ