Adapun orang mukmin, ia akan menjawab dengan mengemukakan kesaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Saw. adalah hamba dan rasul-Nya. Sedangkan orang kafir hanya mengatakan, “Ha, ha, saya tidak tahu.” Karena itulah orang kafir tidak dapat menjawab pertanyaan itu kelak di hari kiamat selain dari diam saja; karena sesungguhnya orang yang buta saat hidup di dunia, kelak di akhirat lebih buta dan lebih sesat jalannya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:
{فَعَمِيَتْ عَلَيْهِمُ الأنْبَاءُ يَوْمَئِذٍ فَهُمْ لَا يَتَسَاءَلُونَ}
Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya-menanya. (Al-Qashash: 66)
Mujahid mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengemukakan alasan-alasan mereka, dan mereka tidak saling bertanya tentang keturunan.
Firman Allah Swt.:
{فَأَمَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا}
Adapun orang yang bertobat dan beriman serta mengerjakan amal yang saleh. (Al-Qashash: 67)
semasa di dunianya.
{فَعَسَى أَنْ يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ}
semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. (Al-Qashash: 67) ‘
Yakni kelak di hari kiamat, dan semoga ia mendapat kemurahan dari Allah; Pengertian kata ‘semoga’ merupakan suatu kepastian yang pasti terjadi berkat karunia dan kemurahan Allah Swt