Yakni niscaya Kami akan mengazabnya dengan azab yang keras, dan tidak ada seorang manusia pun sanggup menghalang-halanginya.
***********
Firman Allah Swt.:
{وَيَمْحُ اللَّهُ الْبَاطِلَ}
dan Allah menghapuskan yang batil. (Asy-Syura: 24)
ini tidak di- ataf-kan kepada firman-Nya, “Yakhtim ” yang berakibat di-jazam-kan, bahkan yamhu tetap dibaca rafa’ sebagai permulaan kalimat. Demikianlah menurut Ibnu Jarir, selanjutnya ia mengatakan bahwa lalu dalam tulisan huruf wawu-nya dibuang menurut rasam mushaf Imam (Mushaf Usmani) sebagaimana dibuang pula pada firman-Nya:
{سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ}
kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah. (Al-‘Alaq: 18)
Dan firman Allah Swt.:
{وَيَدْعُ الإنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ}
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. (Al-Isra: 11)
Adapun firman Allah Swt.:
{وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ}
dan membenarkan yang hak dengan kalimah-kalimah-Nya (Al-Qur’an). (Asy-Syura: 24)
di- ataf-kan kepada firman-Nya:
{وَيَمْحُ اللَّهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ}
dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak. (Asy-Syura: 24)
Yaitu merealisasikannya, mengukuhkannya, menjelaskan, dan menerangkannya dengan kalimah-kalimah-Nya, yakni dengan hujah-hujah dan bukti-bukti-Nya.
{إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ}
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (Asy-Syura: 24)
Allah mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi di balik kalbu dan segala yang tersimpan di dalam dada berupa rahasia-rahasia