Ar-Ra’d, ayat 31

Sejumlah ulama Salaf mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui. (Ar-Ra’d: 31) Yakni tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui. Ulama lainnya mengartikan ‘tidakkah orang-orang yang beriman itu memahami dengan jelas’. bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. (Ar-Ra’d: 31)

Lain pula dengan Abul Aliyah. Dia mengartikan bahwa sesungguhnya orang-orang yang beriman telah berputus asa untuk dapat memberi petunjuk; dan sekiranya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada semua manusia.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَلا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِنْ دَارِهِمْ}

Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebab­kan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka. (Ar-Ra’d: 31)

Yaitu disebabkan pendustaan mereka, malapetaka, dan musibah terus menerus menimpa mereka di dunia ini atau menimpa daerah-daerah yang ada di dekat mereka, agar mereka mengambil pelajaran (Jarinya. Makna ayat ini sama dengan ayat lainnya, yaitu:

{وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا مَا حَوْلَكُمْ مِنَ الْقُرَى وَصَرَّفْنَا الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ}

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitar kalian dan Kami telah datangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertobat). (Al-Ahqaf: 27)

{أَفَلا يَرَوْنَ أَنَّا نَأْتِي الأرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا أَفَهُمُ الْغَالِبُونَ}

­Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang? (Al-Anbiya: 44)

Qatadah telah meriwayatkan dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya: atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka. (Ar-Ra’d: 31) Maksudnya, malapetaka atau bencana. Pengertian inilah yang tersiratkan dari makna lahiriah konteks ayat.

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Mas’udi, dari Qatadah, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana di­sebabkan perbuatan mereka sendiri. (Ar-Ra’d: 31) Yang dimaksud dengan Qari’ah ialah sariyyah (pasukan dari musuh). atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka. (Ar-Ra’d: 31) sehingga datanglah janji Allah. (Ar-Ra’d: 31) Yang dimaksud dengan janji Allah ialah penaklukan kota Mekah.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, dan Mujahid dalam suatu riwayatnya.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: mereka ditimpa oleh bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri. (Ar-Ra’d: 31) Yaitu azab dari langit yang diturunkan kepada mereka. atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka. (Ar-Ra’d: 31) Yakni dengan turunnya Rasulullah Saw. di dekat mereka dan mereka diperangi oleh Rasulullah Saw.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah.

Ikrimah telah mengatakan dalam suatu riwayat dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna Qari’ah, bahwa yang dimaksud ialah bencana, mereka (ulama tafsir) semuanya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sehingga datanglah janji Allah. (Ar-Ra’d: 31) Yakni penaklukan kota Mekah. Menurut Al-Hasan Al-Basri, makna yang dimaksud adalah hari kiamat.

*******************

Firman Allah Swt.:

{إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ}

Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (Ar-Ra’d: 31)

Artinya, Allah tidak akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya, bahwa Dia akan menolong mereka dan pengikut-pengikut mereka di dunia dan akhirat nanti.

{فَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ}

Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan siksa. (Ibrahim: 47

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.