Qaf, ayat 23-29

*******************

Adapun firman Allah Swt.:

{قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ}

Allah berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku ” (Qaf: 28)

Allah Swt. berfirman demikian kepada manusia dan teman jinnya, karena keduanya bertengkar di hadapan-Nya. Manusia itu berkata, “Ya Tuhanku, orang ini telah menyesatkan aku dari peringatan-Mu sesudah ia datang kepadaku.” Dan setan atau qarin-nya berkata:

{رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ}

Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh. (Qaf: 27)

Yakni sesat dari jalan yang hak, maka Tuhan berfirman kepada keduanya:

{لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ}

Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman kepadamu. (Qaf: 28)

Artinya, Aku telah memberikan kesempatan kepada kalian melalui lisan rasul-rasul-Ku, dan Aku telah menurunkan kitab-kitab serta menegakkan terhadap kalian semua alasan, keterangan, dan bukti-bukti.

{مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ}

Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah. (Qaf: 29)

Mujahid mengatakan, makna yang dimaksud ialah Aku telah memutuskan apa yang Kukehendaki.

{وَمَا أَنَا بِظَلامٍ لِلْعَبِيدِ}

dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku. (Qaf: 29)

Yakni Aku tidak mengazab seseorang karena dosa orang lain, melainkan tidaklah Aku mengazab seseorang kecuali karena dosanya sendiri sesudah tegaknya hujah terhadapnya, yakni sesudah tegaknya alasan Allah Swt. terhadapnya

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.