Arsip Kategori: Tafsir Jalalain

087. Qs. Al-A’laa : 1-19

001. (Sucikanlah nama Rabbmu) maksudnya sucikanlah Dia dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya lafal Ismu adalah lafal Za’id (Yang Maha Tinggi) lafal Al-A’laa berkedudukan sebagai kata sifat bagi lafal Rabbika. 002. (Yang menciptakan lalu menyempurnakan) ciptaan-Nya, yakni Dia menjadikan makhluk-Nya … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

088. Qs. Al-Ghaasyiyah : 1-20

001. (Apakah) telah (datang kepadamu berita hari kiamat) hari kiamat dinamakan hari yang menutupi karena pada hari itu semua makhluk diselimuti oleh kengerian-kengeriannya. 002. (Banyak muka pada hari itu) yang dimaksud dengan ungkapan lafal Wujuuh atau muka adalah orang-orangnya, demikian … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

088. Qs. Al-Ghaasyiyah : 21-26

021. (Maka berilah peringatan) berilah mereka peringatan yang mengingatkan mereka kepada nikmat-nikmat Allah dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan-Nya (karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.) 022. (Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka) menurut suatu qiraat lafal Mushaithirin dibaca … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

089. Qs. Al-Fajr : 1-20

001. (Demi fajar) yakni fajar yang terbit setiap hari. 002. (Dan malam yang sepuluh) maksudnya tanggal sepuluh bulan Zulhijah. 003. (Dan yang genap) atau tidak ganjil (dan yang ganjil) dapat dibaca Al-Watr dan Al-Witr, artinya ganjil. 004. (Dan malam bila … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

089. Qs. Al-Fajr : 21-30

021. (Jangan berbuat demikian) lafal Kallaa ini adalah kalimat cegahan supaya jangan melakukan hal-hal tersebut. (Apabila bumi diguncangkan berturut-turut) artinya secara terus-menerus sehingga hancur musnahlah semua bangunan-bangunan yang ada di permukaannya. 022. (Dan datanglah Rabbmu) yakni perintah-Nya (sedangkan malaikat-malaikat) lafal … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

090. Qs. Al-Balad : 1-20

001. (Sungguh) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah mengandung makna Taukid (Aku bersumpah dengan kota ini) yakni kota Mekah. 002. (Dan kamu) hai Muhammad (halal) maksudnya dihalalkan bagimu (kota ini) artinya Dia menghalalkannya untukmu melakukan peperangan di dalamnya untuk … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

091. Qs. Asy-Syams : 1-15

001. (Demi matahari dan cahayanya di pagi hari) yaitu sewaktu memancarkan sinarnya di pagi hari. 002. (Dan bulan apabila mengiringinya) apabila muncul mengiringi terbenamnya matahari. 003. (Dan siang apabila menampilkannya) yaitu menampakkan matahari yang semakin meninggi. 004. (Dan malam apabila … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

092. Qs. Al-Lail : 1-21

001. (Demi malam apabila menutupi) semua apa yang ada di langit dan di bumi dengan kegelapannya. 002. (Dan siang apabila terang benderang) apabila menampilkan dirinya. Lafal Idzaa yang ada pada dua tempat di atas hanya menunjukkan makna Zharaf atau waktu. … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

093. Qs. Adl-Dluha : 1-11

001. (Demi waktu Dhuha) yakni waktu matahari sepenggalah naik, yaitu di awal siang hari; atau makna yang dimaksud ialah siang hari seluruhnya. 002. (Dan demi malam apabila telah sunyi) telah tenang, atau telah menutupi dengan kegelapannya. 003. (Tiada meninggalkan kamu) … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |

094. Qs. Al-Insyiraah : 1-8

001. (Bukankah Kami telah melapangkan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan, yakni Kami telah melapangkan (untukmu) hai Muhammad (dadamu?) dengan kenabian dan lain-lainnya. 002. (Dan Kami telah menghilangkan) telah melenyapkan (darimu dosamu.) 003. (Yang memberatkan) … Lanjutkan membaca…

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Jalalain |