As-Saddi mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan mustaqar ialah pasti terjadi.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الأنْبَاءِ}
Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah. (Al-Qamar: 4)
Yaitu berita-berita dan kisah-kisah tentang umat-umat yang mendustakan rasul-rasul-Nya dan pembalasan, siksa dan azab yang menimpa mereka, yang semuanya itu telah terdapat di dalam Al-Qur’an yang dibacakan kepada mereka.
{مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ}
yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran). (Al-Qamar: 4)
Maksudnya, pelajaran yang mencegah mereka dari kemusyrikan dan terus-menerus mendustakan rasul-rasul-Nya.
*******************
Firman Allah Swt.:
{حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ}
itulah suatu hikmah yang sempurna. (Al-Qamar: 5)
Yakni untuk menyatakan mengapa Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia beri petunjuk, dan mengapa Dia menyesatkan orang yang Dia sesatkan.
{فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ}
maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka). (Al-Qamar: 5)
Artinya, tiada gunanya lagi peringatan-peringatan itu bagi orang yang telah ditakdirkan celaka oleh Allah dan hatinya telah dikunci mati, lalu siapakah lagi yang dapat memberinya petunjuk selain dari Allah? Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
{قُلْ فَلِلَّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ فَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ}
Katakanlah, “Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya.”(Al-An’am: 149)
Juga seperti firman Allah Swt.:
{وَمَا تُغْنِي الآيَاتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ}
Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman. (Yunus: 101