{وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُ وَمَا هَدَى}
Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk. (Thaha: 79)
Di dalam hadis disebutkan seperti berikut:
“مَا مِنْ إِمَامٍ يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا لَمْ يَرح رَائِحَةَ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا لِيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ خَمْسِمِائَةِ عَامٍ”
Tidak sekali-kali seorang pemimpin meninggal dunia, sedangkan ia dalam keadaan menipu rakyatnya di hari kematiannya, melainkan ia tidak dapat mencium baunya surga. Dan sesungguhnya baunya surga itu benar-benar dapat tercium dari jarak perjalanan lima ratus tahun.
Hanya Allah-lah yang memberi taufik ke jalan yang benar.