Al-An’am: 84-90

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya Mahasuci Allah Dialah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Az-Zumar: 4)

****

Adapun firman Allah Swt.:

{أُولَئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ}

Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab, hikmat, dan kenabian. (Al-An’am: 89)

Artinya, merekalah orang-orang yang telah Kami berikan nikmat kepada mereka berupa hal-hal tersebut sebagai rahmat buat hamba-hamba Kami melalui mereka, dan sebagai kasih sayang Kami terhadap semua makhluk.

{فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا}

Jika ingkar terhadapnya. (Al-An’am: 89)

Yakni terhadap kenabian. Dapat pula diinterpretasikan bahwa damir yang ada kembali kepada ketiga perkara tersebut, yaitu Al-Kitab, hikmat, dan kenabian.

Firman Allah Swt.:

{هَؤلاءِ}

orang-orang itu. (Al-An’am: 89)

Yaitu penduduk Mekah, menurut Ibnu Abbas, Sa’id ibnul Musayyab, Ad-Dahhak, Qatadah, dan As-Saddi serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

{فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ}

maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. (Al-An’am: 89)

Dengan kata lain, jika semua nikmat ini diingkari oleh orang-orang dari kalangan Quraisy dan lain-lainnya, baik yang Arab maupun yang ‘Ajam, dan baik dari kalangan Ahli Kitab maupun dari kalangan agama lainnya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang lain —yakni kaum Muhajirin dan kaum Ansar serta pengikut mereka— sampai hari kiamat.

{لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ}

yang sekali-kali mereka tidak akan mengingkarinya. (Al-An’am: 89)

Maksudnya, mereka sama sekali tidak akan mengingkarinya dan tidak akan menolak barang satu huruf pun darinya, bahkan mereka beriman kepada semuanya, baik yang muhkam maupun yang mutasyabih. Semoga Allah menjadikan kita ke dalam golongan mereka berkat karunia, kedermawanan, dan kebajikan-Nya.

****

Kemudian Allah Swt. ber-khitab (berbicara) kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad Saw., melalui firman-Nya:

{أُولَئِكَ}

Mereka itulah (Al-An’am: 90)

Yakni para nabi yang telah disebutkan di atas serta orang-orang yang di­sebutkan bersama mereka dari kalangan para orang tua dan keturunannya serta saudara-saudaranya yang setara dengan mereka.

{الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ}

Orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah (Al-An’am: 90)

Artinya, hanya merekalah yang mendapat petunjuk, bukan selain mereka.

{فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ}

maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An’am: 90)

Yakni anuti dan ikutilah mereka. Apabila hal ini merupakan perintah yang ditujukan kepada Rasul Saw., maka umatnya mengikut kepadanya dalam semua yang disyariatkan dan yang diperintahkan olehnya kepada mereka.

Sehubungan dengan ayat ini Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hisyam, bahwa Juraij pernah bercerita kepada mereka, bahwa telah menceritakan kepadaku Sulaiman Al-Ahwal, bahwa Mujahid pernah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Abbas, “Apakah di dalam surat Sad terdapat ayat yang menganjurkan bersujud tilawah?” Ibnu Abbas mengiakannya, lalu membacakan firman Allah Swt.: Dan Kami anugerahkan Ishaq dan Ya’qub kepadanya. (Al-An’am: 84) sampai dengan: maka ikutilah petunjuk mereka. (Al-An’am: 90) Kemudian ia berkata, “Nabi Saw. termasuk salah seorang dari mereka.”

Yazid ibnu Harun, Muhammad ibnu Ubaid, dan Suhail ibnu Yusuf menambahkan dari Al-Awwam, dari Mujahid, bahwa ia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenainya. Lalu Ibnu Abbas menjawab, “Nabi kalian termasuk salah seorang yang diperintahkan untuk mengikuti petunjuk mereka.”

****

Firman Allah Swt.:

{قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا}

Katakanlah, “Aku tidak meminta upah kepada kalian dalam menyampaikannya (Al-Qur’an).” (Al-An’am: 90)

Artinya, dalam menyampaikan Al-Qur’an ini aku tidak meminta suatu upah pun kepada kalian. Dengan kata lain, aku tidak bermaksud sesuatupun dari kalian.

{إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرَى لِلْعَالَمِينَ}

Al-Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat. (Al-An’am: 90)

Yakni mereka menjadi sadar dan mendapat petunjuk dari kegelapan menuju ke jalan hidayah, dan dari kesesatan menuju ke jalan petunjuk, dan dari kekafiran menuju kepada iman, berkat Al-Qur’an

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.