Maka Allah Swt. berfirman:
{فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ}
Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. (Ash-Shaffat: 33)
Yakni semuanya berada di dalam neraka mendapat azab yang sesuai dengan kesalahan masing-masing.
{إِنَّا كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ إِنَّهُمْ كَانُوا}
Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya mereka dahulu (Ash-Shaffat: 34-35)
Yaitu ketika berada di alam dunia.
{إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ}
apabila dikatakan kepada mereka “La ilaha illallah” (tiada Tuhan melainkan Allah), mereka menyombongkan diri. (Ash-Shaffat: 35)’
Mereka sombong, tidak mau mengucapkannya, tidak seperti orang-orang mukmin yang mau mengatakannya.
قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدِ اللَّهِ ابْنُ أَخِي ابْنِ وَهْب، حَدَّثَنَا عَمِّي، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ مُسافر -يَعْنِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ خَالِدٍ-عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيرة، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَمَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ، وحسابه على الله، وأنزل الله في كتابه -وَذَكَرَ قَوْمًا اسْتَكْبَرُوا-فَقَالَ: {إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ}
Ibnu Abu Hatim mengatakan telah menceritakan kepada kami Ubaidillah (Keponakan Ibnu Wahb), telah menceritakan kepada kami pamanku, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Ibnu Musafir alias Abdur Rahman ibnu Khalid, dari Ibnu Syihab, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, ‘Tidak ada Tuhan selain Allah.” Barang siapa yang mengucapkannya, maka sesungguhnya dia telah memelihara harta dan jiwanya dariku kecuali dengan cara yang hak, sedangkan perhitungannya ada pada Allah Swt. Dan Allah Swt. menurunkan di dalam Kitab-Nya hal yang menceritakan tentang kaum yang sombong. Untuk itu Allah Swt. berfirman: Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” (tiada Tuhan melainkan Allah), mereka menyombongkan diri. (Ash-Shaffat: 35)
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Musa ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Sa’id Al-Jariri, dari Abul Ala yang mengatakan bahwa kelak di hari kiamat orang-orang Yahudi dihadapkan, lalu dikatakan kepada mereka, “Apakah yang dahulu kalian sembah?” Mereka menjawab, “Kami menyembah Allah dan Uzair.” Dikatakan kepada mereka, “Pergilah ke arah kiri.” Kemudian didatangkan kaum musyrik dan dikatakan kepada mereka, “Tidak ada Tuhan melainkan Allah.” Maka mereka menyombongkan diri’ Kemudian dikatakan kepada mereka, “Tidak ada Tuhan melainkan Allah,” maka mereka menyombongkan diri. Dikatakan lagi kepada mereka, “Tidak ada Tuhan melainkan Allah,” maka mereka menyombongkan diri. Akhirnya dikatakan kepada mereka, “Ambillah jalan ke kiri!” Abu Nadrah (perawi) mengatakan bahwa lalu mereka berangkat dengan kecepatan yang lebih kencang daripada terbangnya burung. Abul Ala melanjutkan, bahwa kemudian didatangkanlah kaum muslim, lalu dikatakan kepada mereka, “Apakah yang dahulu kalian sembah?” Mereka menjawab, “Kami menyembah Allah Swt.” Dikatakan kepada mereka, “Apakah kalian mengenal-Nya jika kalian melihat-Nya?” Mereka menjawab, “Ya.” Maka Allah Swt. memperkenalkan diri-Nya kepada mereka, dan Allah menyelamatkan mereka.
**************
Firman Allah Swt.:
{وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ}
dan mereka berkata, “Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?” (Ash-Shaffat: 36)
Yakni apakah kami meninggalkan penyembahan berhala yang merupakan tuhan-tuhan nenek moyang kami hanya karena perkataan seorang penyair gila ini, yang mereka maksud Rasulullah Saw. Maka Allah Swt. menyanggah mereka dan mendustakan ucapan mereka itu:
{بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ}
Sebenarnya dia (Muhammad) telah membawa kebenaran. (Ash-Shaffat: 37)
Artinya, Rasulullah Saw. itu datang membawa perkara yang hak dalam semua berita dan perintah yang disampaikan olehnya dari Allah Swt.
{وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ}
dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya). (Ash-Shaffat: 37)
Yakni Nabi Saw. membenarkan semua yang diberitakan oleh mereka menyangkut perihal dirinya yang antara lain sifat-sifat yang terpuji dan tuntunan-tuntunan yang lurus. Dan bahwa dia telah menyampaikan dari Allah tentang syariat dan perintah-Nya, sebagaimana yang disampaikan oleh para rasul sebelumnya.
{مَا يُقَالُ لَكَ إِلا مَا قَدْ قِيلَ لِلرُّسُلِ مِنْ قَبْلِكَ}
Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu. (Fussilat: 43