Hud, ayat 36-39

Kaum Hawariyyin berkata, “Wahai utusan Allah, bolehkah kami membawa Ham ini kepada keluarga kami dan duduk bersama kami seraya bercerita kepada kami?” Isa menjawab, “Mana mungkin orang yang tidak mempunyai rezeki dapat mengikuti kalian?” Maka Nabi Isa berkata kepada Ham, “Kembalilah kamu seperti semula dengan seizin Allah!” Maka kembalilah Ham dalam bentuk semulanya, yaitu berupa pasir.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلأ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ}

Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. (Hud: 38)

Mereka memperolok-olokkannya dan mendustakan apa yang diancamkannya kepada mereka, yaitu banjir besar.

{قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ}

Berkatalah Nuh, “Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun). (Hud: 38), hingga akhir ayat.”

Hal ini mengandung ancaman dan peringatan yang sangat keras.

{مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ}

siapa-siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya. (Hud: 39)

Yakni menghinakannya di dunia ini.

{وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ}

dan yang akan ditimpa azab yang kekal. (Hud: 39)

Yaitu azab yang kekal dan abadi

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.