Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Mansur, dari Rib’i ibnu Khirasy, dari seorang lelaki, dari Ali ibnu Abu Talib yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
“لا يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِأَرْبَعٍ: يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ، بَعَثَنِي بِالْحَقِّ، وَيُؤْمِنُ بِالْمَوْتِ، وَيُؤْمِنُ بِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَيُؤْمِنُ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ”
Tidaklah seseorang di antara kalian beriman sebelum beriman kepada empat perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku adalah utusannya yang Dia utus dengan membawa kebenaran; beriman kepada adanya hari berbangkit sesudah mati; dan beriman dengan takdir yang baik dan takdir yang buruk.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui hadis An-Nadr ibnu Syumail, dari Syu’bah, dari Mansur dengan sanad yang sama. Hal yang sama telah diriwayatkan. Dan Imam Turmuzi meriwayatkan hadis ini melalui Abu Daud At-Tayalisi dari Syu’bah, dari Mansur, dari Rib’i, dan Ah, lalu Turmuzi mengatakan bahwa riwayat ini menurutku lebih sahih . Hal yang sama telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Majah melalui hadis Syarik, dari Mansur, dari Rib’i, dari Ali dengan sanad yang sama
Di dalam kitab Sahih Muslim telah disebutkan melalui riwayat Abdullah ibnu Wahb dan lain-lainnya, dari Abu Hani’ Al-Khaulani dari Abu Abdur Rahman Al-Habli, dari Abdullah ibnu Amryang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
“إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ”
Sesungguhnya Allah telah menulis semua takdir makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak lima puluh ribu tahun.
Ibnu Wahb menambahkan firman Allah Swt. dalam hadisnya:
{وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ}
dan adalah ‘Arasy-Nya di atas air. (Hud: 7)
Imam Turmuzi telah meriwayatkan pula hadis ini, dan ia mengatakan bahwa predikat hadis ini kalau tidak hasan, sahih, atau garib.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَمَا أَمْرُنَا إِلا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ}
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (Al-Qamar: 50) .
Ini merupakan berita tentang kepastian berlangsungnya kehendak Allah terhadap makhluk-Nya. Sebagaimana yang telah diberitakan, bahwa takdirNya berlangsung pula terhadap mereka. Untuk itu Allah Swt berfirman:
{وَمَا أَمْرُنَا إِلا وَاحِدَةٌ}
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan. (Al-Qamar: 50)
Yakni sesungguhnya Kami hanya memerlukan perintah satu kata saja, tanpa memerlukan kata ulang. Maka apa yang Kami perintahkan untuk ada itu pasti ada dan terjadi seketika itu juga seperti sekejap mata, tanpa ada tenggang waktu barang sedikit pun. Alangkah indahnya apa yang dikatakan oleh salah seorang penyair dalam bait syair berikut:
إذَا مَا أرَادَ اللَّهُ أمْرًا فَإِنَّما … يقُولُ لهُ: كُنْ، قَوَلةً فَيَكُونُ …
Apabila Allah menghendaki suatu urusan, maka sesungguhnya Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah kamu!” dengan sekali ucap, maka jadilah ia.
*******************
Firman Allah Swt.:
{وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا أَشْيَاعَكُمْ}
Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. (Al-Qamar: 51)
Yaitu orang-orang yang semisal dengan kamu dari kalangan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul.
{فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ}
Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 51)
Yakni adakah orang yang mengambil pelajaran dari kehinaan yang telah ditimpakan oleh Allah Swt. terhadap mereka dan azab yang telah ditakdirkan oleh Allah terhadap mereka. Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah Swt. dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَحِيلَ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ مَا يَشْتَهُونَ كَمَا فُعِلَ بِأَشْيَاعِهِمْ مِنْ قَبْلُ}
Dan dihalangi antara mereka dengan apa yang mereka ingini sebagaimana yang dilakukan terhadap orang-orang yang serupa dengan mereka pada masa dahulu. (Saba: 54)
*******************
Adapun firman Allah Swt.:
{وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ}
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. (Al-Qatnar: 52)
Artinya, telah tercatat atas mereka di dalam kitab-kitab yang ada di tangan para malaikat.
{وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ}
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar. (Al-Qamar ‘ 53)
dari amal perbuatan mereka.
{مُسْتَطَرٌ}
adalah tertulis. (Al-Qamar: 53)
Yakni telah terhimpunkan di dalam kitab catatan amal mereka dan telah digariskan dalam lembaran-lembaran mereka, tanpa ada yang terlewatkan; baik yang besar maupun yang kecil, semuanya telah ada di dalamnya.
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ بَانَكَ: سَمِعْتُ عَامِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، حَدَّثَنِي عَوْفُ بْنُ الْحَارِثِ -وَهُوَ ابْنُ أَخِي عَائِشَةَ لِأُمِّهَا-عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: “يَا عَائِشَةُ، إِيَّاكِ ومُحَقِّرات الذُّنُوبِ، فَإِنَّ لَهَا مِنَ اللَّهِ طَالِبًا”.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Amir, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Muslim ibnu Banik; ia telah mendengar Amir ibnu Abdullah ibnuz Zubair mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Auf ibnul Haris anak lelaki saudara lelaki ibunya Siti Aisyah, dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Hai Aisyah, janganlah kamu melakukan dosa-dosa kecil, karena sesungguhnya pelakunya tetap akan dituntut oleh Allah.
Imam Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini melalui jalur Sa’id ibnu Muslim ibnu Banik Al-Madani yang dinilai siqah oleh Ahmad,
Ibnu Mu-in, dan Abu Hatim serta lain-lainnya. Al-Hafiz Ibnu Asakir telah meriwayatkan hadis ini dalam biografi Sa’id ibnu Muslim melalui jalur lain. Kemudian Sa’id mengatakan bahwa lalu ia menceritakan hadis ini kepada Amir ibnu Hisyam, maka Amir berkata kepadanya, “Celakalah engkau, hai Sa’id ibnu Muslim. Sesungguhnya telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnul Mugirah, bahwa ia pernah melakukan suatu perbuatan dosa, lalu ia menganggap remeh dosanya itu, maka pada malam harinya ia bermimpi didatangi -oleh seseorang yang mengatakan kepadanya, ‘Hai Sulaiman,
لَا تَحْقِرنَّ مِنَ الذنوبِ صَغِيرا … إِنَّ الصَّغير غَدًا يَعُودُ كَبِيرَا …
إِنَّ الصَّغِيرَ وَلَوْ تَقَادَمَ عَهْدُهُ … عِنْدَ الْإِلَهِ مُسَطَّرٌ تَسْطِيرَا …
فَازْجُرْ هَوَاكَ عَنِ الْبَطَالَةِ لَا تَكُنْ … صَعْبَ الْقِيَادِ وَشَمِّرَنْ تَشْمِيرَا …
إِنَّ المُحِبَّ إِذَا أَحَبَّ إلههُ … طَارَ الْفُؤَادُ وأُلْهِم التَّفْكِيرَا …
فَاسْأَلْ هِدَايَتَكَ الْإِلَهَ بِنِيَّة … فَكَفَى بِرَبّكَ هَادِيًا وَنَصِيرَا
Jangan sekali-kali kamu meremehkan dosa-dosa kecil, sesungguhnya dosa kecil itu di kemudian hari akan menjadi besar.
Dan sesungguhnya dosa kecil itu sekalipun telah berlalu masanya, di sisi Tuhan tetap tercatat dengan lengkap.
Maka kekanglah hawa nafsumu, jangan segan-segan melakukannya, janganlah kamu menjadi orang yang sulit mengendalikan diri, dan bersiagalah dengan penuh kewaspadaan.
Sesungguhnya orang yang hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Tuhannya, maka hatinya akan bersih dan diberi ilham untuk dapat berpikir.
Maka mintalah kepada Tuhan agar dirimu mendapat petunjuk, dengan permintaan yang ikhlas, maka cukuplah bagimu Tuhanmu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong (mu).
*******************
Firman Allah Swt.: