An-Nisa, ayat 160-162

لَا يَبْعَدَن قَوْمِي الَّذِينَ همُو … سُمّ الْعُدَاةِ وَآفَةُ الجُزرِ …

النَّازِلِينَ بِكُلِّ مُعْتَرَكٍ… والطَّيّبُونَ مَعَاقِدَ الأزْرِ …

Kaum wanita itu pasti tidak akan jauh dari kaumku,

karena me­reka adalah singa peperangan,

pembantai musuh, pantang mun­dur dalam semua medan peperangan,

tetapi mereka orang-orang yang baik lagi mengikat erat-erat kain sarungnya

(yakni memelihara kehormatannya).

Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa lafaz al-muqimina ini di-jar-kan karena di-‘ataf-kan kepada firman-Nya:

{بِمَا أُنزلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزلَ مِنْ قَبْلِكَ}

kepada apa yang diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dan apa yang diturunkan sebelummu. (An-Nisa: 162)

Yaitu mereka juga mendirikan salat. Dengan kata lain, seakan-akan dikatakan bahwa mereka mengakui kewajiban salat dan kefarduannya atas diri mereka. Atau makna yang dimaksud dengan orang-orang yang mendirikan salat ini adalah para malaikat, seperti yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Dengan kata lain, mereka beriman kepada kitab yang diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang diturunkan sebelummu serta beriman kepada para malaikat. Akan tetapi, pendapat ini masih perlu dipertimbangkan.

*******************

Firman Allah Swt.:

{وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ}

dan orang-orang yang menunaikan zakat. (An-Nisa: 162)

Yang dimaksud dengan zakat pada ayat di atas dapat diinterpretasikan sebagai zakat harta benda, dapat diinterpretasikan zakat badan (fit­rah), dapat pula diinterpretasikan dengan pengertian kedua-duanya.

{وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ}

dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. (An-Nisa: 162)

Artinya, mereka percaya bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan mereka beriman dengan adanya hari berbangkit sesudah mati, dan hari pembalasan semua amal perbuatan, amal yang baik, dan amal yang buruk.

{أُولَئِكَ}

Orang-orang itulah. (An-Nisa: 162)

Lafaz ayat ini merupakan khabar dari jumlah yang sebelumnya.

{سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا}

yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar. (An-Nisa: 162)

Yakni surga

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.