PENDAHULUAN TAFSIR AL-FALAQ DAN ANNAS

Jalur lain.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Abu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Yazid ibnu Abdul Aziz Ar-Ra’ini dan Abu Marhum, dari Yazid ibnu Muhammad Al-Qurasyi, dari Ali ibnu Rabah, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah memerintahkan kepadanya agar membaca Muawwizatain setiap usai dari salat fardunya. Abu Daud, Turmuzi, dan Nasai telah meriwayatkannya melalui berbagai jalur dari Ali ibnu Abu Rabah; dan Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini garib.

Jalur lain.

قَالَ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعة، عَنْ مشَرح بْنِ هَاعَانَ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اقْرَأْ بِالْمُعَوِّذَتَيْنِ، فَإِنَّكَ لَنْ تَقْرَأَ بِمِثْلِهِمَا”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, dari Masyrah ibnu Ahan, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda kepadanya: Bacalah Mu’awwizatain, karena sesungguhnya engkau tidak akan menjumpai surat yang semisal keduanya.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini secara munfarid.

Jahir lain.

قَالَ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْح، حَدَّثَنَا بَقِيَّة، حَدَّثَنَا بَحير بْنُ سَعْدٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدان، عَنْ جُبَير بْنِ نُفَير، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُهْدِيَتْ لَهُ بَغْلَةٌ شَهْبَاءُ، فَرَكِبَهَا فَأَخَذَ عُقْبَةُ يَقُودُهَا لَهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ ” قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ “. فَأَعَادَهَا لَهُ حَتَّى قَرَأَهَا، فَعَرَفَ أَنِّي لَمْ أَفْرَحْ بِهَا جِدًّا، فَقَالَ: “لَعَلَّكَ تَهَاوَنْتَ بِهَا؟ فَمَا قُمْتَ تَصِلِي بِشَيْءٍ مِثْلِهَا”.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Haiwah ibnu Syuraih, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, telah menceritakan kepada kami Bujair ibnu Sa’d, dari Khalid ibnu Ma’dan, dari Jubair ibnu Nafir, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan, bahwa Rasulullah Saw. pernah mendapat hadiah berupa seekor begal berwarna abu-abu, lalu beliau mengendarainya, maka Uqbah mengambil tali kendalinya dan menuntunnya. Lalu Rasulullah Saw. bersabda, “Aku membaca Qul A’uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq),” maka Nabi Saw. mengulangi bacaannya itu kepada Uqbah hingga akhirnya Uqbah ibnu Amir hafal dan membacanya. Maka Nabi Saw. mengetahui bahwa Uqbah kelihatan tidak begitu gembira menerimanya, lalu beliau Saw. bersabda: Barangkali engkau meremehkannya, padahal tiada suatu bacaan pun dalam salatmu yang semisal dengannya.

Imam Nasai meriwayatkannya dari Amr ibnu Usman, dari Baqiyyah dengan sanad yang sama. Dan Imam Nasai telah meriwayatkannya pula melalui hadis As-Sauri, dari Mu’awiyah ibnu Saleh, dari Abdur Rahman ibnu Nafir dari ayahnya dari Uqbah ibnu Amir, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang Mu’awwizatain, lalu disebutkan hal yang semisal.

Jalur lain.

قَالَ النَّسَائِيُّ: أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى، حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، سَمِعْتُ النُّعْمَانَ، عَنْ زِيَادٍ أَبِي الْأَسَدِ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إِنَّ النَّاسَ لَمْ يَتَعَوَّذُوا بِمِثْلِ هَذَيْنَ: ” قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ” وَ ” قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ”

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Al-Mu’tamir, bahwa ia pernah mendengar An-Nu’man, dari Ziyad ibnul Asad, dari Uqbah ibnu Amir, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya manusia itu belum pernah membaca ta’awuz (memohon perlindungan) dengan bacaan yangsemisal dengan kedua surat berikut, yaitu Qul A Uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq) dan Qul Alizu Birabbin Nasi (surat An-Nas).

Jalur lain.

قَالَ النَّسَائِيُّ: أخبرنا قتيبة، حدثنا الليث، عن أبي عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدٍ الْمُقْبِرِيِّ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: كُنْتُ أَمْشِي مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: “يَا عُقْبَةُ، قُلْ”. فَقُلْتُ: مَاذَا أَقُولُ؟ فَسَكَتَ عَنِّي، ثُمَّ قَالَ: “قُلْ”. قُلْتُ: مَاذَا أَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ فَسَكَتَ عَنِّي، فَقُلْتُ: اللَّهُمَّ، ارْدُدْهُ عَلَيَّ. فَقَالَ: “يَا عُقْبَةُ، قُلْ”. قُلْتُ: مَاذَا أَقُولُ يا رسول الله؟ فقال: ” ” قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ “، فَقَرَأْتُهَا حَتَّى أَتَيْتُ عَلَى آخِرِهَا، ثُمَّ قَالَ: “قُلْ”. قُلْتُ: مَاذَا أَقُولُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: ” ” قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ “، فَقَرَأْتُهَا حَتَّى أَتَيْتُ عَلَى آخِرِهَا، ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ: “مَا سَأَلَ سَائِلٌ بِمِثْلِهِمَا، وَلَا اسْتَعَاذَ مُسْتَعِيذٌ بِمِثْلِهِمَا”

Imam Nasai mengatakan. telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Lais. dari Abu Ajlan, dari Sa’id Al-Maqbari, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa ia berjalan bersama Rasulullah Saw., lain beliau bersabda, ‘”Hai Uqbah, bacalah!” Aku bertanya.”Apakah yang harus kubaca?” Beliau diam, lain bersabda, “Bacalah.” Aku bertanya, “Apakah yang harus aku baca, ya Rasulullah.” Rasulullah Saw. bersabda: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.” (surat Al-Falaq: 1), hingga akhir surat. Lalu aku membacanya hingga akhir surat, kemudian beliau Saw. bersabda, “Bacalah.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang harus aku baca?” Rasulullah Saw. bersabda: Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.”(An-Nas: 1), hingga akhir surat. Kemudian aku membacanya hingga akhir surat, dan setelah itu Rasulullah Saw. bersabda: Tiada seorang pun yang meminta dengan bacaan yang semisal dengannya, dan tiada seorang pun yang memohon perlindungan dengan bacaan yang semisal dengannya.

Jalur lain.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yasar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah, dari Al-Ala ibnul Haris, dari Mak-hul, dari Uqbah ibnu Amir, bahwa Rasulullah Saw. membaca kedua surat ini dalam salat Subuhnya.

Jalur lain.

قَالَ النَّسَائِيُّ: أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ أَبِي عِمْرَانَ أَسْلَمَ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ: اتَّبَعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ رَاكِبٌ، فَوَضَعْتُ يَدَيْ عَلَى قَدَمِهِ فَقُلْتُ: أَقْرِئْنِي سُورَةَ هُودٍ أَوْ سُورَةَ يُوسُفَ. فَقَالَ: “لَنْ تَقْرَأَ شَيْئًا أَنْفَعَ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ ” قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَق ”

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qutaibah, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari yazid ibnu Abu Habib, dari Abu Imran Aslam, dari Uqbah ibnu Amir yang mengatakan bahwa ia ikut bersama Rasulullah Saw. yang saat itu beliau berkendaraan. Maka aku pegang kedua telapak kakinya dan aku berkata, “Ajarkanlah kepadaku surat Hud dan surat Yusuf’ Maka Rasulullah Saw. bersabda: Engkau tidak akan menemukan suatu bacaan pun yang lebih bermanfaat di sisi Allah daripada Qul A ‘uzu Birabbil Falaq (surat Al-Falaq).

Hadis lain.

Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Al-Walid, telah menceritakan kepada kami Abu Amr Al-Auza’i, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Muhammad ibnu Ibrahim ibnul Haris, dari Abu Abdullah ibnu Abis, Al-Juhani, bahwaNabi Saw. pernah bersabda kepadanya, “Hai Ibnu Abis, maukah aku tunjukkan kepadamu —maukah kuceritakan kepada-mu— tentang permohonan perlindungan yang paling baik.”Ibnu Abis menjawab, “Tentu saja mau, ya Rasulullah.” Rasulullah Saw. bersabda: Qul A Uzu Birabbil Falaq dan Qul AUzu Birabbin Nasi, keduanya adalah dua surat (Al-Qur’an).

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.