Al-Mu’min, ayat 51-56

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud dengan asyhad ialah para malaikat.

************

Firman Allah Swt.:

{يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ}

(yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya. (Al-Mu’min: 52)

Ini merupakan badal (kata ganti) dari firman-Nya:

{وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ}

dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat). (Al-Mu’min: 51)

Ulama lainnya membacanya dengan rafa’ menjadi yaumun seakan-akan menurutnya menjadi tafsir bagi kalimat yang sebelumnya.

{وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِين}

dan pada hari berdirinya saksi-saksi, (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya. (Al-Mu’min: 51 -52)

Yang dimaksud dengan orang-orang zalim ialah orang-orang musyrik, yakni alasan dan tebusan mereka tidak dapat diterima sama sekali.

{وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ}

dan bagi merekalah laknat. (Al-Mu’min: 52)

Maksudnya, dijauhkan dan diusir dari rahmat Allah Swt.

{وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ}

dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk (Al-Mu’min: 52)

Yaitu neraka.

Menurut As-Saddi, artinya seburuk-buruk tempat tinggal dan tempat istirahat adalah neraka.

Ali ibnu Abu Talhah telah mengatakan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk. (Al-Mu’min: 52) Yakni kesudahan yang paling buruk.

***********

Firman Allah Swt.:

{وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْهُدَى}

Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa. (Al-Mu’min: 53)

Yakni hidayah dan cahaya yang diutuskan oleh Allah Swt. kepadanya untuk menyampaikannya.

{وَأَوْرَثْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ}

dan Kami wariskan kepada Bani Israil kitab Taurat. (Al-Mu’min: 53)

Maksudnya, Kami jadikan kesudahan yang baik bagi mereka dan Kami wariskan kepada negeri mereka Fir’aun, harta bendanya, penghasilannya, dan tanahnya berkat kesabaran mereka dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah Swt. dan mengikuti rasul-Nya (yaitu Musa a.s.) dan di dalam Kitab yang diwariskan kepada mereka (yaitu kitab Taurat) terkandung:

{هُدًى وَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ}

petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir. (Al-Mu’min: 54)

Yakni akal yang sehat dan bersih.

**********

Firman Allah Swt.:

{فَاصْبِرْ} أَيْ: يَا مُحَمَّدُ {إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ}

Maka bersabarlah (hai Muhammad), karena sesungguhnya janji Allah itu benar. (Al-Mu’min: 55)

Kami telah menjanjikan kepadamu bahwa Kami akan meninggikan kalimahmu dan menjadikan kesudahan yang baik bagimu dan bagi orang-orang yang mengikutimu, Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan apa yang Kami ceritakan kepadamu ini adalah benar, tiada keraguan padanya.

**********

Firman Allah Swt.:

{وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ}

dan mohonlah ampunan untuk dosamu. (Al-Mu’min: 55)

Ini merupakan anjuran yang menggugah umatnya untuk banyak membaca istigfar, memohon ampun kepada Allah.

{وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ}

dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang. (Al-Mu’min: 55)

Yakni di penghujung siang hari dan permulaan malam hari.

{وَالإبْكَارِ}

dan pagi hari. (Al-Mu’min: 55)

Maksudnya, permulaan siang hari dan penghujung malam hari.

***********

Firman selanjutnya menyebutkan:

{إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ}

Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. (Al-Mu’min: 56)

Yaitu mereka menolak perkara yang hak dengan perkara yang batil dan menolak alasan yang benar dengan keraguan yang merusak tanpa bukti dan tanpa alasan dari Allah.

{إِنْ فِي صُدُورِهِمْ إِلا كِبْرٌ مَا هُمْ بِبَالِغِيهِ}

tidak ada dalam dada mereka melainkah hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. (Al-Mu’min: 56)

Yakni tiadalah yang tersimpan di dalam dada mereka kecuali kesombongan yang mempengaruhi diri mereka untuk tidak mengikuti perkara yang hak, dan menghina orang yang mendatangkan perkara yang hak kepada mereka. Dan tiadalah tujuan mereka yang mengarah kepada perbuatan memadamkan perkara yang hak dan meninggikan kalimah yang batil membawa hasil apa pun bagi mereka. Bahkan sebaliknya perkara yang hak itulah yang ditinggikan, sedangkan pendapat dan tujuan merekalah yang direndahkan dan tak terpakai.

{فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ}

maka mintalah perlindungan kepada Allah. (Al-Mu’min: 56)

agar terhindar dari perbuatan yang semisal dengan apa yang dilakukan oleh mereka.

{إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ}

Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (A 1-Mu’min: 56)

atau agar terhindar dari kejahatan perbuatan yang semisal dengan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah tanpa alasan yang dibenarkan. Demikianlah menurut tafsir yang dikemukakan oleh Ibnu Jarir.

Ka’b dan Abu Aliyah mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Yahudi, yaitu firman-Nya: Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka, tidak ada dalam dada mereka melainkah hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. (Al-Mu’min: 56)

Abul Aliyah mengatakan bahwa yang demikian itu karena mereka mengira Dajjal adalah salah seorang dari mereka, dan bahwa mereka akan menguasai bumi dengannya. Maka Allah Swt. berfirman kepada Nabi­Nya dan memerintahkan kepadanya agar memohon perlindungan kepada-Nya dari fitnah Dajjal. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Al-Mu’min: 56)

Pendapat ini garib dan menyimpang jauh dari kebenaran, sekalipun ia diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim di dalam kitabnya. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui

Tulisan ini dimuat dalam Tafsir Ibnu Katsir.