Thaha, ayat 11-16

Menurut As-Saddi, tiada seorang pun dari kalangan penduduk langit dan bumi, melainkan Allah merahasiakan terhadapnya tentang waktu hari kiamat.

Ayat ini menurut bacaan Ibnu Mas’ud disebutkan seperti berikut: “Aku hampir menyembunyikan waktunya terhadap diri-Ku sendiri.” Dengan kata lain, Aku merahasiakan waktu hari kiamat terhadap semua makhluk; sehingga andaikan Aku dapat menyembunyikannya terhadap diri-Ku sendiri, tentulah Aku akan melakukannya.

Menurut pendapat yang lain bersumber dari Qatadah, disebutkan bahwa firman-Nya: Aku merahasiakan (waktu)nya. (Thaha: 15) Menurut suatu qiraat (bacaan) disebutkan, “Aku menyembunyikan waktu­nya dengan sengaja.” Demi usiaku, sesungguhnya Allah menyembunyikan waktunya terhadap para malaikat yang terdekat, para nabi, dan para rasul­Nya.

Menurut kami, ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ}

Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah.” (An-Naml: 65)

Dan firman Allah Swt.:

{ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً}

Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba. (Al-A’raf: 187)

Yakni amatlah berat pengetahuan mengenainya bagi makhluk yang ada di langit dan di bumi.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Minjab, telah menceritakan kepada kami Abu Namilah, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Sahl Al-Asadi, dari warga yang mengatakan bahwa Sa’id ibnu Jubair telah membacakan kepadanya ayat berikut: Aku merahasiakan (waktu)nya. (Thaha: 15) dengan bacaan akhfiha yang artinya menampakkannya yakni hampir-hampir Allah Swt. menampakkan pengetahuan mengenai waktu hari kiamat. Kemudian ia mengatakan bahwa tidakkah engkau pernah mendengar perkataan seorang penyair yang mengatakan dalam salah satu bait syairnya:

دَأبَ شَهْرَين، ثُمَّ شَهْرًا دَمِيكًا … بأريكَين يَخْفيان غَميرًا …

Telah berlalu masa dua bulan, kemudian ditambah lagi satu bulan penuh tinggal di Arbakin dan tanam-tanaman mulai menguning.

As-Saddi mengatakan bahwa al-gamir ialah tanaman basah yang tumbuh di pematang yang kering, yakni tanamannya sudah mulai masak. Arbakin nama sebuah tempat. Ad-damik satu bulan penuh. Syair ini dikatakan oleh Ka’b ibnu Zuhair.

*******************

Firman Allah Swt.:

{لِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَى}

agar tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. (Thaha: 15)

Yakni Aku pasti mengadakan hari kiamat agar Aku melakukan pembalasan kepada setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya.

{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ}

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Az-Zalzalah: 7-8)

Dan firman Allah Swt. yang mengatakan:

{إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ}

sesungguhnya kalian hanya diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan. (Ath-Thur: 16)

*******************

Adapun firman Allah Swt.:

{فَلا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَنْ لَا يُؤْمِنُ بِهَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَتَرْدَى}

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan darinya oleh orang yang tidak beriman kepadanya. (Thaha: 16), hingga akhir ayat.

Makna yang dimaksud ialah bahwa khitab dalam ayat ini ditujukan kepada setiap individu orang-orang mukallaf, sekalipun lahiriahnya khitab ditujukan kepada Nabi Saw. Dengan kata lain, janganlah kalian mengikuti jalan orang-orang yang tidak percaya dengan adanya hari kiamat, mereka hanya mengejar kesenangan dan kenikmatan duniawi lagi durhaka kepada Tuhannya serta mengikuti hawa nafsunya. Maka barang siapa yang mengikuti jejak mereka, sesungguhnya dia telah merugi dan kecewa.

{فَتَرْدَى}

yang menyebabkan kamu binasa. (Thaha: 16)

Yakni kamu akan binasa dan hancur bila mengikuti jejak mereka, Allah Swt. telah berfirman dalam ayat lain:

{وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى}

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa. (Al-Lail: 11

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.