Thaha, ayat 74-76

Imam Turmuzi meriwayatkannya melalui hadis Yazid ibnu Harun, dari Hammam dengan sanad yang sama.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Abdur Rahman Ad-Dimasyqi, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Yazid ibnu Abu Malik, dari ayahnya yang mengatakan bahwa menurut suatu pendapat, surga itu mempunyai seratus tingkatan, dan setiap tingkatan memiliki seratus tingkatan lagi; jarak antara dua tingkatan sama dengan jarak antara langit dan bumi, padanya terdapat yaqut dan berbagai macam perhiasan. Pada tiap-tiap tingkatan terdapat amirnya sendiri yang dihormati dan disegani oleh mereka (penduduk surga lainnya).

Di dalam kitab Sahihain disebutkan:

“أَنَّ أَهْلَ عِلِّيِّينَ لَيَرَوْنَ مَنْ فَوْقَهُمْ كَمَا تَرَوْنَ الْكَوْكَبَ الْغَابِرَ فِي أُفُقِ السَّمَاءِ، لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ”. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ؟ قَالَ: “بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وصدقوا المرسلين”

Sesungguhnya ahli surga yang berada di tingkatan yang paling tinggi benar-benar dapat melihat orang-orang yang berada di atas mereka, sebagaimana kalian melihat bintang-bintang yang bertaburan di cakrawala langit, karena adanya kelebihan keutamaan di antara mereka. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, itu adalah kedudukan para nabi.” Rasulullah Saw. bersabda, “Bahkan demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, (juga) orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul.”

Di dalam kitab Sunan disebutkan bahwa:

“وَإِنَّ أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ لَمِنْهُمْ وَأَنْعَمَا”

sesungguhnya Abu Bakar dan Umar benar-benar termasuk di antara mereka, keduanya beroleh kenikmatan.

*******************

Firman Allah Swt.:

{جَنَّاتُ عَدْنٍ}

(yaitu) surga Adn. (Thaha: 76)

Yakni sebagai tempat tinggalnya. Lafaz ayat ini berkedudukan sebagai badal dari ad-darajatul ‘ulla.

{ [تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ] خَالِدِينَ فِيهَا}

yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. (Thaha: 76)

Artinya, mereka tinggal di dalam surga untuk selama-lamanya.

{وَذَلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّى}

Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). (Thaha: 76)

Yaitu membersihkan dirinya dari kotoran, najis, dan kemusyrikan serta menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan mengikuti para rasul melalui apa yang disampaikan oleh mereka berupa kebaikan dan kewajiban

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.