Az-Zumar, ayat 36-40

Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan-sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu. Hud menjawab, “Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya. Sebab itu, jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun, melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus. (Hud: 54-56)

قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عِصَامٍ الْأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَكْرٍ السَّهْمِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ، عَنْ أَبِي الْمِقْدَامِ -مَوْلَى آلِ عُثْمَانَ-عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ، حَدَّثَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ [رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا] -رَفَعَ الْحَدِيثُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مِنْ أَحَبِّ أَنْ يَكُونَ أَقْوَى النَّاسِ فَلْيَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ أَغْنَى النَّاسِ فَلْيَكُنْ بِمَا فِي يَدِ اللَّهِ أَوْثَقَ [مِنْهُ] بِمَا فِي يَدَيْهِ، وَمِنْ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ أَكْرَمَ النَّاسِ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ”

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isam Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Bakar As-Sahmi, telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibnu Hatim, dari Abul Miqdam maula keluarga Usman, dari Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas r.a. yang me-rafa ‘-kan hadis ini sampai kepada Rasulullah Saw. yang telah bersabda: Barang siapa yang ingin menjadi orang yang terkuat, hendaklah ia bertawakal kepada Allah Swt. Dan barang siapa yang ingin menjadi orang yang terkaya, maka hendaklah apa yang ada di tangan kekuasaan Allah lebih kuat dipegang olehnya daripada apa yang ada di tangannya (yakni lebih suka bersedekah daripada memperkaya diri). Dan barang siapa yang ingin menjadi orang yang paling mulia, hendaklah ia bertawakal kepada Allah Swt.

************

Firman Allah Swt.:

{قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ}

Katakanlah, “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu.” (Az-Zumar: 39)

Yakni sesuai dengan caramu; kalimat ini mengandung ancaman dan peringatan.

{إِنِّي عَامِلٌ}

sesungguhnya aku akan bekerja (pula). (Az-Zumar: 39)

Yaitu sesuai dengan cara dan metodaku sendiri.

{فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ}

Maka kelak kamu akan mengetahui. (Az-Zumar: 39)

akibat dari perbuatan tersebut.

{مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ} أَيْ: فِي الدُّنْيَا {وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ}

siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya (di dunia) dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal. (Az-Zumar: 40)

Maksudnya, yang abadi lagi terus-menerus, tidak ada jalan menyelamatkan diri darinya; hal ini akan terjadi kelak di hari kiamat. Semoga Allah melindungi kita semua dari azab ini

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.