Firman Allah Swt.:
{انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ}
Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti. (Al-An’am: 65)
Yakni Kami jelaskan dan Kami terangkan tanda-tanda itu sekali, dan pada lain waktu Kami tafsirkan.
{لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ}
agar mereka memahaminya. (Al-An’am: 65)
Maksudnya memahami dan mau menggunakan akal pikirannya untuk menganalisis ayat-ayat Allah, hujah-hujah-Nya, dan bukti-bukti kekuasaan-Nya.
قَالَ زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ: لَمَّا نَزَلَتْ {قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ [أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ] } الْآيَةَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقاب بَعْضٍ بِالسُّيُوفِ. قَالُوا: وَنَحْنُ نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّكَ رَسُولُ اللَّهِ؟ قَالَ: ” نَعَمْ”. فَقَالَ بَعْضُ النَّاسِ: لَا يَكُونُ هَذَا أَبَدًا، أَنْ يَقْتُلَ بَعْضُنَا بَعْضًا وَنَحْنُ مُسْلِمُونَ، فَنَزَلَتْ: {انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ * وَكَذَّبَ بِهِ قَوْمُكَ وَهُوَ الْحَقُّ قُلْ لَسْتُ عَلَيْكُمْ بِوَكِيلٍ * لِكُلِّ نَبَإٍ مُسْتَقَرٌّ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ}
Zaid ibnu Aslam telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:Katakanlah, “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian dari atas kalian.” (Al- An’ am: 65), hingga akhir ayat. Bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Janganlah kalian berbalik menjadi kufur sesudahku, sebagian dari kalian memukul leher sebagian yang lain dengan pedang(nya). Mereka (para sahabat) bertanya, “Padahal kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan engkau adalah utusan Allah.” Nabi Saw. menjawab, “Ya, benar.” Maka sebagian dari mereka ada yang mengatakan “Hal ini tidak akan terjadi selama-lamanya, yaitu sebagian dari kami membunuh sebagian yang lain, padahal kami adalah orang-orang muslim.” Maka turunlah firman-Nya: Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahaminya). Dan kaummu mendustakannya (azab), padahal azab itu benar adanya. Katakanlah, “Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusan kalian.” Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kalian akan mengetahui. (Al-An’am: 65-67)
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ibnu Jarir