An-Nisa, ayat 155-159

Keduanya mengetengahkannya pula melalui jalur Al-Lais, dari Az-Zuhri dengan lafaz yang sama.

وَرَوَاهُ ابْنُ مَرْدَوَيْهِ مِنْ طَرِيقِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي حَفْصَةَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ فيكم ابنُ مريم حكمًا عدلا يَقْتُلُ الدَّجَّالَ، وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ، وَيَكْسِرُ الصَّلِيبَ، وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيضُ الْمَالُ، وَتَكُونُ السَّجْدَةُ وَاحِدَةً لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ”. قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: اقْرَؤُوا إِنْ شئتم: {وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ} مَوْتِ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، ثُمَّ يُعِيدُهَا أَبُو هُرَيْرَةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Ibnu Murdawaih meriwayatkannya melalui jalur Muhammad ibnu Abu Hafsah, dari Az-Zuhri, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Sudah dekat masanya Ibnu Maryam akan turun kepada kalian sebagai hakim yang adil, dia membunuh Dajjal, membunuh semua babi, memecahkan semua salib, dan menghapus jizyah serta harta benda menjadi berlimpah. Kelak sujud hanya kepada Yang Esa, yaitu hanya menyembah kepada Allah, Tuhan semesta alam. Selanjutnya Abu Hurairah mengatakan, “Jika kalian suka, bacalah firman-Nya: ‘Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebeium kematiannya’ (An-Nisa: 159).” Yakni sebelum Isa ibnu Maryam meninggal dunia. Kemudian Abu Hurairah mengulangi ayat ini sebanyak tiga kali.

Jalur yang lain juga dari Abu Hurairah.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا رَوْحٌ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي حَفْصَة، عَنِ الزُّهْري، عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ عَلِيٍّ الْأَسْلَمِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لَيُهِلَّن عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ بفَجِّ الرَّوْحَاء بِالْحَجِّ أَوِ الْعُمْرَةِ أَوْ لَيُثَنِّيَنَّهُمَا جَمِيعًا”.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Hafsah, dari Az-Zuhri, dari Hanzalah ibnu Ali Al-Aslami, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Sesungguhnya Isa kelak akan berihram di Fajjur Rauha untuk menunaikan haji atau umrah atau untuk melakukan keduanya.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Muslim secara munfarid melalui hadis Sufyan ibnu Uyaynah dan Al-Lais ibnu Sa’d serta Yunus ibnu Yazid, ketiganya dari Az-Zuhri dengan lafaz yang sama.

قَالَ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ -هُوَ ابْنُ حُسَيْنٍ-عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ حَنْظَلَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “يَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ، وَيَمْحُو الصَّلِيبَ، وَتُجْمَعُ لَهُ الصَّلَاةُ، وَيُعْطِي الْمَالَ حَتَّى لَا يُقْبَلَ، وَيَضَعُ الْخَرَاجَ، وَيَنْزِلُ الرَّوْحَاءَ فَيَحُجُّ مِنْهَا أَوْ يَعْتَمِرُ أَوْ يَجْمَعُهُمَا” قَالَ: وَتَلَا أَبُو هُرَيْرَةَ: {وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ [وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا] } فَزَعَمُ حَنْظَلَةُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ: يُؤْمِنُ بِهِ قَبْلَ مَوْتِ عِيسَى، فَلَا أَدْرِي هَذَا كُلُّهُ حَدِيثُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ شَيْءٌ قَالَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Sufyan (yaitu Ibnu Husain), dari Az-Zuhri, dari Hanzalah, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Kelak Isa ibnu Maryam akan turun, lalu membunuh semua babi, menghapus semua salib, salat didirikan secara berjamaah untuknya, dan ia selalu memberikan harta sehingga tidak ada yang menerimanya lagi, dan menghapuskan Kharraj, turun di Rauha, lalu melakukan haji atau umrah darinya atau melakukan kedua-duanya (haji dan umrah). Hanzalah melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu Abu Hurairah r.a. membacakan firman-Nya: Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. (An-Nisa: 159), hingga akhir ayat. Hanzalah menduga Abu Hurairah mengatakan bahwa Ahli Kitab beriman kepada Isa sebelum kematiannya. Selanjutnya Hanzalah mengatakan bahwa dia tidak mengetahui apakah semuanya itu termasuk hadis Nabi Saw. ataukah ada sesuatu yang dikatakan oleh Abu Hurairah sendiri.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari ayahnya, dari Abu Musa Muhammad ibnul Musanna, dari Yazid ibnu Haain, dari Sufyan ibnu Husain, dari Az-Zuhri dengan lafaz yang sama.

Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

حَدَّثَنَا ابْنُ بُكَير، حَدَّثَنَا اللَّيْثِ، عَنْ يُونُسَ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ نَافِعٍ مَوْلَى أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ؛ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ فِيكُمُ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ، وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ؟ ”

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Bukair, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Yunus, dari Ibnu Syihab, dari Nafi’ maula Abu Qatadah Alansari, bahwa Abu Hurairah r.a. mengatakan, “Rasulullah Saw. pernah bersabda: ‘Bagaimanakah dengan kalian apabila Al-Masih ibnu Maryam turun di antara kalian, sedangkan imam kalian adalah (seseorang) dari kalian’?”

Uqail dan Al-Auza’i diikutkari ke dalam sanad hadis ini.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abdur Razzaq, dari Ma’-mar, dari Usman ibnu Umar, dari Ibnu Abu Zi-b; keduanya dari Az-Zuhri dengan lafaz yang sama.

Imam Muslim mengetengahkannya melalui riwayat Yunus dan Al-Auza’i serta Ibnu Abu Zi-b dengan lafaz yang sama.

Jalur lain diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا همَّام، أَنْبَأَنَا قَتَادَةُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلم قال: “الْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلات أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ، وَإِنِّي أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ؛ لِأَنَّهُ لَمْ يَكُنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ، وَإِنَّهُ نَازِلٌ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ: رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ، عَلَيْهِ ثَوْبَانِ مُمَصّرَان، كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَل، فَيَدُقُّ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ، وَيَدْعُو النَّاسَ إِلَى الْإِسْلَامِ، وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلَّا الإسلام، وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ، ثُمَّ تَقَعُ الْأَمَنَةُ عَلَى الْأَرْضِ، حَتَّى تَرْتَعَ الْأُسُوَدُ مَعَ الْإِبِلِ، وَالنِّمَارُ مَعَ الْبَقَرِ، وَالذِّئَابُ مَعَ الْغَنَمِ، وَيَلْعَبَ الصِّبْيَانُ بِالْحَيَّاتِ لَا تَضُرُّهُمْ، فَيَمْكُثُ أَرْبَعِينَ سَنَةً، ثُمَّ يُتَوَفى وَيُصَلِّي عَلَيْهِ الْمُسْلِمُونَ”.

Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Abdur Rahman, dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: Para nabi itu semuanya saudara yang se’illah, yakni ibu mereka berlain-lainan, tetapi agama mereka satu. Sesungguhnya aku adalah orang yang lebih utama terhadap Isa ibnu Maryam, karena tidak ada nabi antara dia dan aku. Sesungguhnya dia akan turun. Apabila kalian melihatnya, perhatikanlah dengan baik; dia adalah seorang lelaki yang sedang tingginya, kulit merah keputih-putihan, dia memakai sepasang baju yang kedua-duanya dicelup dengan warna merah, seakan-akan rambutnya meneteskan air, padahal ia tidak terkena basah. Lalu ia pecahkan semua salib, membunuh semua babi, menghapus jizyah, dan menyeru manusia untuk masuk Islam. Di zamannya semua agama dimusnahkan oleh Allah, kecuali agama Islam. Di zamannya pula Allah membinasakan Al-Masih Ad-Dajjal. Kemudian awan menyelimuti bumi sehingga singa berdampingan dengan unta, harimau berdampingan dengan sapi, serigala berdampingan dengan kambing, dan anak-anak memainkan ular tanpa membahayakan keselamatan mereka. Isa tinggal selama empat puluh tahun, kemudian ia wafat dan disalatkan oleh kaum muslim.

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.