*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ}
Allah berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku ” (Qaf: 28)
Allah Swt. berfirman demikian kepada manusia dan teman jinnya, karena keduanya bertengkar di hadapan-Nya. Manusia itu berkata, “Ya Tuhanku, orang ini telah menyesatkan aku dari peringatan-Mu sesudah ia datang kepadaku.” Dan setan atau qarin-nya berkata:
{رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ}
Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh. (Qaf: 27)
Yakni sesat dari jalan yang hak, maka Tuhan berfirman kepada keduanya:
{لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ}
Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu. (Qaf: 28)
Artinya, Aku telah memberikan kesempatan kepada kalian melalui lisan rasul-rasul-Ku, dan Aku telah menurunkan kitab-kitab serta menegakkan terhadap kalian semua alasan, keterangan, dan bukti-bukti.
{مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ}
Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah. (Qaf: 29)
Mujahid mengatakan, makna yang dimaksud ialah Aku telah memutuskan apa yang Kukehendaki.
{وَمَا أَنَا بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ}
dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku. (Qaf: 29)
Yakni Aku tidak mengazab seseorang karena dosa orang lain, melainkan tidaklah Aku mengazab seseorang kecuali karena dosanya sendiri sesudah tegaknya hujah terhadapnya, yakni sesudah tegaknya alasan Allah Swt. terhadapnya