Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-A’masy, dari Abu Wa’il yang menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepada Abdullah ibnu Mas’ud r.a. Maka Ibnu Mas’ud bertanya, “Darimanakah kamu tiba?” Ia menjawab, “Dari negeri Syam.” Ibnu Mas’ud bertanya, “Siapa yang kamu jumpai di sana?” Ia menjawab, “Ka’b.” Ibnu Mas’ud bertanya, “Apakah yang diceritakan olehnya kepadamu?” Ia menjawab, bahwa Ka’b mengatakan kepadanya, “Langit itu berputar di atas pundak seorang malaikat,” Ibnu Mas’ud bertanya kepada lelaki itu, “Apakah kamu membenarkannya ataukah mendustakannya?” Lelaki itu menjawab, “Saya tidak mendustakannya dan tidak pula membenarkannya.” Ibnu Mas’ud berkata, “Sekiranya saja engkau tebus perjalananmu itu kepada Ka’b dengan kendaraan dan bekalmu (yakni tidak pergi ke sana). Ka’b dusta, sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman: Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang dapat menahan keduanya selain Allah. (Fathir: 41)
Sanad asar ini sahih sampai kepada Ka’b dan juga Ibnu Mas’ud. Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Ibnu Humaid, dari Jarir, dari Mugirah, dari Ibrahim yang mengatakan bahwa Jundub Al-Bajali datang kepada Ka’b di Syam, lalu disebutkan asar yang semisal.
Sesungguhnya saya pernah membaca hasil karya pena Al-Faqih Yahya ibnu Ibrahim ibnu Muzayyan At-Tulaitali yang diberi judul ASairul Fuqaha, diketengahkan asar tersebut dari Muhammad ibnu Isa ibnut Taba’, dari Waki’, dari A’masy dengan lafaz yang sama. Kemudian disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Zaunan alias Abdul
Malik ibnul Husain, dari Ibnu Wahb, dari Malik yang mengatakan bahwa langit itu tidak berputar, lalu ia memperkuat pendapatnya ini dengan dalil ayat ini dan sebuah hadis yang mengatakan:
“إِنَّ بِالْمَغْرِبِ بَابًا لِلتَّوْبَةِ لَا يَزَالُ مفتوحا حتى تطلع الشمس منه”
Sesungguhnya di ufuk barat terdapat pintu tobat yang masih tetap dalam keadaan terbuka, hingga matahari terbit dari arahnya.
Menurut hemat saya hadis ini sahih, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui