Al-Fath, ayat 27-28

Lalu para pemimpin orang-orang kafir keluar dari kota Mekah untuk sementara waktu, karena mereka tidak mau menyaksikan Rasulullah Saw. dan para sahabatnya di Mekah, hati mereka dipenuhi oleh rasa dendam dan marah. Adapun penduduk Mekah lainnya dari kalangan kaum laki-laki dan wanita serta anak-anak, maka mereka duduk di pinggir-pinggir jalan di atas rumah-rumah mereka untuk menyaksikan kedatangan Rasulullah Saw. dan para sahabatnya.

Rasulullah Saw. dan para sahabatnya memasuki Mekah; di barisan depan para sahabat berjalan mengawalnya seraya membaca talbiyah, sedangkan hewan-hewan kurban mereka telah dikirimkan oleh Nabi Saw. ke Zu Tuwa Nabi Saw. saat itu mengendarai unta kendaraannya yang bernama Oaswa seperti pada hari Hudaibiyah dan Abdullah ibnu Rawwahah Al-Ansari memegang tali kendalinya, seraya mendendangkan syair berikut:

بِاسْمِ الَّذِي لَا دِينَ إِلَّا دينُه … بِاسْمِ الَّذِي محمدٌ رَسُولُهُ …

خَلُّوا بَنِي الكُفَّار عَنْ سَبِيله … الْيَوْمَ نَضْرِبُكُمْ عَلَى تَأْويله …

كَمَا ضَرَبْنَاكُمْ عَلَى تَنْزِيلِهِ … ضَرْبًا يزيلُ الهام عَن مَقِيله …

ويُذْهِل الخليل عن خليله … قَدْ أَنْزَلَ الرَّحْمَنُ فِي تَنْزِيلِهِ …

فِي صُحف تُتْلَى عَلَى رسُوله … بِأَنَّ خَيْرَ القَتْل فِي سَبِيلِهِ …

يَا رَبِّ إِنِّي مُؤْمِنٌ بِقِيلِهِ

Dengan nama Tuhan yang tiada agama yang diterima kecuali agama-Nya, dan dengan nama Tuhan yang Muhammad menjadi utusan-Nya. Hai Banil Kuffar (orang-orang kafir), menyingkirlah kalian dari jalannya, pada hari ini kami pukul kalian sesuai dengan apa yang diperintahkannya, sebagaimana kami pun memukul kalian berdasarkan perintah yang diturunkan kepadanya, yaitu dengan pukulan yang dapat memisahkan kepala dari tubuhnya, dan dapat membuat sedih seseorang karena ditinggal kekasihnya. Sesungguhnya Tuhan Yang Maha Pemurah telah menurunkan wahyu-Nya yang dicatat di dalam lembaran-lembaran yang dibacakan kepada Rasul-Nya bahwa sebaik-baik mati ialah dalam membela jalan-Nya. Ya Tuhanku, sesungguhnya aku beriman kepada sabdanya.

Ini merupakan himpunan dari berbagai riwayat yang terpisah-pisah. Yunus ibnu Bukair telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Abu Bakar ibnu Hazm yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah Saw. memasuki kota Mekah dalam umrah qadanya, beliau memasukinya dengan berkendaraan, sedangkan Abdullah ibnu Rawwahah r.a. memegang tali kendali unta kendaraannya seraya mengucapkan bait-bait syair berikut:

خُلُّوا بَنِي الْكُفَّارِ عَنْ سَبِيلِهِ … إِنِّي شَهيدٌ أَنَّهُ رَسُولُهُ …

خَلُّوا فَكُلُّ الْخَيْرِ فِي رَسُولِهِ … يَا رَبِّ إِنِّي مُؤْمِنٌ بِقِيلِهِ …

نَحْنُ قَتَلْنَاكُمْ عَلَى تَأْوِيلِهِ … كَمَا قَتَلْنَاكُمْ عَلَى تَنْزِيلِهِ …

ضَرْبًا يُزيل الْهَامَ عن مقيله … ويذهل الخليل عن خليله …

Menyingkirlah, hai orang-orang kafir, dari jalannya. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa dia adalah utusan Allah. Menyingkirlah kalian, semua kebaikan ada pada Rasul-Nya. Ya Tuhanku, sesungguhnya aku beriman kepada sabdanya. Kami memerangi kalian karena perintahnya sebagaimana kami memerangi kalian karena wahyu yang diturunkan kepadanya. Kami lakukan pukulan yang dapat memisahkan kepala dari tubuhnya dan mengakibatkan orang bersedih hati karena ditinggal orang yang dikasihinya.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Az-Zuhri, dari Anas ibnu Malik r.a. yang menceritakan bahwa ketika Rasulullah Saw. memasuki kota Mekah dalam umrah qadanya, Abdullah ibnu Rawwahah berjalan kaki dihadapan beliau Saw. Dan menurut riwayat yang lain, Abdullah memegang tali kendali unta kendaraan Nabi Saw. seraya mengucapkan bait-bait syair berikut:

خَلُّوا بَنِي الْكُفَّارِ عَنْ سَبِيلِهِ … قَدْ نَزَّلَ الرَّحْمَنُ فِي تَنْزِيلِهِ …

بَأَنَّ خَيْرَ الْقَتْلِ فِي سَبِيلِهِ … يَا رَبِّ إِنِّي مُؤْمِنٌ بِقِيلِهِ …

نَحْنُ قَتَلْنَاكُمْ عَلَى تَأْوِيلِهِ … كَمَا قَتَلْنَاكُمْ عَلَى تَنْزِيلِهِ …

ضربا يزيل الهام عن مقيله … ويذهل الخليل عَنْ خَلِيلِهِ …

Menyingkirlah, hai orang-orang kafir, dari jalannya. Sesungguhnya Tuhan Yang Maha Pemurah telah menurunkan wahyu yang menyebutkan, bahwa sebaik-baik kematian ialah dalam membela jalan-Nya. Ya Tuhanku, sesungguhnya aku beriman kepada sabdanya. Kami memerangi kalian karena perintahnya sebagaimana kami perangi kalian karena wahyu yang diturunkan kepadanya. Pada hari ini kami pukul kalian karena perintahnya dengan pukulan yang dapat melenyapkan kepala dari tubuhnya dan membuat sedih seseorang karena ditinggalkan oleh orang yang disayanginya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnus Sabbah, telah menceritakan kepada kami Ismail (yakni Ibnu Zakaria), dari Abdullah (yakni Ibnu Usman), dari Abut Tufail, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah Saw. beristirahat di MarruzZahran dalam umrahnya, sampailah berita kepada sahabat-sahabat beliau Saw. bahwa orang-orang Quraisy mengatakan bahwa kaum muslim tidak datang dari arah Al-Ajf.

Maka sahabat-sahabat beliau berkata, “Sebaiknya kita sembelih saja sebagian dari unta kendaraan kita, lalu kita makan dagingnya dan kita teguk gulainya, sehingga besok bila kita memasuki Mekah kita dalam keadaan segar dan kuat. Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Jangan kalian lakukan itu, tetapi kumpulkanlah semua bekal yang masih ada pada kalian.” Maka mereka mengumpulkannya kepada Nabi Saw. dan mereka menggelar tikar, lalu mereka makan hingga semuanya kenyang dan masing-masing dari mereka memenuhi wadah minumnya dan mengambil bekal dari makanan itu (yang tadinya sedikit, ternyata bahkan lebih, berkat doa Nabi Saw.).

Kemudian Rasulullah Saw. datang ke Mekah dan langsung masuk ke Masjidil Haram, sedangkan orang-orang Quraisy duduk di arah sebelah Al-Hijr. Maka Rasulullah Saw. melilitkan kain selendangnya ke bawah ketiaknya dan bersabda, “Jangan sampai kaum itu (orang-orang Quraisy) melihat suatu kelemahan pun pada kalian.”

Maka Rasulullah Saw. mengusap rukun yang ada Hajar Aswadnya, lalu berlari kecil dalam tawafnya. Hingga manakala rukun Yaman i sudah dilewatinya, beliau berjalan kaki biasa menuju Hajar Aswad (maksudnya agar orang-orang Quraisy saat melihatnya, ia dalam keadaan tegar dan kuat, makanya beliau pada permulaan tawafnya berlari-lari kecil). Maka orang-orang Quraisy mengatakan, “Kelihatannya kamu tidak suka berjalan kaki, sesungguhnya kalian berlari lincah bagaikan kijang.” Maka Rasulullah Saw. melakukan tawafnya dengan berlari kecil sebanyak tiga putaran, sejak saat itu hal tersebut dijadikan sebagai sunnah.

Abut Tufail mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah Saw. melakukan hal tersebut dalam haji wada’nya, yakni berlari kecil dalam tiga putaran pertamanya.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Yazid, telah menceritakan kepada kami Ayyub, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. tiba di Mekah bersama para sahabatnya, sedangkan keadaan mereka lemah karena cuaca kota Yas’rib yang buruk yang hal ini mempengaruhi kondisi kesehatan mereka.

Maka orang-orang musyrik mengatakan, “Sesungguhnya telah datang kepada kalian suatu kaum yang telah dilemahkan oleh demam Yasrib yang menjadikan kondisi tubuh mereka buruk.” Dan orang-orang musyrik duduk di bagian yang bersebelahan dengan Al-Hijr, maka Allah Swt. memberitahukan kepada Nabi-Nya tentang apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik itu.

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.