Ali Imran, ayat 110-112

Ad-Diya mengatakan bahwa menurutnya hadis ini dengan syarat Imam Muslim.

Hadis lain.

قَالَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ: أَخْبَرَنَا مَعْمَر، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ النَّضْر بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إنَّ اللهَ وَعَدَنِي أنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي أرْبَعمِائَةِ ألْفٍ”. قَالَ أَبُو بَكْرٍ: زِدْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: وَاللَّهِ هَكَذَا فَقَالَ عُمَرُ: حَسْبُكَ يَا أَبَا بَكْرٍ. فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: دَعْنِي، وَمَا عَلَيْكَ أَنْ يُدْخِلَنَا اللَّهُ الْجَنَّةَ كُلَّنَا فَقَالَ عُمَرُ: إِنْ شَاءَ اللَّهُ أَدْخَل خَلْقه الْجَنَّةَ بكفٍّ وَاحِدٍ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “صَدَقَ عُمَرُ”.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Qatadah, dari An-Nadr ibnu Anas, dari Anas, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga sebanyak empat ratus ribu orang dari umatku.” Sahabat Abu Bakar berkata, “Tambahkanlah kepada kami, wahai Rasulullah.” Rasulullah Saw. bersabda, “Sedangkan Allah (memasukkan) sekian.” Umar berkata, “Hai Abu Bakar, cukuplah kamu.” Abu Bakar mengatakan, “Biarkanlah aku, tidak inginkah kamu bila Allah memasukkan kita semua ke dalam surga?” Umar menjawab, “Sesungguhnya Allah jika menghendaki, niscaya dapat memasukkan semua makhluk-Nya ke dalam surga hanya dengan segenggam telapak tangan (kekuasaan-Nya).” Maka Nabi Saw. bersabda, “Umar benar.”

Hadis dengan sanad ini hanya diriwayatkan oleh Abdur Razzaq sendiri.

Ad-Diya mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan pula oleh Al-Hafiz Abu Na’im Al-Asbahani.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ مَخْلَد، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْهيْثَم البَلدِي، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْب، حَدَّثَنَا أَبُو هِلَالٍ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “وَعَدَنِي رَبِّي أنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي مِائَةَ ألْف”. فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، زِدْنَا قَالَ: “وَهَكَذَا” -وَأَشَارَ سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ بِيَدِهِ كَذَلِكَ-قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، زِدْنَا. فَقَالَ عُمَرُ: إِنَّ اللَّهَ قَادِرٌ أَنْ يُدْخِلَ النَّاسَ الْجَنَّةَ بِحَفْنَةٍ وَاحِدَةٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “صَدَقَ عُمَرُ”.

Dia mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ahmad ibnu Makhlad, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Haisam Al-Baladi, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Abu Hilal, dari Qatadah, dari Anas, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Tuhanku telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga sebanyak seratus ribu dari kalangan umatku. Maka Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, tambahkanlah kepada kami.” Nabi Saw. bersabda, “Dan sekian.” Sulaiman ibnu Harb (perawi) mengatakan demikian seraya mengisyaratkan dengan tangannya. Aku (Abu Bakar) berkata, “Wahai Rasulullah, tambahkanlah buat kami.” Umar menjawab, “Sesungguhnya Allah berkuasa (mampu) memasukkan manusia semua ke dalam surga hanya dengan sekali ciduk.” Maka Rasulullah Saw. bersabda, “Umar benar.”

Ditinjau dari sanadnya, hadis ini berpredikat garib; Abu Hilal nama aslinya adalah Muhammad ibnu Salim Ar-Rasibi, dari Basrah.

Jalur lain diriwayatkan dari Anas.

قَالَ الْحَافِظُ أَبُو يَعْلَى: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقَاهِرِ بْنُ السُّرِّي السُّلَمِيُّ، حَدَّثَنَا حُمَيد، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ ألْفًا”. قَالُوا: زِدْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: “لِكُلِّ رَجُلٍ سَبْعُونَ ألْفًا” قَالُوا: زِدْنَا -وَكَانَ عَلَى كَثِيبٍ -فَقَالَ: هَكَذَا، وَحَثَا بِيَدِهِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أبْعدَ اللَّهُ مَنْ دَخَلَ النَّارَ بَعْدَ هَذَا،

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Abdul Qahir ibnus Sirri As-Sulami, telah menceritakan kepada kami Humaid, dari Anas, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: “Kelak akan masuk surga dari kalangan umatku sebanyak tujuh puluh ribu orang.” Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, tambahkanlah kepada kami.” Nabi Saw. bersabda, “Setiap orang dapat memasukkan tujuh puluh ribu orang lagi.” Mereka berkata, “Tambahkanlah kepada kami.” Saat itu Rasulullah Saw. berada di atas segundukan pasir. Mereka mengatakan bahwa lalu Nabi Saw. mengisyaratkan dengan kedua telapak tangannya (seraya menciduk pasir) seperti ini. Mereka. berkata, “Wahai Rasulullah, apakah sesudah Allah (berbuat demikian) masih ada orang yang masuk ke dalam neraka?”

Sanad hadis ini jayyid, semua perawinya berpredikat siqah selain Abdul Qahir ibnus Sirri. Ibnu Mu’in pernah ditanya mengenainya, maka dijawabnya bahwa Abdul Qahir orang yang saleh.

Hadis lain.

رَوَى الطَّبَرَانِيُّ مِنْ حَدِيثِ قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عُمَير عَنْ أَبِيهِ؛ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إنَّ اللهَ وَعَدَنِي أنْ يُدْخِلَ مِنْ أُمَّتِي ثَلاثَمائة ألْفٍ الْجَنَّةَ”. فَقَالَ عُمَيْرٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، زِدْنَا. فَقَالَ هَكَذَا بِيَدِهِ. فَقَالَ عُمَيْرٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ، زِدْنَا. فَقَالَ عُمَرُ: حَسْبك، إِنَّ اللَّهَ إنْ شَاءَ أَدْخَلَ النَّاسَ الْجَنَّةَ بِحفْنَةٍ -أَوْ بِحَثْيَةٍ-وَاحِدَةٍ. فَقَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “صَدَقَ عُمَرُ”

Imam Tabrani meriwayatkan melalui hadis Qatadah, dari Abu Bakar ibnu Umar, dari ayahnya, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga sebanyak tiga ratus ribu orang dari umatku tanpa hisab. Maka Umar berkata, “Wahai Rasulullah, tambahkanlah kepada kami.” Maka Rasulullah Saw. mengisyaratkan seperti ini dengan tangannya. Umar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, tambahkanlah kami.” (Pada akhirnya) Umar berkata, “Cukuplah bagimu, sesungguhnya jika Allah menghendaki, Dia dapat memasukkan semua makhluk-Nya ke dalam surga hanya dengan sekali ciduk atau sekali siuk.” Maka Nabi Saw. bersabda, “Umar benar.”

Hadis lain.

قَالَ الطَّبَرَانِيُّ: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ خُلَيْد، حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبة، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَلَّامٍ يَقُولُ: حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرٍ، أَنَّ قَيْسًا الْكِنْدِيَّ حَدّث أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْأَنْمَارِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إنَّ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَنِي أنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعِينَ ألْفًا بِغَيِرِ حِسَابٍ، ويَشْفَعُ كُلُّ ألْفٍ لِسَبْعِين ألْفًا، ثُمَّ يَحْثِي رَبِّي ثَلاثَ حَثَيَاتٍ بِكَفَّيْهِ”. كَذَا قَالَ قَيْسٌ، فَقُلْتُ لِأَبِي سَعِيدٍ: أَنْتَ سمعتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَ: نَعَمْ، بِأُذُنِي، وَوَعَاهُ قَلْبِي. قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: فَقَالَ -يَعْنِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: “وَذَلِكَ إنْ شَاءَ اللهُ، عَزَّ وَجَلَّ، يَسْتَوْعِبُ مُهَاجِرِي أُمَّتِي، ويُوَفِّي اللَّهُ بَقِيَّتَهُ مِنْ أعْرَابِنَا”.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Khulaid, telah menceritakan kepada kami Abu Taubah, telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah ibnu Salam, dari Yazid ibnu Salam yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Amir, bahwa Qais Al-Kindi pernah menceritakan hadis kepadanya bahwa Abu Sa’id Al-Anmari pernah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Sesungguhnya Tuhanku telah menjanjikan kepadaku akan memasukkan ke dalam surga sebanyak tujuh puluh ribu orang dari kalangan umatku tanpa hisab, dan setiap seribu orang dapat memberi syafaat kepada tujuh puluh ribu orang. Kemudian Tuhanku meraup dengan kedua telapak tangan (kekuasaan)-Nya sebanyak tiga kali cidukan. Demikianlah menurut Qais. Maka aku bertanya kepada Abu Sa’id, “Apakah engkau yang mendengarnya dari Rasulullah Saw.?” Abu Sa’id menjawab, “Ya, dengan kedua telingaku, lalu kuhafal baik-baik.” Abu Sa’id mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda pula: Jumlah yang sedemikian itu jika Allah menghendaki dapat mencakup semua Muhajirin dari umatku, sedangkan sisanya ditunaikan oleh Allah dari kalangan orang-orang Badui kami.

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.