Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini di dalam Kitabus Sunnah bagian dari kitab Sunan-nya melalui Muhammad ibnu Abdul Malik ibnu Abusy Syawarib dengan sanad yang sama.
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Harmalah, dari Sulaiman ibnu Humaid yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi menceritakan hadis berikut dari Umar ibnu Abdul Aziz yang mengatakan bahwa apabila Allah Swt. telah selesai dari ahli surga dan ahli neraka, maka Dia datang dengan diselimuti oleh awan bersama para malaikat. Lalu Allah Swt. mengucapkan selamat kepada penghuni surga, dan mereka menjawab ucapan selamat Allah Swt. Selanjutnya Al-Qurazi mengatakan bahwa hal tersebut disebutkan di dalam Kitabullah oleh firman-Nya yang mengatakan: (Kepada mereka dikatakan), “Salam, ” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. (Yasin: 58) Kemudian Allah Swt. berfirman, “‘Mintalah kepada-Ku.” Mereka menjawab, “Wahai Tuhan, apakah yang harus kami minta kepada-Mu?” Allah Swt. berfirman, “Benar, mintalah kepada-Ku.” Mereka berkata, “Kami memohon kepada-Mu, ya Tuhan kami, rida-Mu.” Allah Swt. berfirman, “Rida-Ku Kulimpahkan kepada kalian di rumah kehormatan-Ku.” Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, lalu apa lagi yang harus kami mintakan kepada-Mu. Maka demi keagungan dan kebesaran-Mu serta ketinggian kedudukan-Mu. seandainya Engkau beri izin kepada kami untuk memberi rezeki kepada manusia dan jin, tentulah kami dapat memberi mereka makan, minum, pakaian, dan pelayanan kepada mereka tanpa mengurangi barang sedikit pun dari apa yang ada pada kami.” Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya Aku masih mempunyai tambahan buat kalian.” Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi melanjutkan, bahwa lalu hal tersebut diputuskan buat mereka di tempat-tempat mereka, hingga akhirnya Allah bersemayam di singgasana-Nya, setelah itu datanglah hadiah-hadiah dari Allah Swt. untuk mereka yang dibawa oleh para malaikat. Kemudian disebutkan selanjutnya hingga akhir asar.
Asar ini berpredikat garib. diketengahkan oleh Ibnu Jarir melalui berbagai jalur; hanya Allah Yang Maha Mengetahui