Ash-Shaffat, ayat 88-98

Ketika Nabi Ibrahim menyaksikan pemandangan tersebut, yakni di tangan berhala-berhala itu diletakkan berbagai macam makanan, maka berkatalah Nabi Ibrahim:

{أَلا تَأْكُلُونَ. مَا لَكُمْ لا تَنْطِقُونَ}

Apakah kamu tidak makan? Mengapa kamu tidak menjawab? (Ash-Shaffat: 91-92)

***********

Firman Allah Swt.:

{فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ}

Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulinya dengan tangan kanannya (dengan kuat). (Ash-Shaffat: 93)

Al-Farra mengatakan bahwa lalu Nabi Ibrahim menghadapinya sambil memukulinya dengan tangan kanannya dengan pukulan yang kuat.

Qatadah mengatakan —juga Al-Jauhari— bahwa lalu Nabi Ibrahim memukuli berhala-berhala itu dengan pukulan tangan kanannya.

Dikatakan tangan kanan karena pukulan tangan kanannya lebih kuat. Semua berhala itu hancur ber­keping-keping, kecuali yang paling besar yang sengaja dibiarkannya menunggu mereka kembali. Kisah ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-Anbiya.

************

Firman Allah Swt.:

{فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ}

Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas. (Ash-Shaffat: 94)

Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna yaziffuna ialah bergegas-gegas. Kisah ini disebutkan dengan ringkas, lain halnya dengan apa yang ada di dalam surat Al-Anbiya, kisahnya disebutkan dengan panjang lebar.

Ketika mereka kembali ke tempat peribadatan mereka, pada awal mulanya mereka tidak mengetahui siapa pelakunya, melainkan setelah menyelidiki dan mencari berita siapa pelakunya. Akhirnya mereka mengetahui bahwa Ibrahimlah yang melakukan semuanya itu. Ketika mereka datang ke tempat Nabi Ibrahim untuk mencaci maki perbuatannya itu, maka Nabi Ibrahim mengambil persiapan untuk mengecam dan mencela perbuatan merek-. Untuk itu ia berkata:

{أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ}

Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? (Ash-Shaffat: 95)

{وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ}

Padahal Allah-lah Yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu (Ash-Shaffat: 96)

Imam Bukhari dalam kitab “Af’al Ibad” dari Ali bin Al Madini, dari Marwan bin Muawiyah, dari Abu Malik, dari Rib’i ibnu Hirasy, dari Huzaifah r.a. secara marfu :

“إِنَّ اللَّهَ يَصْنَعُ كُلَّ صَانِعٍ وَصَنْعَتَهُ”

Sesungguhnya Allah Swt.-lah yang menciptakan semua pekerja dan hasil kerjanya.

Sebagian ulama membacanya dengan bacaan berikut:

{وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ}

Padahal Allah-lah Yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu (Ash-Shaffat: 96)

Ketika mereka tidak dapat menyangkal hujjah yang dikemukakan Ibrahim, mereka beralih menyerang dengan tangan dan kekuatan, lalu mereka berkata:

{ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ}

Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim: lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu. (Ash-Shaffat: 97)

Perihal urusan mereka telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-Anbiya. Dan Allah menyelamatkan Ibrahim dari api itu serta memenangkannya atas mereka, menolongnya, dan meninggikan hujannya. Karena itu, disebutkan oleh firman berikutnya:

{فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأسْفَلِينَ}

Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina. (Ash-Shaffat: 98

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.