Asy-Syu’ara’, ayat 200-209

{وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلا لَهَا مُنْذِرُونَ. ذِكْرَى وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَ}

Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim. (Asy-Syu’ara”: 208-209)

Sama seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

{وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولا}

dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul (Al-Isra’: 15)

Dan firman Allah Swt.:

{وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى حَتَّى يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا}

Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota sebelum Dia mengutus di ibu kota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka. (Al-Qasas: 59)

sampai dengan firman-Nya:

إِلا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ

kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. (Al-Qasas: 59

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.