An-Nisa, ayat 116-122

dan mereka tidak memperoleh tempat lari darinya. (An-Nisa: 121)

Artinya, mereka tidak mempunyai jalan selamat dari neraka, tiada tempat untuk menghindarkan diri darinya.

*******************

Selanjutnya Allah Swt. menyebutkan keadaan yang dialami oleh orang-orang yang berbahagia dan orang-orang yang bertakwa serta kehormatan yang sempurna yang diperolehnya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

{وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ}

Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh. (An-Nisa: 122)

Yaitu hati mereka percaya dan semua anggota tubuh mereka mengamalkan semua yang diperintahkan kepada mereka berupa kebaikan-kebaikan, dan meninggalkan semua perkara mungkar yang dilarang mereka mengerjakannya.

{سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ}

kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. (An-Nisa: 122)

Maksudnya, mereka dapat mengalirkannya menurut apa yang mereka kehendaki dan di mana pun mereka kehendaki.

{خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا}

mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. (An-Nisa: 122)

Yakni tidak akan hilang kenikmatan itu dan tidak akan pindah darinya.

{وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا}

Allah telah membuat suatu janji yang benar. (An-Nisa: 122)

Artinya, hal ini merupakan janji Allah, dan janji Allah itu sudah di-maklumi pasti nyata dan pasti terjadinya. Karena itulah maka dalam firman ini ungkapan diperkuat dengan memakai masdar untuk menunjukkan kepastian dari berita, yaitu firman-Nya, “Haqqan.”

Selanjutnya Allah Swt. berfirman:

{وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلا}

Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah? (An-Nisa: 122)

Dengan kata lain, tidak ada seorang pun yang lebih benar perkataannya daripada Allah Swt. Yang dimaksud dengan lebih benar ialah lebih baik; tidak ada Tuhan selain Dia, dan tidak ada Rabb selain Dia.

Tersebutlah bahwa Rasulullah Saw. bila dalam khotbahnya selalu mengucapkan kalimat berikut:

«إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كَلَامُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النار»

Sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah firman Allah, dan sebaik-baik hidayah ialah hidayah Muhammad Saw. Dan seburuk-buruk perkara ialah hal-hal yang baru, dan setiap hal yang baru itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.