Al-Anbiya, ayat 78-82

{وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ}

dan (Kami tundukkan pula kepadanya) setan-setan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan setan yang lain yang terikat dalam belenggu. (Shad: 37-38)

Adapun firman Allah Swt.:

{وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ}

dan adalah Kami memelihara mereka itu. (Al-Anbiya: 82)

Yakni Allah menjaga Sulaiman bila ada seseorang dari setan-setan itu hendak berbuat jahat terhadapnya, bahkan semua setan berada dalam genggaman kekuasaan-Nya dan tunduk di bawah keperkasaan Allah. Tiada seorang pun dari mereka yang berani mendekati Sulaiman, bahkan Sulaiman berkuasa penuh atas mereka. Jika dia menghendaki, dapat saja ia menahan seseorang dari mereka yang dikehendakinya, dapat pula melepaskan siapa pun dari mereka yang dikehendakinya. Karena itulah dalam ayat ini disebutkan oleh firman-Nya:

{وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ}

dan setan yang lain terikat dalam belenggu. (Shad: 38)

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.