Ibrahim, ayat 32-34

Menurut Al-Bazzar Ismail ibnul Haris, Allah mengatakan, ‘Aku anugerahkan nikmat-nikmat-Ku kepadamu (tanpa balasan)’.” Predikat hadis ini garib, dan sanadnya daif.

Di dalam kitab asar disebutkan bahwa Daud a.s. pernah berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana aku dapat bersyukur kepada Engkau, sedangkan syukurku kepada-Mu termasuk nikmat dari-Mu pula yang Engkau berikan kepadaku?” Maka Allah menjawab melalui firman-Nya, “Sekarang engkau, hai Daud, telah bersyukur kepada-Ku; karena kamu telah mengakui akan kelalaianmu dalam menunaikan rasa syukurmu kepada-Ku atas nikmat-nikmat-Ku yang Kuberikan kepadamu.”

Imam Syafii rahimahullah mengatakan, “Segalapuji bagi Allah, yang salah satu dari nikmat-Nya tidak dapat disyukuri kecuali berkat adanya nikmat baru yang mendorong seseorang untuk bersyukur kepada-Nya.”

Salah seorang penyair mengatakan:

لَوْ كُلُّ جَارِحَة مِنِّي لهَا لُغَةٌ … تُثْنيِ عَلَيكَ بِمَا أولَيتَ مِنْ حَسنِ …

لَكَانَ مَا زَادَ شُكري إِذْ شَكَرت بِهِ … إليكَ أبلغَ فِي الإحسَان والمننِ …

Seandainya setiap anggota tubuhku dapat berbicara memuji-Mu sebab kebaikan yang telah Engkau berikan kepadaku, niscaya lebihan rasa syukurku kepada-Mu merupakan nikmat yang paling besar yang dianugerahkan oleh-Mu kepadaku

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.