Al-Mu’min, ayat 7-9

Kemudian Imam Abu Daud, Imam Turmuzi, dan Ibnu Majah meriwayatkannya melalui Sammak ibnu Harb dengan sanad yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib.

Ini menunjukkan bahwa malaikat penjunjung ‘Arasy semuanya ada delapan, seperti yang dikatakan oleh Syahr ibnu Hausyab, bahwa para malaikat pemikul ‘Arasy ada delapan; empat malaikat di antaranya selalu mengucapkan, “Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada­Mu, bagi-Mu segala puji atas sifat Penyantun-Mu sesudah sifat ‘ilmu­-Mu.” Dan empat malaikat lainnya selalu mengucapkan, “Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji kepada-Mu, bagi-Mu segala puji atas sifat Pemaaf-Mu yang dibarengi dengan sifat Kuasa-Mu.”

Karena itulah apabila mereka memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman, mereka mengucapkan:

{رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا}

Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu. (Al-Mu’min: 7)

Yakni rahmat-Mu memuat semua dosa dan kesalahan mereka, dan ilmu­Mu meliputi semua perbuatan, ucapan, gerakan, dan diamnya mereka.

{فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ}

maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau. (Al-Mu’min: 7)

Maksudnya, maafkanlah orang-orang yang berdosa bila mereka bertobat dan kembali taat kepada-Mu serta menghentikan perbuatan dosanya, dan mengikuti apa yang telah Engkau perintahkan kepada mereka, yaitu mengerjakan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.

{وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ}

dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala. (Al-Mu’min: 7)

Yakni jauhkanlah mereka dari azab neraka Jahim yang sangat pedih lagi sangat menyakitkan itu.

{رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ}

Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka dan keturunan mereka semua. (Al-Mu’min: 8)

Artinya, kumpulkanlah mereka dengan orang-orang tersebut agar mereka senang karena berkumpul dengan keluarganya di tempat-tempat yang bersebelahan. Sebagaimana yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

{وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ}

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. (At-Thur: 21)

Yaitu Kami samakan di antara mereka dalam tempat tinggal agar hati mereka senang, tanpa Kami kurangi pahala orang yang banyak amalnya dengan pahala orang yang sedikit amalnya agar menjadi sama. Tetapi Kami tambahkan kepada orang yang sedikit amalnya sehingga menjadi sama dengan orang yang banyak amalnya dari kalangan mereka; maka meratalah pahala amal mereka; hal ini sebagai karunia dan kemurahan dari Kami.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa sesungguhnya seorang mukmin itu apabila masuk surga, maka ia menanyakan tentang kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya, di manakah mereka berada. Maka dikatakan kepadanya, bahwa sesungguhnya mereka tidak setingkat denganmu dalam amalannya. Maka berkatalah ia, “Sesungguhnya aku beramal untuk diriku dan untuk mereka.” Maka digabungkanlah mereka dengannya dalam tingkatan yang sama. Kemudian Sa’id ibnu Jubair membaca ayat ini, yaitu firman Allah Swt.: Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Al-Mu’min: 8)

Mutarrif ibnu Abdullah ibnusy Syikhkhir telah mengatakan bahwa hamba Allah yang paling mengharapkan kebaikan bagi orang-orang mukmin adalah para malaikat, kemudian dia membaca ayat ini: Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka. (Al-Mu’min: 8) Dan di antara hamba-hamba-Nya yang paling memperdayai orang-orang mukmin adalah setan.

***********

Firman Allah Swt.:

{إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ}

Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Al-Mu’min: 8)

Yakni Yang tidak dapat dihalangi dan Yang tidak dapat dikalahkan; apa saja yang dikehendaki-Nya pasti ada, dan apa saja yang tidak dikehendaki-Nya pasti tiada. Dia Mahabijaksana dalam semua ucapan dan perbuatan­Nya, yakni dalam semua syariat dan takdir-Nya.

{وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ}

dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. (Al-Mu’min: 9)

Yaitu dari perbuatan jahat atau dari balasan kejahatan yang dilakukannya.

{وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ} أَيْ: يَوْمَ الْقِيَامَةِ {فَقَدْ رَحِمْتَهُ}

Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu (hari kiamat), maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya. (Al-Mu’min: 9)

Yakni Engkau telah belas kasihan kepadanya dan Engkau selamatkan dia dari hukuman.

{وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}

dan itulah kemenangan yang besar. (Al-Mu’min: 9)

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.