Kemudian Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah ibnu Hisyam, dari Sinan, dari Jabir Al-Ju’fi, dari Abu Jabirah, dari Zaid yang telah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. mengirimkan utusan kepada orang-orang Yahudi, lalu beliau bertanya (kepada para sahabatnya), “Tahukah kalian mengapa saya mengirimkan utusan kepada mereka?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah Saw. bersabda bahwa beliau mengirimkan utusannya kepada mereka untuk menanyakan tentang firman-Nya: (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. (Ibrahim: 48) Sesungguhnya pada waktu itu bumi berwarna putih seperti perak. Setelah utusan Nabi Saw. datang kepada orang-orang Yahudi, lalu para utusan itu menanyakan hal tersebut. Mereka (orang-orangYahudi) menjawab bahwa saat itu bumi berwarna putih seperti perak.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ali, Ibnu Abbas, Anas Ibnu Malik, dan Mujahid ibnu Jubair, bahwa kelak di hari kiamat bumi akan diganti dengan bumi dari perak.
Dari sahabat Ali r.a., ia mengatakan bahwa bumi akan menjadi perak dan langit menjadi emas.
Ar-Rabi’ telah meriwayatkan dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa langit akan menjadi gelap gulita. Abu Ma’syar telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, dari Muhammad ibnu Qais sehubungan dengan makna firman-Nya: (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. (Ibrahim: 48) Bahwa bumi menjadi roti, orang-orang mukmin dapat makan dari bawah kaki mereka.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Waki’, dari Umar ibnu Bisyr Al-Hamdani, dari Sa’id ibnu Jubair, yakni sehubungan dengan makna firman-Nya: (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain. (Ibrahim: 48) Bahwa bumi diganti dengan roti yang putih, orang mukmin dapat makan dari bawah telapak kakinya.
Al-A’masy telah meriwayatkan dari Khaisam yang mengatakan, “Abdullah ibnu Mas’ud pernah mengatakan bahwa bumi pada hari kiamat semuanya berupa api, dan surga ada di belakangnya, kelihatan isi dan perhiasannya, sedangkan manusia ditenggelamkan oleh keringatnya. Keringat mereka telah menenggelamkan mereka, sedangkan mereka masih belum menjalani hisab.
Al-A’masy telah meriwayatkan pula dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Qais ibnus Sakan yang mengatakan bahwa Abdullah Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Di hari kiamat kelak seluruh bumi menjadi api, di belakangnya terdapat surga, isi dan perhiasannya kelihatan. Demi Tuhan yang jiwa Abdullah berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya seorang lelaki benar-benar mengucurkan keringatnya, sehingga menenggelamkan telapak kakinya, lalu keringatnya naik sampai ke hidungnya, padahal hisab masih belum dijalaninya.” Mereka bertanya, “Mengapa demikian, wahai Abu Abdur Rahman (nama panggilan Ibnu Mas’ud)?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Hal itu terjadi karena pemandangan dan peristiwa yang mereka alami.”
Abu Ja’far Ar-Razi telah meriwayatkan dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, dari Ka’b, sehubungan dengan makna firman-Nya: (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain, dan (begitu pula) langit. (Ibrahim: 48) Langit menjadi gelap gulita, laut berubah menjadi api, dan bumi diganti dengan bumi yang lain.
Di dalam hadis yang diriwayatkan, oleh Imam Abu Daud disebutkan bahwa:
لَا يَرْكَبُ الْبَحْرَ إِلَّا غَازٍ أَوْ حَاجٌّ أَوْ مُعْتَمِرٌ، فَإِنَّ تَحْتَ الْبَحْرِ نَارًا -أَوْ: تَحْتَ النَّارِ بَحْرًا”
tiada yang menempuh jalan laut kecuali orang yang berperang, atau pergi haji, atau pergi umrah, karena sesungguhnya di bawah laut itu neraka; atau di bawah neraka itu laut.
Di dalam hadis masyhur tentang suwar (sangkakala) dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw., disebutkan bahwa Nabi Saw. pernah bersabda:
“تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَوَاتُ، فَيَبْسُطُهَا وَيَمُدُّهَا مَدَّ الْأَدِيمِ الْعُكَاظِيِّ، لَا تَرَى فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا، ثُمَّ يَزْجُرُ اللَّهُ الْخَلْقَ زَجْرَةً، فَإِذَا هُمْ فِي هَذِهِ الْمُبْدَلَةِ”
Allah mengganti bumi dengan bumi yang lain, begitu pula langit, lalu Dia menggelarkannya dan menghamparkannya sebagaimana seseorang menghamparkan kulit (dari pasar) ‘Ukaz, tiada yang rendah, tiada pula yang tinggi. Kemudian Allah menggiring makhluk dengan sekali giring, tiba-tiba mereka telah berada di bumi yang telah diganti itu.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَبَرَزُوا لِلَّهِ}
dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah. (Ibrahim: 48)
Yakni semua makhluk keluar dari kuburannya masing-masing menghadap kepada Allah.
{الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ}
Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa. (Ibrahim: 48)
Allah yang mengalahkan segala sesuatu dan menundukkannya, serta tunduklah kepada-Nya semua kepala dan tunduk takutlah kepada-Nya semua akal