Al-Qashash, ayat 62-67

Adapun orang mukmin, ia akan menjawab dengan mengemukakan kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Saw. adalah hamba dan rasul-Nya. Sedangkan orang kafir hanya mengatakan, “Ha, ha, saya tidak tahu.” Karena itulah orang kafir tidak dapat menjawab pertanyaan itu kelak di hari kiamat selain dari diam saja; karena sesungguhnya orang yang buta saat hidup di dunia, kelak di akhirat lebih buta dan lebih sesat jalannya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

{فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ الأنْبَاءُ يَوْمَئِذٍ فَهُمْ لَا يَتَسَاءَلُونَ}

Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya-menanya. (Al-Qashash: 66)

Mujahid mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengemukakan alasan-alasan mereka, dan mereka tidak saling bertanya tentang keturunan.

Firman Allah Swt.:

{فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا}

Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh. (Al-Qashash: 67)

semasa di dunianya.

{فَعَسَى أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ}

semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. (Al-Qashash: 67) ‘

Yakni kelak di hari kiamat, dan semoga ia mendapat kemurahan dari Allah; Pengertian kata ‘semoga’ merupakan suatu kepastian yang pasti terjadi berkat karunia dan kemurahan Allah Swt

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.